Dokter Bimanesh Buka-bukaan Soal Pesanan Kamar VIP Setnov

Bangun Santoso, Nikolaus Tolen

Kamis, 07 Juni 2018 | 15:05 WIB
Dokter Bimanesh Buka-bukaan Soal Pesanan Kamar VIP Setnov
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/3).

Suara.com - Terdakwa dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP dokter Bimanesh Sutarjo kembali menjalani sidang lanjutan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (7/6/2018).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa ini, Bimanesh membantah telah memfasilitasi mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) untuk mendapatkan kamar kategori Very Important Person (VIP) di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

"Terus terang yang mulia, saya betul-betul tidak pernah tahu bahwa ada rencana pemesanan kamar sampai ke VIP, padahal pasien belum datang," kata Bimanesh dalam keterangannya di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/6).

Dokter yang juga pensiunan Polri tersebut menegaskan, saat dihubungi oleh kuasa hukum Novanto saat itu, Fredrich Yunadi, yang ditanyakan hanya sekadar ada atau tidak kamar yang kosong. Hal itu dinilainya wajar, karena hal seperti itu sering juga dilakukan oleh pihak lain, bahkan dilakukan antar-rumah sakit.

"Kalau yang ditanyakan ke saya, kan ada kamar atau tidak. Katakanlah ketika saya kontak RSCM, saya hanya tanya, di sana ada kamar yang kosong nggak? Tapi saya nggak pernah menunjuk kamar yang mahal atau apa. Jadi memang custom-nya kita gitu biasanya, bukan memesan kamar," ujar Bimanesh.

Bimanesh mengatakan, ada koordinasi yang intensif antara Fredrich dengan pihak RS Medika Permata Hijau. Di mana menurutnya, dokter Alia sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Manajer Pelayanan Medis RS Medika Permata Hijau saat itu begitu aktif untuk menyambut kedatangan Novanto di rumah sakit tersebut. Padahal saat itu, Novanto belum diketahui sakit apa.

Bimanesh menceritakan, sesuai BAP, antara pukul 11.00-12.00 WIB, dokter Alia sudah bertanya kepada bagian admisi, yakni Ibu Rosmawati yang menyampaikan akan ada pejabat masuk. Kemudian dokter Alia ke Ibu Isnaini selaku koordinator admission, mengatakan bahwa nanti akan masuk ruangan VIP.

"Terus mereka bahkan sampai (katakan) jangan kasih ke orang lain dulu. 'Sisakan, karena ada pejabat negara yang mau masuk.' Nah, kemudian bahkan ada pernyataan dari Ibu Isnaini bahwa nanti akan masuk pukul 21.00 WIB," kata Bimanesh.

Lebih lanjut Bimanesh mengatakan, setelah menerima telepon dari Fredrich pada pukul 14.00 WIB, dokter Alia langsung menuju bagian perawatan, dia menyampaikan kepada kepala keperawatan bahwa nanti perlu ada yang dirawat. Saat itu, kata Bimanesh, dokter Alia menawarkan siapa yang mau jadi perawatnya. Yang menjadi perawatnya adalah Indri, karena dia yang menawarkan diri.

"Kemudian pukul 17.30 WIB meminta Fredrich untuk menemui dokter Alia, kata saudara Ahmad Rudiansyah. Nah, lalu Fredrich datang bersama dokter Alia melihat kondisi kamar yang akan dipakai Novanto. Bahkan mereka memfoto," lanjutnya.

"Jadi setelah saya baca BAP, ketika saya sedang istirahat di rumah waktu itu, ada serangkaian kejadian yang intens di rumah sakit. Bahkan dokter Alia pukul 17.00 WIB lebih mendatangi dokter Michael menyampaikan hal yang sama, (bahwa) terima aja apa adanya," sambung Bimanesh.

Lebih jauh Bimanesh mengatakan, Fredrich hanya menanyakan kamar. Tetapi aksi berikutnya berlanjut begitu jauh sampai ke persiapan melihat kamar, survei kamar, bahkan booking juga. Bahkan kata dia, dokter Alia dalam perbincangannya dengan dokter Aini, meminta agar kamarnya disiapkan lebih dari satu.

"Kok dari pihak rumah sakit ada demikian besar perhatiannya sampai seperti itu? Itu yang saya peroleh kesan setelah baca BAP," tutupnya.

Untuk diketahui, akibat kasus yang menjerat Setya Novanto ini, dokter Alia belakangan mengundurkan diri dari RS Medika Permata Hijau. Dia mengaku sudah tidak nyaman sembari menambahkan alasan lain yakni ada tawaran dari Palembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selain Bamsoet, KPK Juga Periksa 4 Anggota DPR Terkait e-KTP

Selain Bamsoet, KPK Juga Periksa 4 Anggota DPR Terkait e-KTP

News | Senin, 04 Juni 2018 | 12:16 WIB

Puji Kecantikan Kantor DPD Golkar DKI, JK : Ini Pembaharuan

Puji Kecantikan Kantor DPD Golkar DKI, JK : Ini Pembaharuan

News | Jum'at, 01 Juni 2018 | 20:40 WIB

Minta Laptop, Fredrich Yunadi Bersitegang dengan Hakim

Minta Laptop, Fredrich Yunadi Bersitegang dengan Hakim

News | Kamis, 31 Mei 2018 | 22:02 WIB

Fredrich Yunadi Dituntut KPK Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara

Fredrich Yunadi Dituntut KPK Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara

News | Kamis, 31 Mei 2018 | 17:12 WIB

Kalau Dihukum Bersalah, Fredrich Yunadi: Mau Perkosa UUD 45?

Kalau Dihukum Bersalah, Fredrich Yunadi: Mau Perkosa UUD 45?

News | Kamis, 31 Mei 2018 | 16:19 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×