Orangutan Kalimantan Lawan Buldoser Ini Disorot Media Asing

Reza Gunadha

Sabtu, 09 Juni 2018 | 16:29 WIB
Orangutan Kalimantan Lawan Buldoser Ini Disorot Media Asing
Orangutan melawan buldoser pembalak liar di Hutan Sungai Putri, Kalimantan, pada tahun 2013. Namun, oleh International Animal Rescue, video itu baru disebar pada Selasa (5/6) pekan ini. [Facebook]

Suara.com - Habitat orangutan di hutan-hutan Indonesia kian terancam oleh banyaknya pembukaan lahan serta pembalakan liar.

Beragam perlawanan dari pecinta lingkungan dan binatang terhadap aktivitas perusakan tersebut dilakukan, namun habitat orangutan semakin tergerus.

Bahkan, orangutan pun ikut melakukan perlawanan. Itu seperti ditunjukkan oleh satu orangutan yang berani menghadapi buldoser saat menebang pepohonan di lingkungannya.

Orangutan itu terekam video amatir mengamuk, mencoba mengadang buldoser yang asyik menebang pohon.

Insiden itu terjadi di Hutan Sungai Putri, Kalimantan, pada tahun 2013. Namun, oleh International Animal Rescue, video itu baru disebar pada Selasa (5/6) pekan ini.

Aksi perlawanan orangutan itu ternyata mendapat perhatian khusus dari kelompok-kelompok pecinta binatang maupun media-media internasional.

Setidaknya, perlawanan orangutan terhadap aksi penebangan hutan itu diberitakan oleh sejumlah media berbasis di Inggris seperti Independent, Mirror, Telegraph, dan Daily Mail.

Media daring asal Rusia, SputnikNewshub (Selandia Baru), Hindustan Times (India), juga turut menyorot aksi orangutan tersebut.

“Rekaman dramatis ini menunjukkan dampak buruk deforestasi terhadap habitat orangutan yang berharga. Orangutan yang putus asa ini panik mencari perlindungan dari kekuatan destruktif buldoser; sebuah mesin yang telah menghancurkan segalanya di sekelilingnya,” tulis International Animal Rescue di akun resmi Facebooknya.

baca juga

“Terlepas dari semua rintangan yang ada, tim kami berhasil menyelamatkan orangutan ini dan membawanya ke tempat yang aman.”

Organisasi itu menyayangkan, gambaran hidup rangutan seperti itu semakin sering terlihat di hutan-hutan Indonesia.

Menurut mereka, deforestasi telah menyebabkan populasi orangutan merosot, habitat dihancurkan.

“Orangutan dibiarkan kelaparan dan mati. Kita perlu bertindak,” tegas mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asian Games 2018: INASGOC dan Pemerintah Waspada Kebakaran Hutan

Asian Games 2018: INASGOC dan Pemerintah Waspada Kebakaran Hutan

Sport | Kamis, 26 April 2018 | 13:32 WIB

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Penembakan Orangutan di Kalimantan

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Penembakan Orangutan di Kalimantan

News | Sabtu, 17 Februari 2018 | 20:10 WIB

Luna Maya Kaget 'Disemprot' Gara-gara Orangutan

Luna Maya Kaget 'Disemprot' Gara-gara Orangutan

Entertainment | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 18:51 WIB

Selamat dari Perburuan, 111 Orangutan Direhabilitasi

Selamat dari Perburuan, 111 Orangutan Direhabilitasi

News | Kamis, 24 Agustus 2017 | 07:17 WIB

Begini Wujud Cinta Sanksi e-KTP Johannes Marliem ke Orangutan

Begini Wujud Cinta Sanksi e-KTP Johannes Marliem ke Orangutan

News | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 07:01 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×