KPAI Minta Kemdikbud Awasi Ketat Program Magang SMK ke LN

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 03 April 2018 | 15:01 WIB
KPAI Minta Kemdikbud Awasi Ketat Program Magang SMK ke LN
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. (suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengawasi ketat jalur pengiriman siswa SMK untuk magang ke luar negeri. Sebab terjadi perdagangan Siswa SMK ke LN dengan upah murah.

KPAI menctat dalam tiga bulan terakhir kasus perdagangan manusia dan eksploitasi mengincar anak di bawah umur. Jumlahnya sudah puluhan kasus.

Di awal tahun 2018, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengumpulkan data trend kasus trafficking dan eksploitasi anak yang terdiri dari 8 kasus anak di bawah umur menjadi korban perdagangan manusia, 13 kasus eksploitasi seks komersial anak, 9 kasus anak korban prostitusi dan 2 korban anak eksploitasi ekonomi.

Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi KPAI, Ai Maryati Solihah menjelaskan di data Bareskrim Polri bidang PTTPPO 2011-2017 menunjukan angka 422 kasus anak korban kejahatan trafficking dengan modus tertinggi yakni eksploitasi seksual.

"Dari akhir tahun 2017 ada beberapa kasus eksploitasi terhadap anak seperti anak yang dijual kepada WNA di Jakarta dan perekrutannya melibatkan anak di bawah umur, lalu ada 3 remaja asal Jawa Barat dieksploitasi secara seksual di Kota Surabaya di sebuah apartemen. Yang paling terbaru ialah modus penawaran magang palsu kepada sekolah-sekolah kejuruan untuk bekerja di luar negeri," jelasnya saat konferensi pers di KPAI Jakarta, Selasa (4/3/2018).

KPAI berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta dinas-dinas pendidikan di daerah mengawasi kerja sama antara sekolah dan perusahaan perekrut magang.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti menjelaskan selama ini nota kesepahaman pemberangkatan siswa magang hanya diketahui oleh pihak sekolah dan pihak perekrut. Menurut dia, skema itu harus diubah.

"Seharusnya pihak Kemdikbud atau dinas pendidikan setempat turut andil dalam pembuatan MoU agar terlihat kejelasan regulasi keberangkatannya," ujar Retno.

KPAI akan mendorong Kemdikbud mengawasi ketat program magang di luar negeri bagi siswa SMK.

baca juga

"Harus ada rekomendasi dari KBRI di negara tujuan agar perusahaan-perusahaan perekrut, agar mudah terpantau," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sekolah Jadi Perantara Jual Siswa SMK ke LN dengan Upah Murah

Sekolah Jadi Perantara Jual Siswa SMK ke LN dengan Upah Murah

News | Selasa, 03 April 2018 | 14:29 WIB

Ratusan Siswa Magang SMK Jadi Korban Perdagangan Manusia

Ratusan Siswa Magang SMK Jadi Korban Perdagangan Manusia

News | Selasa, 03 April 2018 | 13:27 WIB

DKI Bentuk BLUD Sekolah SMK, untuk Apa?

DKI Bentuk BLUD Sekolah SMK, untuk Apa?

News | Rabu, 28 Maret 2018 | 09:43 WIB

Pengasuhan Anak Rendah, KPAI Desak Pemerintah Buka Konsultasi

Pengasuhan Anak Rendah, KPAI Desak Pemerintah Buka Konsultasi

News | Selasa, 27 Maret 2018 | 08:37 WIB

KPAI: 16 Anak Meninggal di Tangan Orang Tuanya Sendiri

KPAI: 16 Anak Meninggal di Tangan Orang Tuanya Sendiri

News | Senin, 26 Maret 2018 | 17:05 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Alasan Fresh Graduate Tak Boleh Bikin Satu CV saat Lamar Kerja di Beragam Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×