Aksi #2019GantiPresiden, Polri Minta Tak Terjadi Lagi Intimidasi

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Senin, 30 April 2018 | 12:33 WIB
Aksi #2019GantiPresiden, Polri Minta Tak Terjadi Lagi Intimidasi
Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol. Murad Ismail, dan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Sabtu (30/9/2017) malam. [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta kejadian dugaan intimidasi yang dilakukan kelompok #2019GantiPresiden tehadap massa #DiaSibukKerja di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018), tak terulang kembali. Kedua kelompok sedang beraktifitas di acara Car Free Day.

Menurut Setyo, Polri tegas melarang adanya tindakan persekusi maupun intimidasi yang dilakukan ditempat seharusnya masyarakat menikmati olahraga.

Setyo tegas kejadian tersebut bila terulang, polisi tak segan - segan mengambil tindakan hukum sebagai pengayom masyarakat.

"Yang dilarang adalah upaya - upaya persekusi, intimidasi dan upaya pemaksaan terhadap kelompok lain. Saya berharap tak diulangi lagi. Kalau terulang kami akan lakukan tindakan tegas," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Setyo menuturkan peran anggota Polri dalam kejadian yang ramai terekam di video tersebut, sudah memisahkan kedua massa tersebut agar tidak terjadi gesekan.

"Kemarin kan sudah dipisahkan itu. Sudah diarahkan satu kelompok tidak melalui Hotel Indonesia (HI) yang satu kelompok tidak melintas di situ," ujar Setyo.

Setyo menambahkan bila memang ada salah satu kelompok, yang menjadi korban dan melaporkan hal tersebut ke polisi. Polisi siap memproses laporan tersebut dan melakukan penyelidikan.

"Polri tentu akan menerima dan kami melakukan proses sesuai SOP, melakukan pengumpilan bahan, keterangan, penyelidikan," kata Setyo.

Setyo belum dapat menyampaikan terkait video viral dugaan intimidasi kelompok #2019GantiPresiden terhadap massa #DiaSibukKerja, kejadian tersebut merugikan salah satu kelompok. Kata, Setyo pihaknya hanya menunggu laporan terhadap korban yang merasa dirugikan dalam kejadian persekusi tersebut.

baca juga

"Kalau ditanya psikologis kan yang merasakan yang tau. Kalau memang merasa seperti itu bisa dilaporkan," tutup Setyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Telusuri Dugaan Intimidasi Massa #2019GantiPresiden

Polisi Telusuri Dugaan Intimidasi Massa #2019GantiPresiden

News | Senin, 30 April 2018 | 12:17 WIB

Aksi #2019GantiPresiden, Ketua MPR: Jangan Saling Menghabisi

Aksi #2019GantiPresiden, Ketua MPR: Jangan Saling Menghabisi

News | Senin, 30 April 2018 | 12:14 WIB

Aksi #2019GantiPresiden, Sandi Ingatkan Aturan yang Diteken Ahok

Aksi #2019GantiPresiden, Sandi Ingatkan Aturan yang Diteken Ahok

News | Senin, 30 April 2018 | 12:00 WIB

Dugaan Intimidasi #2019GantiPresiden, Ini Kata Sandiaga

Dugaan Intimidasi #2019GantiPresiden, Ini Kata Sandiaga

News | Senin, 30 April 2018 | 11:23 WIB

Kelompok #2019GantiPresiden Bantah Intimidasi Pendukung Jokowi

Kelompok #2019GantiPresiden Bantah Intimidasi Pendukung Jokowi

News | Senin, 30 April 2018 | 11:03 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×