Perjalanan Terpilihnya Mahathir dan Janjinya ke Warga Malaysia

Dythia Novianty | Suara.com

Jum'at, 11 Mei 2018 | 07:33 WIB
Perjalanan Terpilihnya Mahathir dan Janjinya ke Warga Malaysia
Mahathir Mohamad (tengah) resmi sebagai perdana menteri Malaysia, Kamis (10/5/2018) malam. [AFP/Manan Vatsyayana]

Suara.com - Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri berusia 92 tahun, dilantik Kamis (10/5/2018) sebagai perdana menteri baru Malaysia dan sebagai kepala pemerintahan tertua di dunia, berjanji memerangi korupsi, menyelesaikan kasus Najib dan menyatukan negara dengan populasi 31 juta orang tersebut.

"Anda tahu kekacauan di negara ini. Kami harus mengurus kekacauan ini sesegera mungkin," kata Mahathir pada konferensi pers.

Dia menekankan, jika aturan hukum akan sepenuhnya dilaksanakan.

"Jika hukum mengatakan bahwa Najib telah melakukan kesalahan, maka dia harus menghadapi konsekuensinya," tegasnya.

Seperti diketahui, terungkap laporan korupsi setidaknya 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 49 triliun, dicuri dari dana pemerintah dan dihabiskan untuk membeli real estat, perhiasan, dan barang seni, dengan 731 juta dolar AS (Rp 10 triliunan) berakhir di rekening pribadi perdana menteri, Najib Razak. Warga Malaysia berang dan "membuang" nama Najib dalam pemilihan, pertama kalinya partai yang berkuasa telah kehilangan kekuasaan sejak kemerdekaan lebih dari 60 tahun yang lalu.

"Kesalahan terbesar yang saya buat dalam hidup saya adalah memilih Najib," kata Mahathir kepada para pemilih pekan lalu.

 Namun, bagaimana para pemimpin baru Malaysia akan memerintah bersama adalah pertanyaan besar. Banyak anggota koalisi besar Mahathir yang menyimpan amarah atas daftar tuduhan korupsi yang menjulang tinggi terhadap Najib.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membatalkan tahun-tahun kekuasaan yang tak terkendali," kata Cynthia Gabriel, direktur eksekutif Pusat nirlaba untuk Memerangi Korupsi dan Kronisme, yang berbasis di Kuala Lumpur.

Gabriel menambahkan bahwa dia mengharapkan pemerintah baru untuk benar menyelidiki kasus Najib dan uang yang hilang, serta mulai bekerja sama dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, yang menyelidiki pencurian uang pemerintah Malaysia dan pencuciannya melalui lembaga keuangan Amerika, dan perusahaan asing lainnya.

"Tetapi untuk sekarang, kekuasaan telah dikembalikan kepada orang-orang Malaysia, karena kami telah mengantar sistem dua partai," kata Gabriel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahathir Mohamad Dilantik Jadi Perdana Menteri Malaysia

Mahathir Mohamad Dilantik Jadi Perdana Menteri Malaysia

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 22:30 WIB

Mahathir Mohamad, Guru yang Mengalahkan Muridnya Sendiri

Mahathir Mohamad, Guru yang Mengalahkan Muridnya Sendiri

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 17:15 WIB

Mahathir Mohamad Resmi Jadi PM Tertua di Dunia

Mahathir Mohamad Resmi Jadi PM Tertua di Dunia

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 09:18 WIB

Atur Skor, Dua Pebulutangkis Malaysia Diskors 15 dan 20 Tahun

Atur Skor, Dua Pebulutangkis Malaysia Diskors 15 dan 20 Tahun

Sport | Rabu, 02 Mei 2018 | 16:13 WIB

Bubarkan Parlemen, PM Malaysia Pakai Semboyan Mirip Donald Trump

Bubarkan Parlemen, PM Malaysia Pakai Semboyan Mirip Donald Trump

News | Minggu, 08 April 2018 | 11:54 WIB

Sah! Di Malaysia Pembuat dan Penyebar Hoaks Akan Dibui 6 Tahun

Sah! Di Malaysia Pembuat dan Penyebar Hoaks Akan Dibui 6 Tahun

Tekno | Senin, 02 April 2018 | 21:25 WIB

Terkini

Kurangi Sampah Jakarta, Warga Belajar Cara Pengolahan Limbah Jadi Sumber Penghasilan

Kurangi Sampah Jakarta, Warga Belajar Cara Pengolahan Limbah Jadi Sumber Penghasilan

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:03 WIB

Dasco Telepon Malam-malam, Prabowo Langsung Jenguk Korban KA dan Kucurkan Rp4 Triliun Dana Perbaikan

Dasco Telepon Malam-malam, Prabowo Langsung Jenguk Korban KA dan Kucurkan Rp4 Triliun Dana Perbaikan

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:02 WIB

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:50 WIB

Viral Polisi Sita Mobil Sport Rp1 Miliar Gegara Pengemudi Mabuk di Jalan

Viral Polisi Sita Mobil Sport Rp1 Miliar Gegara Pengemudi Mabuk di Jalan

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:30 WIB

Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, DPRD DKI Minta Transjakarta Wujudkan Zero Accident

Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, DPRD DKI Minta Transjakarta Wujudkan Zero Accident

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:22 WIB

Pete Hegseth Dihabisi Kongres AS, Biaya Perang Iran Tembus Rp400 Triliun

Pete Hegseth Dihabisi Kongres AS, Biaya Perang Iran Tembus Rp400 Triliun

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:16 WIB

London Mencekam, Warga Yahudi Jadi Korban Penusukan Brutal

London Mencekam, Warga Yahudi Jadi Korban Penusukan Brutal

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:14 WIB

Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran

Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran

News | Kamis, 30 April 2026 | 08:51 WIB

Akademisi Sorot Rencana Akses Pesawat Asing: Negara Harus Pegang Teguh Politik Bebas Aktif

Akademisi Sorot Rencana Akses Pesawat Asing: Negara Harus Pegang Teguh Politik Bebas Aktif

News | Kamis, 30 April 2026 | 08:31 WIB

Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump

Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump

News | Kamis, 30 April 2026 | 08:02 WIB