Kapolri Perintahkan Semua Kapolda Lindungi Pemuka Agama

Reza Gunadha, Dian Rosmala

Rabu, 21 Februari 2018 | 19:42 WIB
Kapolri Perintahkan Semua Kapolda Lindungi Pemuka Agama
Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian (Suara.com/Bowo)

Suara.com - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono menegaskan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memberi perintah kepada seluruh kapolda untuk melindungi pemuka agama.

"Kapolri memerintahkan seluruh kapolda untuk turun ke lapangan. Menyentuh pemuka agama, kemudian langkah prefentifnya dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan patroli di tempat-tempat seperti pondok pesantren dan sebagainya," kata Ari di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

Selain itu, seluruh jajaran reserse di daerah juga diperintahkan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dinas sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Pihak kepolisian dan Satpol PP akan rutin menggelar operasi gabungan di sejumlah daerah.

"Kalau ada orang yang berperilaku menunjukkan sikap aneh, yang itu bisa menimbulkan suatu keresahan nanti diamankan di dinas sosial, untuk dilakukan pendalaman," ujar Ari.

Selain itu, kepolisian juga bekerja sama dengan pihak rumah sakit jiwa. Sebab, pelaku penyerangam tokoh agama selalu bersikap seperti orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

"Untuk Rumah Sakit Jiwa, kami minta data, siapa sih yang baru ke luar, ke mana dia sekarang, itu tentunya sebagai bahan kajian, bahwa ini jadi perhatian kita, apa tindak lanjut untuk melaksanakan pengamanan," tutur Ari.

Lebih lanjut, Ari menegaskan, polisi tidak akan mudah berhenti proses semua pelaku, meskipun mereka rata-rata bersikap tidak wajar.

"Jadi, meskipun dia itu kalau kami bilang, maaf ya, tidak wajar, tidak normal, kami akan proses terus. Nanti hakim yang akan menentukan, bahwa itu bisa bertanggung jawab atas perbuatannya tidak, perbuatan penganiayaan atau perbuatan perusakan," kata Ari.

baca juga

Ari mengatakan, pihaknya juga akan melibatkan ahli kejiwaaan untuk memeriksa kondisi kejiawaan pelaku.

"Kami lakukan observasi terhadap perilaku seseorang. Saya bukan ahlinya. Tapi pastinya tim ahli akan menanyakan. Bukan hanya dari polisi. Kami cari ahli psikologis, psikiater, untuk bisa meneliti siapa dia ini. Kemudian juga untuk menanyakan dia, siapa ke belakang, itu juga pakai ahli," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Zikir Bareng Ulama, Jokowi Berharap Tak Ada Hoaks selama Pilkada

Zikir Bareng Ulama, Jokowi Berharap Tak Ada Hoaks selama Pilkada

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 18:05 WIB

Polri Kirim Pasukan Ungkap Kekerasan ke Tokoh Agama di Daerah

Polri Kirim Pasukan Ungkap Kekerasan ke Tokoh Agama di Daerah

News | Senin, 19 Februari 2018 | 14:59 WIB

Kapolri: Penyerang Gereja St Lidwina Gagal Berangkat ke Suriah

Kapolri: Penyerang Gereja St Lidwina Gagal Berangkat ke Suriah

News | Senin, 12 Februari 2018 | 15:07 WIB

ICMI: Pernyataan Kapolri Jangan Dipolitisasi

ICMI: Pernyataan Kapolri Jangan Dipolitisasi

News | Sabtu, 03 Februari 2018 | 22:58 WIB

Fadli Zon: Kapolri Butuh Konsultan Sejarah Islam Indonesia

Fadli Zon: Kapolri Butuh Konsultan Sejarah Islam Indonesia

News | Kamis, 01 Februari 2018 | 14:32 WIB

Terkini

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 07:44 WIB

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

×