Lantik Komjen Iriawan, Mendagri Disebut Ciptakan Dwi Fungsi Polri

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 19 Juni 2018 | 14:55 WIB
Lantik Komjen Iriawan, Mendagri Disebut Ciptakan Dwi Fungsi Polri
Komjen M. Iriawan. [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) menyebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menciptakan dwi fungsi Polri. Ini terkait pengangkatan Komjen M. Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar).

Koordinator Alaska, Adri Zulpianto mengatakan, pengangkatan Iriawan tidak ada urgensi apapun. Hal ini mengindikasikan Mendagri Tjahjo Kumolo ingin menciptakan dwi fungsi Polri karena status Iriawan masih sebagai polisi aktif.

Menurut dia, langkah Mendagri telah melanggar banyak aturan hukum yang berlaku. Sehingga pelantikan Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar telah menciderai proses demokrasi yang sedang berjalan kondusif di Jawa Barat.

"Pelantikan itu bukan hanya melanggar undang-undang, tapi juga jangan melupakan sejarah kisruhnya Pilkada DKI Jakarta yang lalu. Iriawan sebagai Kapolda Metro Jaya gagal mendamaikan suasana Pilkada yang damai," kata Adri kepada Suara.com, Selasa (19/6/2018).

Adri menyebut pelantikan Iriawan terkesan memaksa dan terburu-buru. Bagi Adri, hal tersebut menunjukan adanya kepanikan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Rezim pemerintahan Jokowi takut mengalami kekalahan yang dialami di Jakarta terulang di Pilkada Jabar," kata dia.

Alaska menilai dilantiknya Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar merupakan langkah otoriter karena seperti mengorek luka sejarah Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan adanya campur tangan militer dalam urusan politik.

Adri menambahkan, situasi saat ini seperti kembali ke masa orde baru. Keputusan melantik M. Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar menunjukan pemerintah tetap menjalankan keinginannya tanpa mendengar aspirasi masyarakat.

"Bahkan dengan seenaknya menunjuk polisi aktif sebagai penjabat gubernur, yang kebijakan ini sangat akrab pada saat orde baru," tandas Adri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Janji Komjen Iriawan Setelah Jadi Pj Gubernur Jabar

Janji Komjen Iriawan Setelah Jadi Pj Gubernur Jabar

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 13:40 WIB

Kemendagri Tak Ambil Pusing Rencana Hak Angket Komjen Iriawan

Kemendagri Tak Ambil Pusing Rencana Hak Angket Komjen Iriawan

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 13:06 WIB

Buntut Kontroversi Komjen Irawan, Jokowi Diminta Copot Mendagri

Buntut Kontroversi Komjen Irawan, Jokowi Diminta Copot Mendagri

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 12:50 WIB

Pengamat: Pelantikan Iriawan Jadi Pj Gubernur Jabar Cacat Politik

Pengamat: Pelantikan Iriawan Jadi Pj Gubernur Jabar Cacat Politik

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 10:41 WIB

Gerindra Tuding Ada Kepentingan PDIP di Balik Pelantikan Iriawan

Gerindra Tuding Ada Kepentingan PDIP di Balik Pelantikan Iriawan

News | Senin, 18 Juni 2018 | 19:33 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×