Indonesia Bubar 2030: Prabowo, Ghost Fleet dan Legenda Wongasu

Reza Gunadha

Senin, 26 Maret 2018 | 09:02 WIB
Indonesia Bubar 2030: Prabowo, Ghost Fleet dan Legenda Wongasu
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Sebenarnya, kalau hanya untuk memberikan peringatan kewaspadaan mengenai disintegrasi bangsa serta kebangkrutan pemerintah, Prabowo tak perlu jauh-jauh merujuk novel fiksi dari luar negeri.

Sastrawan Indonesia yang kekinian menjadi Rektor Institut Kesenian Jakarta, Seno Gumira Ajidarma, pernah membuat cerita pendek yang berplot Indonesia telah bubar.

Cerpen itu sendiri dibuat SGA—akronim beken Seno—jauh sebelum novel karya Singer dan Cole itu, yakni tahun 2002. Cerpen itu berjudul “Legenda Wongasu”.

“Suatu ketika kelak, seorang tukang cerita akan menuturkan sebuah legenda, yang terbentuk karena masa krisis ekonomi yang berkepanjangan, di sebuah negeri yang dahulu pernah ada, dan namanya adalah Indonesia,” begitu kalimat awal cerpen tersebut.

Cerpen Seno berbeda dengan Singer dan Cole, yang fokus menubuatkan keruntuhan Indonesia sebagai imbas konflik global dengan nuansa plot militeristik kental.

Seno lebih menekankan dalam karangannya, Indonesia bubar karena krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Meski telah bubar dan terpecah-pecah menjadi negeri-negeri kecil, warganya justru berbalik makmur.

“Negeri itu sudah pecah menjadi berpuluh-puluh negara kecil, yang syukurlah semuanya makmur, tetapi mereka masih disatukan oleh bahasa yang sama, yakni Bahasa Indonesia, sebagai warisan masa lalu.”

Selebihnya,  Seno dalam cerpen tersebut mengisahkan seorang dalang tengah mementaskan lakon seorang tokoh bernama Sukab, yang bekerja sebagai pemburu anjing untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

baca juga

Pekerjaan itu dilakukan Sukab karena sempitnya lapangan pekerjaan dan desakan ekonomi. Setiap Sukab memanggul karung ketika berburu anjing, anak-anak mencemoohnya dengan berteriak “wongasu, wongasu” (manusia anjing).

Tuai Sindiran

Prabowo menuai banyak sindiran setelah pernyataan "Indonesia bubar tahun 2030" itu diketahui dikutipnya dari novel fiksi.

Namun, ia menepis semua sindiran itu dengan mengatakan, terdapat istilah “scenario writing” di kalangan akademis luar negeri.

Menurutnya, “scenario writing” berbentuk seperti novel, namun ditulis oleh ahli-ahli intelijen strategis.

"You buka dong. You buka, baca, belum kan?" ujar Prabowo seusai menjadi pembicara kunci dalam acara Wadah Global Gathering di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Prabowo menyampaikan, kajian para ahli intelijen luar negeri agar semua pihak waspada. Selain itu, tidak menganggap enteng persoalan-persoalan.

Karena, menurut dia, dari awal lahirnya republik ini, banyak yang iri dengan kekayaan alam Indonesia.

Sejak dulu, lanjut dia, Indonesia selalu didatangi pihak asing, dirampok kekayaan alamnya, selama ratusan tahun.

"Anda belajar sejarah kan? Anda tahu sejarah? Anda tahu kita pernah dijajah oleh Belanda? Anda tahu bahwa kita banyak yang mati? Mereka datang ke sini jajah kita loh, karena kita kaya. Setelah perang kemerdekaan tetap Indonesia mau dipecah, dari dulu, selalu, selalu," ujar Prabowo.

Ternyata, kata dia, sampai sekarang masih ada tulisan yang menyatakan Indonesia tidak akan ada lagi pada tahun 2030.

"Ini untuk kita waspada, jangan kita anggap enteng. Kita jangan terlalu lugu. Bahwa banyak yang iri sama kita, banyak yang tidak punya sumber daya alam, jadi mereka ingin kaya dari kita," kata Prabowo.

Santai Saja

Menurut dia, ini adalah sebuah fenomena. Ia mempersilakan seluruh pihak apakah percaya dengan ucapannya atau tidak.

"Ini fenomena. Ya kalau nggak mau percaya sama saya, nggak mau dengar saya, ya nggak apa-apa. Kewajiban saya sebagai anak bangsa, saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya," ujar dia.

Lebih jauh saat ditanya mengenai anggapan kelompok tertentu bahwa dirinya bersama Gerindra adalah pihak yang antiasing, Prabowo membantah hal itu.

Menurut Prabowo, dirinya, Gerindra, tidak antiasing, justru mau bersahabat dengan asing.

"Saya, kita, tidak antiasing, kita mau bersahabat, bermitra dengan asing, tapi kita tidak mau dirampok, tidak mau dipecundangi asing," tegasnya.

Dia menekankan, jika bangsa lain boleh makmur, maka mengapa orang Indonesia tidak boleh makmur. Dia kemudian bertanya, mengapa rakyat Indonesia selalu memiliki gaji kecil, tidak bisa membayar ini, itu.

"Rakyat nggak bisa makan daging. Kenapa anak-anak kita kuntet? Anak kita butuh protein, ibu-ibu kita butuh protein, karena kalau ibu nggak sehat, anaknya juga nggak akan sehat. Ini kewajiban kita, kewajiban saya, sebagai pemimpin saya harus bicara. Jadi bukan kita antiasing, kita mau bersahabat sama asing, butuh asing, tapi kita jangan terlalu lugu, jangan kita biarkan kekayaan kita diambil dan elite kita diam, santai aja gitu loh," kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komentari Prabowo, SBY: Tak Cukup Hanya Teriak 'NKRI Harga Mati'

Komentari Prabowo, SBY: Tak Cukup Hanya Teriak 'NKRI Harga Mati'

News | Senin, 26 Maret 2018 | 08:00 WIB

HNW: Pidato Prabowo Soal Indonesia Bubar untuk Mempersatukan

HNW: Pidato Prabowo Soal Indonesia Bubar untuk Mempersatukan

News | Minggu, 25 Maret 2018 | 22:49 WIB

Survei Polcomm: Elektabilitas Jokowi Masih Ungguli Prabowo

Survei Polcomm: Elektabilitas Jokowi Masih Ungguli Prabowo

News | Minggu, 25 Maret 2018 | 12:48 WIB

Soal Gatot Nurmantyo Daftar Jadi Capres, Gerindra Tidak Kompak

Soal Gatot Nurmantyo Daftar Jadi Capres, Gerindra Tidak Kompak

News | Sabtu, 24 Maret 2018 | 11:00 WIB

Prabowo Sebut Indonesia Bubar 2030, Wakapolri: Kiamat Baru Bubar

Prabowo Sebut Indonesia Bubar 2030, Wakapolri: Kiamat Baru Bubar

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 18:02 WIB

Terkini

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Minta ke HRD, Cukup Pakai HP!

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Minta ke HRD, Cukup Pakai HP!

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 12:23 WIB

Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt

Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:22 WIB

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:20 WIB

After The Storm: Bahagia Tak Harus Menunggu Semua Impian Menjadi Kenyataan

After The Storm: Bahagia Tak Harus Menunggu Semua Impian Menjadi Kenyataan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 12:20 WIB

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:15 WIB

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 12:12 WIB

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

×