Begini Langkah Kesatuan Komando Membuat Napi Teroris Menyerah

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 11 Mei 2018 | 12:13 WIB
Begini Langkah Kesatuan Komando Membuat Napi Teroris Menyerah
Kepala Staf Presiden Moeldoko. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan prosedur pelepasan sandera di Mako Brimob sudah berjalan sangat baik sesuai dengan perintah langsung Presiden Joko Widodo. Ia membeberkan teknik yang dilakukan oleh kesatuan komando hingga akhirnya para narapidana teroris menyerah.

Moeldoko menjelaskan usai mendapatkan petunjuk dari Presiden, kesatuan komando yang diketuai oleh Menko Polhukam Wiranto mengambil beberapa langkah tindakan, yakni serbu, penekanan, dan taktis.

"Ada dalam militer maupun kepolisian adalah prosedur pengambilan keputusan, Menkopolhukam, wakapolri, panglima TNI, kepala BIN, biasa untuk melihat situasi dengan jernih akhirnya ada beberapa alternatif tindakan yang dipilih," jelas Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).

Lebih lanjut Moeldoko mengatakan tahap penekanan yang dimaksud ialah kesatuan komando tidak memberikan kesempatan para napiter untuk mendapatkan fasilitas, seperti listrik maupun makanan. Karena makanan ini lah akhirnya, napiter mau menyerahkan sandera meskipun dalam waktu yang cukup lama.

"Listrik dimatikan, air dimatikan, makanan tidak diberikan, setelah malam ada keluhan dari mereka akhirnya yang satu dilepas. Secara terbatas makanan kita berikan," katanya.

Ia pun menambahkan, pada saat semua napiter menyerah masih ada 10 napiter yang bertahan. Oleh karena itu, kesatuan komando melakukan penyerbuan dengan ditandai oleh ledakan-ledakan, Kamis (10/5/2018) pagi hari.

"Tetapi masih ada 10 yang tertinggal. Disitulah perintah untuk melakukan serbu dan kemarin ada ledakan-ledakan itu serbuan," tambahnya.

Moeldoko pun sempat memaparkan alasan kesatuan komando tidak langsung menghabisi 10 napiter tersebut.

"Dan yang 10 menyerah terakhir kenapa tidak dihabisin karena ada konvensi Jenewa kalau lawan sudah menyerah itu tidak boleh dibunuh," pungkasnya.

baca juga

Ia pun berharap dari penjelasan di atas bisa meluruskan persepsi-persepsi tentang Mako Brimob yang beredar di masyarakat dan tidak lagi menimbulkan perdebatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Rusuh Mako Brimob, Tuntutan Aman Abdurrahman Ditunda

Pasca Rusuh Mako Brimob, Tuntutan Aman Abdurrahman Ditunda

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 11:33 WIB

Jokowi Berharap Trilateral Ulama Berkontribusi untuk Afganistan

Jokowi Berharap Trilateral Ulama Berkontribusi untuk Afganistan

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 11:15 WIB

Jokowi: Indonesia Kecam Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Jokowi: Indonesia Kecam Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 10:58 WIB

DPR Dorong Polri Berlakukan Pengamanan Ekstra di Mako Brimob

DPR Dorong Polri Berlakukan Pengamanan Ekstra di Mako Brimob

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 06:13 WIB

Pihak Keluarga Ahok Tak Khawatir Saat Mako Brimob Rusuh

Pihak Keluarga Ahok Tak Khawatir Saat Mako Brimob Rusuh

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 06:05 WIB

Terkini

Pemerintah Didesak Tegur Sekolah Bandel yang Abaikan PJJ Saat Erupsi Anak Krakatau

Pemerintah Didesak Tegur Sekolah Bandel yang Abaikan PJJ Saat Erupsi Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 16:49 WIB

AHY Ingatkan Kekuasaan Ada Batasnya, Golkar: Itu Kode Keras Kesiapan Pilpres 2029

AHY Ingatkan Kekuasaan Ada Batasnya, Golkar: Itu Kode Keras Kesiapan Pilpres 2029

News | Senin, 07 September 2026 | 16:48 WIB

Data Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Lapangan, Pemerintah Didorong Perkuat Pendataan

Data Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Lapangan, Pemerintah Didorong Perkuat Pendataan

Video | Senin, 07 September 2026 | 16:48 WIB

Vietnam Waspada! Bocoran Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Ketar-ketir Tetangga

Vietnam Waspada! Bocoran Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Ketar-ketir Tetangga

Bola | Senin, 07 September 2026 | 16:47 WIB

Melesat bak Roket! Start dari Posisi Buncit, Aksi Gila Pembalap Indonesia Libas 26 Lawan di Sepang

Melesat bak Roket! Start dari Posisi Buncit, Aksi Gila Pembalap Indonesia Libas 26 Lawan di Sepang

Sport | Senin, 07 September 2026 | 16:45 WIB

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

News | Senin, 07 September 2026 | 16:44 WIB

Klub Emil Audero Diguncang Krisis, Ribuan Suporter Tuntut Presiden Mundur

Klub Emil Audero Diguncang Krisis, Ribuan Suporter Tuntut Presiden Mundur

Bola | Senin, 07 September 2026 | 16:43 WIB

AHY Sebut Kekuasaan Bukan Milik Selamanya, PAN Jawab dengan Penegasan Loyalitas ke Prabowo

AHY Sebut Kekuasaan Bukan Milik Selamanya, PAN Jawab dengan Penegasan Loyalitas ke Prabowo

News | Senin, 07 September 2026 | 16:42 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Cadangan Devisa yang Meningkat

Rupiah Menguat Tipis Berkat Cadangan Devisa yang Meningkat

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 16:40 WIB

7 Manfaat Campuran Air Mawar dan Baby Oil untuk Wajah

7 Manfaat Campuran Air Mawar dan Baby Oil untuk Wajah

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 16:40 WIB

×