Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:24 WIB
Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. [Suara.com/Adiyoga]
baca 10 detik
  • Wagub DKI Rano Karno meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen pada 17 Mei 2026.
  • Copen Hill mengolah sampah menjadi energi listrik dan panas melalui sistem pemilahan ketat yang melibatkan partisipasi warga.
  • Pemprov DKI Jakarta menerapkan sanksi pemilahan sampah, namun kebijakan tersebut dinilai belum didukung sistem infrastruktur yang terintegrasi secara holistik.

Suara.com - Kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno ke fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, Minggu (17/5/2026), menyisakan pertanyaan besar.

Apakah pelajaran mahal dari Eropa itu benar-benar akan mengubah wajah pengelolaan sampah Jakarta, atau hanya menambah koleksi studi banding tanpa tindak lanjut?

Dari Kopenhagen, Rano membawa pulang kekaguman atas sistem yang ia saksikan sendiri.

"Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal," ujar Rano, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Copen Hill, yang dikelola Amager Resource Center dan mulai beroperasi pada 2017, mampu mengolah 440.000 hingga 610.000 ton sampah per tahun, menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas bagi 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kopenhagen.

Namun, di balik kecanggihan teknologi itu, pengelola fasilitas menegaskan bahwa kunci keberhasilan sesungguhnya terletak pada kedisiplinan warga, yakni sistem pemilahan ketat sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori sampah yang berbeda.

Rano pun mengakui bahwa infrastruktur saja bukan jawaban.

"Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan partisipasi warga," tegasnya.

Pemprov DKI sendiri kini menyiapkan sanksi bagi warga yang tidak memilah sampah sejak tingkat rumah tangga. Sebuah kebijakan yang langsung menuai sorotan dari kalangan akademisi.

baca juga

Sosiolog Andreas Budi Widyanta mempertanyakan logika kebijakan yang hanya menyasar masyarakat kecil, sementara sistem pengangkutan sampah sendiri dinilai masih dalam tahap persiapan.

"Kok selalu yang mau dihukum adalah yang masyarakat kecil lagi? Kalau masyarakatnya itu sudah memilah, tapi kalau yang mengambilnya saja kemudian menjadikan pilahan-pilahan sampah itu jadi satu lagi dalam satu truk, gimana?" sorot Andreas dalam pernyataannya kepada Suara.com, Selasa (26/5/2026).

Petugas memasukkan sampah organik ke dalam mesin pencacah di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Makasar, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd]
Petugas memasukkan sampah organik ke dalam mesin pencacah di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Makasar, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd]

Andreas menilai, persoalan sampah Jakarta tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sepotong-sepotong.

"Artinya ya berbagai lini dari hulu sampai hilir itu, jangan hanya bicara tentang hilirisasi yang itu-itu saja, tapi dari proses bagaimana pengelolaan sampah dari rumah tangga sampai pengolahannya dan pembuangannya. Itu kan mesti kemudian ditata secara sistematis, holistik gitu, terintegrasi," ujarnya.

Kenyataan di lapangan pun masih jauh dari ideal, karena infrastruktur penunjang pemilahan sampah di Jakarta belum sepenuhnya tersedia. Bahkan di sejumlah RT, kebijakan itu masih tertahan di tahap sosialisasi.

Jakarta kini berdiri di persimpangan. Antara niat baik yang sudah berulang kali disuarakan dari berbagai kunjungan ke luar negeri, dan kenyataan bahwa persoalan sampah ibu kota tak kunjung tuntas tanpa pembenahan yang benar-benar menyeluruh.

Program besar yang melibatkan jutaan warga di tengah pemangkasan anggaran daerah pun turut menambah beban masalah. Tapi waktu, seperti kapasitas Bantargebang, tidak pernah bisa diajak berkompromi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Rumah ke Rumah, Gerakan Ini Ajak Warga Kurangi Ketergantungan pada Sampah Saset Plastik

Dari Rumah ke Rumah, Gerakan Ini Ajak Warga Kurangi Ketergantungan pada Sampah Saset Plastik

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 11:02 WIB

Kebijakan Sampah Residu ke Bantargebang, Apakah Solusi atau Beban Baru?

Kebijakan Sampah Residu ke Bantargebang, Apakah Solusi atau Beban Baru?

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:41 WIB

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:50 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

Terkini

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

×