Array

Siti Zuhro: Puncak Kekuatan Prabowo Pada Pilpres 2014

Jum'at, 30 Maret 2018 | 19:35 WIB
Siti Zuhro: Puncak Kekuatan Prabowo Pada Pilpres 2014
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Hingga saat ini, Partai Gerindra belum deklarasikan Ketua Umum, Prabowo Subianto sebagai bakal calon Presiden periode 2019-2024. Sikap politik itu, pun akhirnya menjadi pertanyaan banyak pihak, apakah Prabowo yang digadang-gadang sebagai lawan terkuatnya Presiden Joko Widodo akan maju Pada Pilpres 2019.

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro melihat adanya dua kemungkinan, Prabowo maju sebagai penantang Jokowi atau hanya akan menjadi penentu keputusan politik dan mengusung orang lain.

Namun demikian Zuhro berpendapat bahwasanya, puncak kejayaan bagi Prabowo yaitu di tahun 2014 yang lalu. Bisa jadi, di Pilpres 2019 yang akan datang, Prabowo akan usung sosok lain sebagai kekuatan baru bagi Gerindra dan partai koalisinya.

"Setiap pemimpin ada eranya, setiap era ada pemimpinnya. Pak Prabowo sejak Gerindra muncul, itu kan cukup booming, cukup ditengok puncaknya itu di 2014, itu puncaknya untuk Pak Prabowo. Tentu membawa dampak kepada partainya sekarang," kata Zuhro kepada Suara.com, Jumat (30/3/ 2018).

Apabila ingin mengusung Prabowo untuk ketiga kali sebagai kandidat Pilpres, maka Gerindra harus bisa memastikan apakah keputusan itu menjadi solusi yang terbaik ataukah justru akan membawa kerugian bagi Prabowo, Gerindra dan partai lain yang mendukungnya.

"Ataukah justru kalau ada calon baru yang didukung penuh oleh Prabowo dan partai-partai pendukung, itu adalah betul-betul win-win solution? O, ternyata ini amunisi baru. Amunisi baru yang menjadi lawan tanding yang kokoh bagi Jokowi sebagai petahana," tutur Zuhro.

Zuhro tidak mengingkari bahwa saat ini Prabowo masih kuat. Namun, ia harus mempertimbangkan kekuatan yang dimiliki lawan politik, terutama Jokowi sebagai petahan.

"Jangan sampai itu komposisinya, menangnya tipis atau kalahnya tipis. Nanti lara-lara politik lagi yang dia dapat," ujat Zuhro.

Prabowo juga perlu melihat karakter pemilih saat ini, utamanya pemilih milenial.

Menurut Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), generasi milenial biasanya lebih suka pemimpin yang lebih muda dan energik.

"Generasi milenial itu kan kuat pengaruhnya di media, baik media sosial nanti merambah ke media elektronik, cetak. Akahirnya nanti tergantung bagaimana nuansa yang disampaikan oleh calon-calon yang katakanla itu terlalu jadul," tutur Zuhro.

"Jadi generasi milenial senangnya yang energik, yang muda, yang menerobos, yang kelakuannya paling tidak jaman now, juga bisa diajak metal," kata Zuhro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI