Nenek Sekap Anak di Hotel, Kemensos: Ada yang Disembunyikan

Dythia Novianty, Welly Hidayat

Kamis, 08 Maret 2018 | 21:58 WIB
Nenek Sekap Anak di Hotel, Kemensos: Ada yang Disembunyikan
Ilustrasi penyekapan. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil pemeriksaan sementara tim psikologi Kementerian Sosial bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), kelima anak yang diduga disekap oleh nenek berinisial CW (60), mengaku diperlakukan baik.

"Kalau dari anak, katanya maminya baik tidak ada kekerasan," kata Direktorat Jenderal Kementerian Sosial Edi Soeharto usai menjenguk kelima anak di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Bambu Apus, Jakarta Timur, Kamis (7/8/2018).

Meski begitu, keterangan anak-anak itu masih terus didalami. Lantaran kelimanya yang masih di bawah umur, cenderung tertutup untuk mengatakan hal sebenarnya kepada orang yang belum dikenal.

"Untuk seperti ini sudah sering kami temukan. Dimana kalau anak-anak sudah lama tinggal dengan orang dewasa apalagi orang-orang terdekat dia, ada kebimbangan untuk mengatakan hal sebenarnya. Apa yang ingin diketahui oleh umum, dia (anak-anak) cenderung disembunyikan," ujar Edi.

Menurutnya, ada hal yang disembunyikan oleh kelima anak tersebut. Lantaran, dari penyelidikan kepolisian ditemukan bila anak-anak melakukan kesalahan, disekap di kamar mandi oleh ibu angkat mereka CW.

"Kalau saya lihat dari komunikasinya saja yang berubah dan tidak konsisten kelihataannya. Ada yang disembunyikan, apa yang disampaikan itu sepertinya bukan hal yang nyata," kata Edi.

Menurutnya, Tim psikologi perlu waktu untuk pendalaman kesaksian anak-anak yang sebenarnya. Lantaran mereka mengaku, hanya menyampaikan hal-hal yang baik tentang Ibu angkat mereka CW.

"Kalau saya lihat, anak itu hanya bilang hal-hal yang indah tinggal di hotel, dia pergi ke hotel bintang lima, dia mau keluar negeri. Jadi seperti fantasinya tinggi ini perlu pendalaman yang terus menerus," kata Edi.

Sejak ditangkap terkait penemuan lima anak di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2/2018), status CW dalam kasus ini masih sebagai saksi. Kelima anak yang diadopsi CW yakni FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10). CW mengadopsi kelima anak itu sejak 2009.

baca juga

Namun, CW diduga kerap menganiaya selama tinggal bersama kelima anak adopsinya. Kasus ini terungkap ketika salah satu anak, FA, kabur pada April 2017, lantaran tak kuat dengan pola asuh CW. Selama kabur, FA pun tinggal bersama pengasuhnya yang berinisial Y.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nenek yang Sekap 5 Anak Adopsi Disebut Ahli Supranatural

Nenek yang Sekap 5 Anak Adopsi Disebut Ahli Supranatural

News | Kamis, 08 Maret 2018 | 18:51 WIB

Mensos: Pesan Presiden, Kalau Untuk Rakyat Tidak Ada Hari Libur

Mensos: Pesan Presiden, Kalau Untuk Rakyat Tidak Ada Hari Libur

News | Minggu, 04 Maret 2018 | 12:09 WIB

Nenek Penyekap 5 Anak Adopsi Tetap Bungkam

Nenek Penyekap 5 Anak Adopsi Tetap Bungkam

News | Sabtu, 03 Maret 2018 | 11:47 WIB

Jakarta Banjir Parah, Kemensos Aktifkan 81 Kampung Siaga Bencana

Jakarta Banjir Parah, Kemensos Aktifkan 81 Kampung Siaga Bencana

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 13:14 WIB

Kemensos: Sistem Laporan Rujukan Terpadu Diapresiasi Warga

Kemensos: Sistem Laporan Rujukan Terpadu Diapresiasi Warga

News | Rabu, 29 November 2017 | 09:50 WIB

Kemensos Adakan Jalan Sehat, Tokoh Lintas Agama Berdoa Bersama

Kemensos Adakan Jalan Sehat, Tokoh Lintas Agama Berdoa Bersama

News | Senin, 06 November 2017 | 08:55 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×