Dilanda Teror, Indonesia Ranking 9 Negara Teraman Sedunia

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Senin, 18 Juni 2018 | 21:37 WIB
Dilanda Teror, Indonesia Ranking 9 Negara Teraman Sedunia
ILUSTRASI - Sejumlah sepeda motor terbakar sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). [AFP]

Suara.com - Indonesia masuk dalam ranking 10 besar negara teraman sedunia tahun 2018, versi lembaga riset Gallup’s Law and Order.

Dalam hasil riset tersebut, Indonesia menempati posisi ke-9 negara teraman di dunia dengan nilai 89. Total negara yang tersurvei adalah 142 negara.

Data riset itu dipublikasikan ulang oleh anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti.

Ia sendiri mengakui terkejut sekaligus senang atas hasil survei tersebut. Sebab, beberapa waktu terakhir, Indonesia dilanda serangan aksi teror.

"Saya merasa kaget atas laporan Gallup's Law & Order, dan merasa senang bahwa dalam laporan tersebut Indonesia masuk dalam peringkat 9 teraman di dunia," katanya kepada wartawan, Senin (18/6/2018).

Selain Indonesia, Singapura menjadi negara lain di kawasan Asia Tenggara yang masuk 10 besar hasil riset tersebut. Bahkan, Singapura mampu menduduki posisi teratas dengan skor 97.

Pada riset yang menyertakan lebih dari 148.000 orang dewasa sebagai responden dari 142 negara berbeda tersebut, peneliti meminta responden menjawab pertanyaan seperti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap polisi lokal; apakah merasa aman saat bepergian sendiri pada malam hari; pernahkah mengalami pencurian; dan, pernahkah diserang maupun dirampok dalam setahun terakhir.

Hasilnya, Indonesia hanya dikalahkan oleh Singapura, Norwegia, Islandia, Finlandia, Uzbekistan, Hong Kong, Swiss, dan Kanada.

Sementara negara-negara lain yang berada dalam satu kawasan di Asia Tenggara, mendapatkan skor beragam. Di antaranya Filipina (82), Kamboja (80), dan Thailand (skor 80) di mana mereka menempati urutan 20 ke atas.

baca juga

Sementara untuk tiga negara dengan peringkat terendah untuk keamanan adalah Sudan Selatan (54), Afganistan (45), dan Venezuela (44).

Poengky menilai, peringkat itu didapat Indonesia karena meningkatnya kinerja kepolisian serta kepercayaan publik.

“Sudah banyak kasus besar, terutama pemberantasan terorisme dan kasus kriminal lainnya mampu ditangani Polri secara cepat,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kompolnas Dukung Jenderal Polisi Tak Jabat Plt Gubernur

Kompolnas Dukung Jenderal Polisi Tak Jabat Plt Gubernur

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 18:10 WIB

Polisi Kena OTT Tapi Bebas, Pemuda NTT dan TPDI Datangi Kompolnas

Polisi Kena OTT Tapi Bebas, Pemuda NTT dan TPDI Datangi Kompolnas

News | Jum'at, 05 Januari 2018 | 00:11 WIB

Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris

Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris

News | Sabtu, 04 November 2017 | 13:59 WIB

Kompolnas: Polisi di Negara Lain Juga Pakai Senapan SAGL Militer

Kompolnas: Polisi di Negara Lain Juga Pakai Senapan SAGL Militer

News | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 20:02 WIB

Kompolnas Sebut Aturan Pengadaan Senjata Belum Sinkron

Kompolnas Sebut Aturan Pengadaan Senjata Belum Sinkron

News | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 17:37 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×