Pengungsi Rohingya Bertarung Melawan Longsor dan Banjir

Reza Gunadha

Minggu, 06 Mei 2018 | 01:00 WIB
Pengungsi Rohingya Bertarung Melawan Longsor dan Banjir
Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan, warga Rohingya Myanmar yang mengungsi ke Bangladesh terancam bencana longsor dan banjir.

”Sekitar 8.000 pengungsi Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sepanjang tahun ini,” kata juru bicara UNHCR Andrej Mahecic dalam jumpa pers, Jumat (4/5/2018) di Jenewa dan dikutip Anadolu Agency.

Sejak 25 Agustus 2017, sekitar 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Mereka melarikan diri dari Myanmar ketika pasukan keamanan melancarkan aksi terhadap komunitas Muslim minoritas.

Sementara berdasarkan data Doctors Without Borders, setidaknya 9.000 Rohingya tewas di negara bagian Rakhine sejak 25 Agustus hingga 24 September.

Dalam laporan yang terbit 12 Desember, organisasi kemanusiaan global mengatakan kematian 71,7 persen atau 6.700 orang Rohingya disebabkan oleh kekerasan. Termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Sekitar 60.000 pengungsi saat ini berada di wilayah yang berisiko tinggi longsor dan banjir.

"Sekitar 150.000 hingga 200.000 pengungsi Rohingya menghadapi risiko dampak musim hujan ini. Mereka tinggal di tanah rawan longsor dan banjir, serta mendesak untuk direlokasi," kata Mahecic.

Maret lalu, UNHCR dan mitra meluncurkan Joint Response Plan untuk Krisis Kemanusiaan Rohingya. Mereka mencari donasi sekitar USD 950 juta pada 2018 untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 880.000 pengungsi Rohingya dan elbih dari 330.000 warga Bangladesh yang terkena dampak krisis.

"Pada Mei, kami hanya menerima 16 persen dari dana yang dibutuhkan," kata Mahecic.

baca juga

PBB menggambarkan Rohingya sebagai warga paling teraniaya di dunia, mengalami ketakutan meningkat karena puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan—termasuk bayi dan anak kecil—pemukulan brutal, dan penghilangan oleh personel keamanan.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wiranto Diundang Temui Aung San Suu Kyi di Myanmar

Wiranto Diundang Temui Aung San Suu Kyi di Myanmar

News | Minggu, 29 April 2018 | 01:15 WIB

Kontras Beberkan Kekarasan Terhadap Kaum Rohingya

Kontras Beberkan Kekarasan Terhadap Kaum Rohingya

News | Rabu, 25 April 2018 | 05:13 WIB

Masuk Indonesia, Imigran Ilegal Bangladesh Ngaku Rohingya

Masuk Indonesia, Imigran Ilegal Bangladesh Ngaku Rohingya

News | Senin, 23 April 2018 | 18:55 WIB

Sebar Kebencian Seperti di Myanmar, Menkominfo Akan Tutup Facebok

Sebar Kebencian Seperti di Myanmar, Menkominfo Akan Tutup Facebok

Tekno | Selasa, 10 April 2018 | 05:15 WIB

PBB Anggap Myanmar Tak Siap Hadapi Pemulangan Etnis Rohingya

PBB Anggap Myanmar Tak Siap Hadapi Pemulangan Etnis Rohingya

News | Senin, 09 April 2018 | 05:47 WIB

Terkini

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:06 WIB

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:04 WIB

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Jakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:43 WIB

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:38 WIB

×