Johny Plate Akui Beli Tanah Milik Pengusaha yang Kerjakan e-KTP

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Selasa, 13 Maret 2018 | 19:59 WIB
Johny Plate Akui Beli Tanah Milik Pengusaha yang Kerjakan e-KTP
Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem Johnny G Plate. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Anggota DPR RI Jhony G. Plate merespon fakta persidangan kasus e-KTP yang menyebutkan dirinya pernah membeli tanah di Jalan Brawijaya III milik Direktur PT Sandipala Paulus Tannos. Jhony membenarkan hal tersebut, namun ia membelinya atas nama perusahaan.

"Perusahaan yang beli ya, bukan saya pribadi tapi itu perusahaan," katanya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Dalam persidangan dugaan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, Senin (5/3/2018), Azmin Aulia,  adik dari mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bercerita tentang pembelian ruko dan tanah dari Paulus Tannos. Dalam dakwaan Novanto disebut Paulus Tannos menyerahkan ruko dan tanah kepada Azmin Aulia sebagai fee proyek e-KTP.

Namun, Azmin membantah pandangan tersebut. Dalam kesaksian di persidangan, lelaki yang berprofesi sebagai pengusaha itu menyebut membeli tanah Brawijaya III milik Paulus Tannos bersama Jhony G. Plate. Pembelian lahan dilakukan dengan menggunakan perusahaan PT Mando Sawu milik politikus Partai Nasdem itu dengan nilai 3,1 juta dolar AS.

Jhony membeli tanah dengan uang pribadi. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem tersebut mengaku membeli tanah tersebut karena Paulus menjual tanah tersebut kepadanya.

"Kalau ada yang mau jual ya kita beli lah," kata Jhony.

Pembelian lahan murni atas kegiatan jual beli. Ia mengklaim membeli lahan tersebut dengan harga wajar. Tanah tersebut pun disertifikat atas nama perusahaan, bukan nama pribadi.

Jhony enggan berkomentar saat ditanya apakah pembelian lahan tersebut sempat dikonfirmasi KPK. Ia menilai, kewenangan pemanggilan adalah kewenagan lembaga antirasuah. Ia pun   enggan berkomentar jika KPK meminta klarifikasi tentang pembelian lahan tersebut.

"Nggak ada artinya, kalau kamu pakai kalau, itu membingungkan," kata Jhony.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Versi BPKP, Kerugian Negara Akibat Proyek e-KTP Rp2,3 Triliun

Versi BPKP, Kerugian Negara Akibat Proyek e-KTP Rp2,3 Triliun

News | Senin, 12 Maret 2018 | 18:55 WIB

Tiga Bulan Ditahan KPK, Novanto Rindu Mendalam Pada Anak-anaknya

Tiga Bulan Ditahan KPK, Novanto Rindu Mendalam Pada Anak-anaknya

News | Senin, 12 Maret 2018 | 17:14 WIB

Novanto Akui Keponakannya Bagi-bagi Duit Proyek e-KTP

Novanto Akui Keponakannya Bagi-bagi Duit Proyek e-KTP

News | Senin, 12 Maret 2018 | 16:51 WIB

Kode-kode Duit Suap e-KTP untuk Senayan, Dari Warna ke Merk Miras

Kode-kode Duit Suap e-KTP untuk Senayan, Dari Warna ke Merk Miras

News | Senin, 12 Maret 2018 | 15:12 WIB

Novanto Bantah Dipasangi Infus Anak-anak

Novanto Bantah Dipasangi Infus Anak-anak

News | Senin, 12 Maret 2018 | 13:27 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×