DPR Dorong Polri Berlakukan Pengamanan Ekstra di Mako Brimob

Vania Rossa, Dian Rosmala

Jum'at, 11 Mei 2018 | 06:13 WIB
DPR Dorong Polri Berlakukan Pengamanan Ekstra di Mako Brimob
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong pimpinan Polri untuk memberlakukan pengamanan ekstra maksimum di rumah tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, guna untuk mengantisipasi terulangnya insiden kerusuhan di sana, khususnya bagi sel para nara pidana kasus teroris.

Bambang turut merasa prihatin dan menyampaikan dukacita mendalam bagi semua anggota Brimob yang tewas dalam bentrokan antara polisi dan tahanan kasus terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (8/5/2018) malam.

Politikus Partai Golkar ini juga berikan apresiasi kepada Polri yang berhasil melakukan tindakan yang tepat atas penyenderaan 36 jam yang dilakukan terpidana teroris terhadap salah satu anggota polisi.

Menurut dia, berkat penindakan dengan pendekatan soft, sandera akhirnya dibebaskan dan 155 napi teroris telah dievakuasi ke LP Pasir Putih Nusa Kambangan.

Soft approach yang dilakukan Polri terhadap 156 teroris bersenjata itu pantas diberikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi. Mengingat ada 5 korban tewas dari pihak Polri, dan Polri mampu menahan diri dari kemarahannya. Sementara di pihak penyandera ada 156 teroris terlatih dengan doktrin jihad dan siap mati sahid,” kata Bambang dalam siaran pers, Kamis (10/5/2018).

Bambang juga turut mendoakan dan mengimbau keluarga para korban agar diberikan ketabahan, menerima kehendak Tuhan.

"Pimpinan DPR dan semua jajaran terus mengikuti perkembangan pasca para penyandera berhasil dijinakkan di lokasi kejadian. Sekali lagi, DPR memberikan penghargaan yang tinggi terhadap Polri yang mengutamakan persuasif kepada para napi teroris tersebut,” tutur Bambang.

Belajar dari peristiwa tersebut, kata dia, DPR RI mendorong Polri untuk memberlakukan pengamanan ekstra maksimum kepada para Napi teroris.

Pengamanan ekstra maksimum itu harus menutup kesempatan para napi untuk memiliki atau menguasai peralatan sesederhana apapun yang dapat digunakan untuk membobol rutan atau mengancam petugas rutan.

baca juga

“Fakta bahwa lima korban tewas akibat luka bacokan senjata tajam tentu saja akan memunculkan pertanyaan, darimana atau bagaimana prosesnya sehingga para napi teroris itu bisa memiliki atau menguasai senjata tajam? Masalah ini tentu harus diselidiki. Siapa yang membawa dan memberikan senjata tajam kepada para napi itu," papar Bambang.

Mantan Ketua Komisi III DPR itu menilai penguasaan senjata tajam oleh para napi teroris menjadi pertanda bahwa sel para napi teroris di Rutan Mako Brimob belum menerapkan standar pengamanan ekstra maksimum.

Padahal, standar pengamanan ekstra maksimum diperlukan untuk membatasi interaksi napi dengan rekan mereka atau jaringan teroris di luar rutan.

“Pengamanan ekstra maksimum juga mewajibkan para keluarga atau rekan para napi membatasi barang-barang bawaan saat melakukan kunjungan dan berdialog dengan para napi,” kata Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pihak Keluarga Ahok Tak Khawatir Saat Mako Brimob Rusuh

Pihak Keluarga Ahok Tak Khawatir Saat Mako Brimob Rusuh

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 06:05 WIB

MUI Berduka atas Gugurnya 5 Polisi di Mako Brimob

MUI Berduka atas Gugurnya 5 Polisi di Mako Brimob

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 03:15 WIB

Muhammadiyah: Terorisme Masih Jadi Ancaman Bagi Indonesia

Muhammadiyah: Terorisme Masih Jadi Ancaman Bagi Indonesia

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 00:02 WIB

Terkini

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:21 WIB

6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level

6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:20 WIB

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:18 WIB

Kemenhaj Periksa 19 Saksi Terkait Dugaan Manipulasi Nomor Porsi Haji di Jatim

Kemenhaj Periksa 19 Saksi Terkait Dugaan Manipulasi Nomor Porsi Haji di Jatim

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:15 WIB

8 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Selalu Pertanda Buruk?

8 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Selalu Pertanda Buruk?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 11:13 WIB

8 Cara Mengunci Kelembapan Ekstra pada Kulit Lansia tanpa Memicu Gatal

8 Cara Mengunci Kelembapan Ekstra pada Kulit Lansia tanpa Memicu Gatal

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 11:09 WIB

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:07 WIB

KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan Lintas Bogor Mulai Senin

KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan Lintas Bogor Mulai Senin

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:56 WIB

Houthi Serang Arab Saudi, Selat Bab el-Mandeb Terancam, Pakar: Bahaya bagi Jalur Dagang Asia-Eropa

Houthi Serang Arab Saudi, Selat Bab el-Mandeb Terancam, Pakar: Bahaya bagi Jalur Dagang Asia-Eropa

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 10:56 WIB

Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT

Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 10:55 WIB

×