Anak Jadi Pelaku Teror, Apa Kata Komnas HAM?

Ririn Indriani, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 15 Mei 2018 | 09:25 WIB
Anak Jadi Pelaku Teror, Apa Kata Komnas HAM?
Pelaku pemboman sekeluarga (facebook)

Suara.com - Teror bom Surabaya yang menelan banyak korban luka dan jiwa menyisakan duka yang begitu dalam, tak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Indonesia, yang mencengangkan lagi, ternyata ada anak-anak yang dimanfaatkan orangtuanya untuk menjadi pelaku teror sehingga terlibat dalam aksi bom bunuh diri.

Menanggapi fakta memilukan itu Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM/Komisioner Pendidikan & Penyuluhan, Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan bahwa partisiasi dan kontrol dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu meredam tindak terorisme yang dilakukakan anak-anak.

Jika perlu, lanjut dia, ada mekanisme khusus untuk penanganan tindak teror yang dilakukakan anak-anak. Ia lebih menyoroti hak anak sebagaimana mestinya.

"Jangan jadikan mereka traumatik, kemudian dapat memutus mata rantai terorisme dan mereka bisa berkembang sebagaimana anak mestinya," kata Beka di Peganggsaan, Jakarta, Senin, (14/05/2018).

Ia menyebut paradigma teror para teroris sudah sampai pada level keyakinan. Hal tersebut tidak dapat disamakan dengan level ideologi ataupun pengetahuan.

"Untuk kasus tindak teror harus ada penanganan khusus karena ini urusan keyakinan," jelas Beka.

Lebih lanjut ia mengatakan penanganan khusus terhadap anak tidak hanya melibatkan satu institusi, melainkan melibatkan masyarakat sebagai pihak yang mampu meredam aksi terorisme.

"Tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai teman bicara, teman hidup di sekitar teroris yang masih di bawah umur," terang Beka.

Menurut dia, teroris di bawah umur juga harus di terapi. Selain itu harus juga dilepas stigma negatif yang melekat pada anak-anak pelaku teror, karena stigma tersebut akan berbahaya bagi anak di masa depannya

"Apalagi masih anak-anak, mereka butuh ruang untuk kembali sebagaimana tumbuh kembang anak-anak, dan memahami pemikiran yang moderat dan toleran," pungkas Beka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenang Korban Bom Surabaya, Jakmania Siapkan Koreografi

Kenang Korban Bom Surabaya, Jakmania Siapkan Koreografi

Bola | Selasa, 15 Mei 2018 | 03:00 WIB

Anak Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Diharapkan Selamat

Anak Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya Diharapkan Selamat

News | Selasa, 15 Mei 2018 | 04:07 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Surabaya, Marcus Takut Keluar Rumah

Bom Bunuh Diri Guncang Surabaya, Marcus Takut Keluar Rumah

Sport | Senin, 14 Mei 2018 | 21:37 WIB

Terkini

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama

Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana

Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Petronas Masuk Madura, Bahlil Kerek Target Lifting Minyak di RAPBN 2027

Petronas Masuk Madura, Bahlil Kerek Target Lifting Minyak di RAPBN 2027

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Asap Berkurang, SF Hariyanto Sebut Penanganan Karhutla di Riau Terkendali

Asap Berkurang, SF Hariyanto Sebut Penanganan Karhutla di Riau Terkendali

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai

Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:15 WIB

×