'Ajian' Setya Novanto Membuat 'Banteng' Gaduh

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Jum'at, 23 Maret 2018 | 07:15 WIB
'Ajian' Setya Novanto Membuat 'Banteng' Gaduh
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Suara.com - Tangis Setya Novanto pecah pada permulaan sidang kasus perkara korupsi KTP elektronik, Kamis (22/3/2018). Mantan orang nomor satu di Senayan itu akhirnya meminta maaf.

"Yang mulia pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf saya, tulus dari hati saya," tutur Setnov sembari menangis.

Hakim Yanto, ketua majelis hakim perkara rasywah e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, tampak kebingungan melihat Setnov menangis.

"Kalau mau minum dulu, nggak apa-apa, silahkan," kata Yanto menawarkan.

Setnov menampik tawaran itu. Ia memilih melanjutkan kalimat-kalimatnya meski suaranya semakin parau.

"Saya mohon maaf kepada yang mulia, majelis hakim, kepada pak jaksa, kepada seluruh pengunjung sidang, kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang mana dalam proses persidangan ini ada tingkah laku dan perbuatan saya telah mengganggu proses persidangan ini, baik langsung maupun tidak langsung, mohon dimaafkan," pintanya.

Sewaktu sidang perdana kasusnya, Rabu 13 Desember 2017, Setnov mengaku sakit dan tak bisa mendengar pertanyaan-pertanyaan majelis hakim. Tapi banyak pihak menilai Setnov kala itu hanya akting.

Namun, sikap Setnov berubah menjadi kooperatif dalam persidangan maupun pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, setelah tanggal 10 Januari 2018.

Persisnya, setelah mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengajukan status sebagai justice collaborator (JC)—pelaku yang bekerja sama mengungkap kasus—kepada KPK.

baca juga

‘Dua Banteng’

Dalam sidang tersebut, perubahan sikap Setnov tak hanya ditunjukkan dalam tangisan dan permintaan maafnya.

‘Papa Setnov’—begitu sebutan beken yang diberikan warganet kepadanya—juga "bernyanyi" alias menyebutkan sejumlah nama politikus yang menurutnya turut menerima uang hasil patgulipat proyek e-KTP.

Tidak tanggung-tanggung, ia mengungkap bahwa Puan Maharani dan Pramono Anung—dua politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan—ikut menerima uang tersebut saat masih berstatus anggota DPR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setor Nama-nama Koleganya ke KPK, Setnov Minta Tak Tebang Pilih

Setor Nama-nama Koleganya ke KPK, Setnov Minta Tak Tebang Pilih

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 18:09 WIB

Disebut Setnov Terima Duit e-KTP, Pramono Anung: Sila Telusuri

Disebut Setnov Terima Duit e-KTP, Pramono Anung: Sila Telusuri

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 16:00 WIB

Namanya Disebut Novanto di Sidang e-KTP, Ini Peringatan Pramono

Namanya Disebut Novanto di Sidang e-KTP, Ini Peringatan Pramono

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 15:54 WIB

Pramono Anung Bantah Terima 500 Ribu Dolar AS dari Proyek e-KTP

Pramono Anung Bantah Terima 500 Ribu Dolar AS dari Proyek e-KTP

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 15:00 WIB

Rp5 Miliar Duit Korupsi e-KTP Biayai Rapimnas Partai Golkar 2012

Rp5 Miliar Duit Korupsi e-KTP Biayai Rapimnas Partai Golkar 2012

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 14:57 WIB

Terkini

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:25 WIB

×