Ini Prioritas Anies-Sandiaga Lima Tahun Memimpin DKI

Arsito Hidayatullah | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 28 Maret 2018 | 19:42 WIB
Ini Prioritas Anies-Sandiaga Lima Tahun Memimpin DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan prioritas pembangunan di Jakarta selama lima tahun ke depan (periode 2017-2022) bersama Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Anies menuturkan, prioritas pertama adalah pembangunan manusia melalui pengentasan kemiskinan, yakni menurunkan tingkat kemiskinan sebesar satu persen dari 3,78 persen pada tahun 2017, menjadi 2,78 persen pada tahun 2022. Caranya adalah melalui pengurangan beban pengeluaran bagi masyarakat miskin dan peningkatan produktivitas masyarakat miskin dan rentan.

Selanjutnya, kata Anies, adalah peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas pembangunan kesehatan, juga peningkatan kualitas kepemudaan dan olahraga.

"Serta perlindungan anak dan disabilitas, antara lain melalui revitalisasi unit reaksi cepat perlindungan perempuan dan anak berbasis aplikasi, serta memberi layanan hukum, psikologis dan layanan rumah aman bagi korban, pemberian edukasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan terhadap anak, serta mewujudkan aksesibilitas kaum disabilitas terhadap pelayanan dasar, pelayanan publik dan kesempatan kerja atau berusaha," papar Anies, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017-2022 di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Berikutnya prioritas kedua, kata Anies, yakni pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang dilakukan melalui peningkatan kewirausahaan dan kesempatan kerja, melalui upaya menjadikan One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK-OCE) di 44 kecamatan sebagai penggerak utama wirausaha warga dan merevitalisasi lokasi sementara dan lokasi binaan.

Selanjutnya, ada peningkatan ketahanan pangan melalui pemantauan ketersediaan pangan, subsidi pangan, keamanan pangan, penyediaan tempat penyimpanan pangan, juga kerja sama penyediaan pangan dan pembangunan pasar.

"Ease of doing business, melalui pengembangan pelayanan online bagi perizinan dan non-perizinan dan mengefektifkan Mall Pelayanan Publik dan pengembangan industri kreatif sebagai sumber perekonomian baru yang diarahkan pada aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah (value added) yang tinggi," jelas dia.

Tak hanya itu, Anies menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur juga terkait pembangunan transportasi, melalui pengintegrasian angkutan umum berbasis jalan dan air melalui skema One Karcis One Trip (OK-OTrip). Kemudian juga dengan mengoperasikan MRT, membangun LRT, flyover, underpass, mengoperasikan sistem jalan berbayar elektronik (ERP), serta membangun jalur pedestrian dan park and ride sebagai pendukung untuk pembangunan angkutan umum massal di Jakarta.

"Pengembangan Transit Oriented Development yang berlokasi pada perpotongan dua moda atau lebih angkutan umum massal. Sebagai prioritas akan dikembangkan TOD Dukuh Atas, mengingat bahwa di kawasan ini akan dilalui oleh berbagai moda transportasi angkutan umum massal," ucap dia.

Masih menurut Anies, di bagian berikutnya adalah pengelolaan sumber daya air, juga penyediaan perumahan dengan skema DP nol rupiah, dan pengelolaan sampah.

Prioritas ketiga, kata Anies lagi, yakni peningkatan integritas aparatur, yang dilakukan melalui peningkatan integritas aparatur dan akuntabilitas pemerintahan. Sementara prioritas keempat adalah pengembangan kota lestari, yang dilakukan melalui penataan kawasan permukiman, lingkungan hidup, melalui pengendalian dan penegakan hukum pencemaran air, serta pengelolaan lingkungan hidup daratan dan pesisir dan pengembangan ruang terbuka hijau.

Lebih lanjut, Anies memaparkan bahwa prioritas kelima dalam lima tahun ini adalah pengembangan simpul kemajuan, yang dilakukan melalui pengembangan pesisir dan Kepulauan Seribu, di antaranya melalui pembangunan pusat konservasi ekologi, pengembangan pasar terpadu, pengembangan kampung wisata tematik. Kemudian juga ada peningkatan atau revitalisasi pelabuhan di 10 pulau, mewujudkan objek ekowisata kepulauan yang terjangkau, berbudaya dan berskala internasional, peningkatan daya listrik menjadi 15 megawatt, menyediakan sumber air bersih alternatif, pembangunan IPAL di setiap pulau permukiman, audit lingkungan reklamasi, serta perencanaan dan penataan kembali reklamasi.

"Pengembangan pariwisata dan budaya, di antaranya melalui pembangunan Taman Benyamin S, revitalisasi Pusat Dokumentasi HB Jassin, menyelenggarakan pagelaran seni sepanjang tahun, serta menghidupkan kembali koridor dan bangunan wisata serta budaya peninggalan sejarah (heritage)," tandasnya.

Rapat Paripurna yang dihadiri para anggota DPRD DKI Jakarta ini dipimpin oleh Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD Jakarta Abraham Lunggana (Lulung), Wakil Ketua DPRD Jakarta M Taufik, serta Wakil Ketua DPRD Triwisaksana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral! Sopir Taksi Kena Kanker dan Banyak Dibantu Ahok

Viral! Sopir Taksi Kena Kanker dan Banyak Dibantu Ahok

Tekno | Rabu, 28 Maret 2018 | 18:02 WIB

Sandiaga Uno: Penutupan Alexis adalah 'Pesan' Kami ke yang Lain

Sandiaga Uno: Penutupan Alexis adalah 'Pesan' Kami ke yang Lain

News | Rabu, 28 Maret 2018 | 16:52 WIB

Beda Peluang Anies dan Jokowi di Pilpres 2019 Menurut Demokrat

Beda Peluang Anies dan Jokowi di Pilpres 2019 Menurut Demokrat

News | Rabu, 28 Maret 2018 | 16:15 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB