ISIS Kalah, Amerika Serikat Tetap Tak Mau Angkat Kaki dari Suriah

Reza Gunadha

Senin, 16 April 2018 | 16:31 WIB
ISIS Kalah, Amerika Serikat Tetap Tak Mau Angkat Kaki dari Suriah
Duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley. [AFP/Kena Betancur]

Suara.com - Amerika Serikat menegaskan tidak mau angkat kaki dari Suriah, meski gerombolan teroris ISIS berhasil dikalahkan oleh pasukan Presiden Bashar Al Assad yang didukung Rusia dan banyak milisi-milisi rakyat.

Militer Pakde Sam bercokol di Suriah sejak tahun 2013 atas nama perang melawan teroris ISIS. Namun, setelah ISIS kalah, tentara AS justru melancarkan serangan agresi terhadap pemerintah Suriah. Mereka menuding Presiden Assad menggunakan senjata kimia untuk membunuh rakyat.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley kepada CBS News, Minggu (15/4/2018), memaparkan tiga tujuan AS di Suriah setelah serangan udara mereka menargetkan sejumlah fasilitas yang diklaimnya gudang senjata kimia.

"Pertama, Presiden Donald Trump sudah dengan sangat jelas menyatakan bahwa kita tidak bisa menggunakan senjata kimia di mana pun, dan kami akan terus memeranginya dengan berbagai cara untuk melindungi kepentingan Amerika," klaim Haley.

“Kedua, kami ingin memastikan bahwa mereka memahami bahwa ISIS harus dikalahkan sepenuhnya. Ketiga, kami ingin memastikan bahwa pengaruh Iran tidak akan mendominasi wilayah tersebut,” tambah dia.

Sanksi untuk Rusia

Haley juga mengumumkan rencana AS untuk menjatuhkan sanksi baru ke Rusia karena krisis Suriah. Selain sanksi yang sudah ada, yaitu karena aneksasi Ukraina dan campur tangan dalam pemilihan presiden AS.

Menteri Keuangan AS Mnuchin diperkirakan akan mengumumkannya pada Senin (16/4) waktu setempat, dan mereka akan mendatangi perusahaan apa saja yang berurusan dengan persenjataan Assad serta penggunaan senjata kimia.

AS, Inggris, dan Prancis pada Jumat (13/4) melancarkan serangan udara ke fasilitas yang mereka klaim gudang senjata kimia milik Assad.

baca juga

Sementara otoritas pengelola kompleks lembaga sains di Suriah yang menjadi sasaran serangan udara agresi AS, menepis tuduhan memunyai maupun mengembangkan senjata kimia pemusnah massal.

Kepala Institut Pembangunan Industri Farmasi dan Kimia Saeeda Saeed menegaskan, kompleks yang dibom AS tersebut justru digunakan oleh Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada tahun 2013.

"OPCW ada di kompleks ini sejak tahun 2013, dan hingga kekinian masih beraktivitas melakukan pemantauan," kata Saeed setelah pesawat tempur AS menghancurkan bangunan tersebut yang dilansir Xinhua, Senin (16/4/2018).

"Kompleks gedung yang hancur ini adalah tempat kerja tim ahli OPCW di Suriah. Mereka membawa seluruh benda yang dicurigai sebagai senjata kimia untuk diteliti. OPCW sendiri sudah 2 kali melaporkan tak ada senyawa kimia yang digunakan untuk senjata," jelasnya.

Ia menuturkan, AS sudah berbohong mengenai adanya instalasi senjata kimia yang digunakan militer Suriah untuk membunuh rakyat atas perintah Presiden Bashar Al Assad.

"Aku dan kalian sendiri, para jurnalis dalam dan luar negeri menjadi saksinya. Seandainya ada senjata kimia di sini, maka kita tak bakal bisa berdiri tanpa memakai masker saat ini," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Foto Ini Ungkap Kebohongan AS soal Suriah Punya Senjata Kimia

Foto Ini Ungkap Kebohongan AS soal Suriah Punya Senjata Kimia

News | Senin, 16 April 2018 | 14:32 WIB

Hizbullah: Perang Agresi AS dan Sekutunya ke Suriah Gagal

Hizbullah: Perang Agresi AS dan Sekutunya ke Suriah Gagal

News | Senin, 16 April 2018 | 13:35 WIB

Terungkap Gambar Kehancuran Suriah Pascaserangan Udara

Terungkap Gambar Kehancuran Suriah Pascaserangan Udara

News | Senin, 16 April 2018 | 07:48 WIB

Kutuk Agresi AS, Putin: Mereka adalah Dalang Teroris di Suriah

Kutuk Agresi AS, Putin: Mereka adalah Dalang Teroris di Suriah

News | Minggu, 15 April 2018 | 18:21 WIB

Dewan Masjid Indonesia Kecam Perang Agresi AS ke Suriah

Dewan Masjid Indonesia Kecam Perang Agresi AS ke Suriah

News | Minggu, 15 April 2018 | 16:19 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×