Tambah Rp 44,4 Triliun, Polri Butuh Biaya Satgas Antiteror Polda

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Rabu, 06 Juni 2018 | 12:01 WIB
Tambah Rp 44,4 Triliun, Polri Butuh Biaya Satgas Antiteror Polda
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto (tengah) menjelaskan kronologis penusukan terhadap Bripka Prenctje yang gugur ditusuk orang tak dikenal saat lakukan penjagaan di kawasan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada, Jumat (11/5/2018) dini hari WIB. [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan penambahan anggaran Polri sebesar Rp 44,4 triliun pada tahun 2019, salah satunya untuk satuan Antiteror seluruh Polda di Indonesia untuk di masing - masing wilayah. Dalam surat Kapolri nomor B/1563/III/Ren.2.1/2018 per 14 maret 2018 diusulkan rencana kegiatan Polri tahun 2019 sebesar Rp 126,8 triliun.

Menurut Setyo, Satgas Antiteror Polda sudah dibentuk lama sekitar tahun 2011 sampai 2012. Namun hanya di 16 Polda. Lantaran dulu pemetaan jaringan sel - sel teroris masih berada di beberapa wilayah.

"Karena sekarang ancaman sudah pemetaan kita sudah 34 polda dan ini ada semua itu. Ada sel- sel (teroris). Oleh sebab itu bapak kapolri minta densus 88 membina satgas - satgas antiteror di daerah. Jadi satgas antiteror didaerah ini binaan dari Densus 88. Tapi mereka berada di Polda masing-masing. Personilnya juga masing-masing," kata Setyo di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Selain itu, penambahan anggaran polri juga untuk kebutuhan penyidik dalam menangani perkara kasus. Seperti pembelian alat - alat ITE yang dimana aelalu di upgarade setiap enam bulan.

"Ya, belanja modal beli peralatan ITE. ITE ini kan kadang - kadang enam bulan sudah berubah. Kita kan memerlukan peralatan-peralatan yang canggih untuk melakukan penyelidikan invesitigasi," ujar Setyo

Setyo belum dapat menguraikan alat - alat yang memang diperlukan Polri. Namun Setyo menyebut salah satunya yang kini dimiliki Polri seprti alat Laboraorium Forensik Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), untuk mengenali para korban dan memudahkan identifikasi.

"Kira - kira berapa tahun lalu kita harus tes DNA diluar negeri, tiga bulan baru keluar. Tapi sekarang (kita sudah punya) Tes hari ini besok sudah bisa keluar," ujar Setyo

Sesuai surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas nomor S-269/MK.02/2018 dan nomor .209/M.PPN/D.8/KU.01.01/04/2018 per 16 April 2018 pagu indikatif ditetapkan sebesar Rp 76,9 triliun. Termasuk tambahan anggaran untuk pengamanan pemilu sebesar Rp 2,3 triliun.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pagu indikatif ini hanya terpenuhi 60,62 persen dari usulan awal Polri sebesar Rp 126,8 triliun. Bahkan, pagu indikatif 2019 ini lebih kecil dari alokasi anggaran Polri di tahun 2018 sebesar Rp 95 triliun.

"Secara umum berkurang sebesar Rp18,1 triliun atau minus 19,08 persen," ujar Tito.

Menurut Tito, pagu indikatif 2019 itu belum mencukupi kebutuhan minimal anggaran Polri, terutama yang bersumber dari rupiah murni.

"Pagu indikatif itu cukup jauh dari usulan Rp 120an triliun dan cukup jauh di bawah alokasi anggaran di tahun 2018 yang Rp 95 triliun," kata Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabar Kasus 'Chat Mesum' Rizieq Dihentikan, Mabes Polri Bungkam

Kabar Kasus 'Chat Mesum' Rizieq Dihentikan, Mabes Polri Bungkam

News | Rabu, 06 Juni 2018 | 11:34 WIB

Kapolri Intruksikan Seluruh Polda Bentuk Satgas Antiteror

Kapolri Intruksikan Seluruh Polda Bentuk Satgas Antiteror

News | Selasa, 05 Juni 2018 | 19:05 WIB

Kapolri Andalkan Satgas Pangan Berantas Mafia Harga dan Kartel

Kapolri Andalkan Satgas Pangan Berantas Mafia Harga dan Kartel

News | Selasa, 05 Juni 2018 | 11:28 WIB

Vandalisme di SOTR, Mabes Polri Minta Pemuka Agama Mengawasi

Vandalisme di SOTR, Mabes Polri Minta Pemuka Agama Mengawasi

News | Senin, 04 Juni 2018 | 20:06 WIB

Polri Ingatkan Masyarakat Tak Pandang Kampus Jadi Tempat Radikal

Polri Ingatkan Masyarakat Tak Pandang Kampus Jadi Tempat Radikal

News | Senin, 04 Juni 2018 | 17:36 WIB

Terkini

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

×