Pasca Hina Putin, Tsamara Ajak Diskusi Kedubes Rusia

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 11 April 2018 | 11:25 WIB
Pasca Hina Putin, Tsamara  Ajak Diskusi Kedubes Rusia
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengundang perwakilan Duta Besar Rusia untuk Indonesia berdiskusi. Perwakilan Rusia yang hadir adalah Sekretaris Pertama Sergy Drobyshevsky. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengundang perwakilan Duta Besar Rusia untuk Indonesia berdiskusi. Perwakilan Rusia yang hadir adalah Sekretaris Pertama Sergy Drobyshevsky.

Diskusi kali ini soal kritik Ketua DPP PSI Tsamara Amany, terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR dari fraksi Gerindra Fadli Zon, yang menganggap Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pemimpin ideal untuk Indonesia.

Pertemuan berlangsung pukul 10.55 WIB dan tertutup. Awak media yang ingin melakukan peliputan hanya diperkenankan untuk mengambil gambar awal pertemuan.

"Terima kasih (Sergy) sudah datang. Nanti setelah pertemuan kita akan adakan konferensi pers," ujar Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

Sebelum membahas topik utama, Raja Juli lebih dulu mengenalkan ke Sergy, kalau PSI merupakan partai baru yang akan mewarnai pesta demokrasi Indonesia.

"Iya sudah tahu. Baru dari tahun 2014 kan?" kata Sergy.

Selain Raja Juli dan Sergy hadir Tsamara dalam pertemuan ini.

Sebelumnya, Tsamara Amany mendapar kritik dari media Rusia, karena dinilai memunyai opini yang salah mengenai Presiden Vladimir Putin dan politik negeri tersebut.

Kritik itu dilancarkan media Russia Beyond edisi bahasa Indonesia, melalui akun Facebook resminya, Kamis (5/4/2018) malam.

Russia Beyond juga mengunggah tautan video Tsamara yang tengah mengomentari Vladimir Putin dan Rusia untuk membalas pernyataan Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

Pernyataan Fadli yang dimaksud Tsamara adalah, penilaiannya bahwa Indonesia memerlukan sosok pemimpin kuat seperti Putin. Fadli menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto cocok dengan kriteria tersebut.

Berikut pernyataan Tsamara dalam video, yang mengomentari pernyataan Fadli dengan menyebut Putin bukan contoh teladan sebagai pemimpin.

Putin bukan contoh pemimpin yang baik. Ia membungkam oposisi dan pers di Rusia sana.

Di Rusia, tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia. Bahkan di sana, praktik-praktik korupsi dibiarkan begitu saja.

Kalau kita lihat dari segi indeks persepsi korupsi, Indonesia jauh di atas Rusia. Nah, kalau sudah tahu begitu, yakin orang seperti itu mau dijadikan standar kepemimpinan?

Kalau saya? Tidak mau ada pemimpin seperti itu di Indonesia.

Pernyataan-pernyataan Tsamara itu dibalas oleh administrator laman komunitas Rusia Beyond berbahasa Indonesia.

Mereka menyebut Tsamara adalah politikus yang berwawasan dangkal.

Wow, luar biasa Tsamara Amany!

Selamat malam Tsamara, kami Russia Beyond, media Rusia yang (salah satunya) dalam bahasa Indonesia—mungkin Anda belum pernah tahu sebelumnya, jadi mari kita berkenalan.

Kami pikir di sini ada kesalahpahaman soal pengetahuan Anda tentang politik dan bahkan sistem pers di Rusia. Ini sangat disayangkan sekali.

Kami tidak membela siapa pun, termasuk Fadli Zon atau bahkan Presiden Putin. Namun, pernyataan Anda tentang negara kami, bahwa di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia, ini menunjukkan kedangkalan wawasan.

Pernyataan Anda juga sangat disayangkan karena hubungan antara kedua negara kita sangat baik. Anda mungkin bisa tidak sepakat dengan Fadli Zon, tapi pernyataan Anda sebagai seorang politikus muda sungguh menunjukkan ketidakdewasaan.

Kami pikir, Anda perlu lebih banyak riset soal negara kami. Kalau ada politikus Indonesia yang mengidolakan pemimpin kami, kami bisa apa? Yang jelas, Anda selalu bisa juga berdiskusi dengan kami, Russian Embassy in Indonesia, atau Pusat Kebudayaan Rusia untuk tahu lebih banyak tentang negara kami.

Soal korupsi, di Rusia memang ada korupsi, dan ya, besar—itu betul. Peringkat kami di bawah Indonesia, itu juga betul. Namun, bukan berarti kami tidak melawan korupsi dan membiarkannya begitu saja seperti yang Anda katakan.

Tahukah Anda bahwa di Rusia pernah terjadi penangkapan pejabat secara massal sepanjang sejarah pasca-Soviet.

Rusia pernah menghukum 8.800 pegawai negeri Rusia karena kasus korupsi (dalam tempo satu tahun). Banyak? Ya, tentu. Tapi bukan berarti kami membiarkan sama sekali.

Kami lihat, Anda punya karier yang sedang naik. Karena itu, kami harap Anda bisa lebih bijaksana ke depannya ketika mengomentari negara lain, apalagi jika pengetahuan Anda tentang negara itu sangat minim.

Jika itu kebetulan tentang Rusia, silakan cari tahu banyak hal dari kami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Daud: Tanpa Mendahului Tuhan, Saya Yakin Menang Sebelum Ronde 12

Daud: Tanpa Mendahului Tuhan, Saya Yakin Menang Sebelum Ronde 12

Sport | Rabu, 11 April 2018 | 09:39 WIB

Fadli Zon Ungkap Penyebab Ahok Keluar dari Partai Gerindra

Fadli Zon Ungkap Penyebab Ahok Keluar dari Partai Gerindra

News | Selasa, 10 April 2018 | 19:46 WIB

Capres Petahana Boleh Pakai Pesawat Negara, Fadli Zon Protes

Capres Petahana Boleh Pakai Pesawat Negara, Fadli Zon Protes

News | Selasa, 10 April 2018 | 16:03 WIB

Gara-Gara Tsamara Amany, Jokowi Diharap Minta Maaf ke Putin

Gara-Gara Tsamara Amany, Jokowi Diharap Minta Maaf ke Putin

News | Senin, 09 April 2018 | 18:27 WIB

Pidato Jokowi Berapi-api, Fadli Zon: Mau Tiru Prabowo Tuh

Pidato Jokowi Berapi-api, Fadli Zon: Mau Tiru Prabowo Tuh

News | Senin, 09 April 2018 | 16:49 WIB

Terkini

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:28 WIB

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:21 WIB

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard

News | Senin, 01 Juni 2026 | 11:06 WIB

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:49 WIB

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:16 WIB

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:02 WIB

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:43 WIB

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:29 WIB