Indonesia Jadi Negara Terkorup Nomor 96 di Dunia

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Jum'at, 23 Februari 2018 | 16:50 WIB
Indonesia Jadi Negara Terkorup Nomor 96 di Dunia
Ilustrasi korupsi . (shutterstock)

Suara.com - Indonesia menjadi negara terkorup nomor 96 dari total 180 negara. Hal tersebut merujuk pada Indeks Prestasi Korupsi (IPK) yang disurvei oleh Transparency International.

Dengan skor IPK sebesar 37, Indonesia berada diperingkat 96 dari 180 negara yang disurvei. Skor IPK yang digunakan dalam survei TII ini berada pada rentang 0-100.

Angka 0 menunjukkan negara dipersepsikan sangat korup, sementara skor 100 berarti bersih dari korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M Syarif, mengakui kecewa terhadap IPK Indonesia yang tetap berada pada angka 37 pada tahun 2017.

Berdasarkan hasil survei Transparency International Indonesia, angka IPK  tersebut sama dengan tahun 2016. Artinya, tingkat korupsi di Indonesia tetap bertahan tinggi selama dua tahun terakhir.

"Pertama-tama agak kecewa atas hasil yang tidak bertambah," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat dikonfirmasi,  Jumat (23/2/2018).

Syarif mengatakan, mandeknya IPK pada angka 37 disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, masih tingginya korupsi di sektor politik dan penegakan hukum.

"Dua hal itu yang selalu konsisten memberikan nilai rendah dari tahun-ketahun," katanya.

Sementara faktor lain yang menyebabkan IPK Indonesia tak beranjak baik adalah, TII menggunakan perangkat indikator “variety femocracy project” dalam survei tahun 2017.

baca juga

Pada tahun-tahun sebelumnya, TII tak memakai perangkat indikator itu sebagai tambahan variabel penentuan IPK.

Untuk diketahui, variety femocracy project adalah perangkat indikator yang dibuat untuk menilai tingkat demokratisasi suatu negara, berdasarkan jumlah keterlibatan kaum perempuan dalam kasus korupsi. Indikator ini digagas dan kali pertama dipakai di negara-negara sosial demokratis Skandinavia.

"Sehingga pembaginya menjadi banyak dan berakibat pada stagnasi indeks Indonesia pada skor 37," kata Syarif.

Mantan dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makasar tersebut mengatakan, ada catatan khusus dari TII dalam survei IPK Indonesia tahun ini.

TII menyatakan peningkatan skor indeks korupsi berasal dari kerja-kerja KPK dalam menindak orang-orang yang korupsi, walaupun mendapat perlawanan dari pemerintah dan parlemen.

"Oleh karena itu, dukungan yang sungguh-sungguh dari parlemen dan pemerintah sangat dibutuhkan jika mau melihat kenaikan signifikan indeks persepsi korupsi di Indonesia," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Bulan Tak Terungkap, Begini Kerja Polisi di Kasus Novel

10 Bulan Tak Terungkap, Begini Kerja Polisi di Kasus Novel

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 15:59 WIB

Korut Terkorup di Asia, Indonesia Peringkat Berapa?

Korut Terkorup di Asia, Indonesia Peringkat Berapa?

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 15:10 WIB

KPK Periksa Pegawai PT Mugi Rekso Abadi di Korupsi Pesawat Garuda

KPK Periksa Pegawai PT Mugi Rekso Abadi di Korupsi Pesawat Garuda

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 12:04 WIB

Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Lamteng Kampanye Pilkada di KPK

Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Lamteng Kampanye Pilkada di KPK

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 11:37 WIB

Pascakembali ke KPK, Polisi Patroli di Rumah Novel Baswedan

Pascakembali ke KPK, Polisi Patroli di Rumah Novel Baswedan

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 09:13 WIB

Terkini

Thom Haye Bertekad Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Thom Haye Bertekad Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:17 WIB

Kipas Angin Imatsu MDF Harganya Berapa? Dijuluki yang Termahal hingga Belasan Juta

Kipas Angin Imatsu MDF Harganya Berapa? Dijuluki yang Termahal hingga Belasan Juta

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:15 WIB

7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike

7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:15 WIB

Gebrakan Baru: VW dan Tesla Bikin Sepeda Listrik Canggih, Ada Radarnya!

Gebrakan Baru: VW dan Tesla Bikin Sepeda Listrik Canggih, Ada Radarnya!

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:08 WIB

Setia Sejak 2010, Andritany Bongkar Alasan Perpanjang Kontrak dengan Persija Jakarta

Setia Sejak 2010, Andritany Bongkar Alasan Perpanjang Kontrak dengan Persija Jakarta

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:08 WIB

Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial

Anak di Bawah 16 Tahun Dinilai Belum Siap Punya Media Sosial

Sumbar | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:06 WIB

Rudal Jelajah Iran Hancurkan Infrastuktur Data Amazon di Bahrain

Rudal Jelajah Iran Hancurkan Infrastuktur Data Amazon di Bahrain

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:06 WIB

5 Serum Penghilang Bekas Jerawat di Bawah Rp50 Ribu, Ampuh Cerahkan Wajah Sesuai Review

5 Serum Penghilang Bekas Jerawat di Bawah Rp50 Ribu, Ampuh Cerahkan Wajah Sesuai Review

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:05 WIB

10 Warna Baju yang Bikin Kulit Sawo Matang Kamu Auto-Glow Up, Awas Salah Pilih Bikin Kusam!

10 Warna Baju yang Bikin Kulit Sawo Matang Kamu Auto-Glow Up, Awas Salah Pilih Bikin Kusam!

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:04 WIB

Air PAM Berpotensi Mati di 7 Wilayah Jakarta Barat hingga 22 Juli, Ini Daftar Lokasinya

Air PAM Berpotensi Mati di 7 Wilayah Jakarta Barat hingga 22 Juli, Ini Daftar Lokasinya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:00 WIB

×