Array

Runtuhnya Golkar di Sulsel

Minggu, 08 Juli 2018 | 13:35 WIB
Runtuhnya Golkar di Sulsel
Dr Firdaus Muhammad menyatakan, Syahrul Yasin Limpo adalah sosok penting pada kejayaan partai selama satu dekade [Suara.com/Iirzam Wahid].

Suara.com - Kemenangan pasangan Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman (NA - ASS) dalam Pilgub Sulawesi Selatan 2018 memutus dominasi Partai Golkar dalam beberapa beberapa dekade terakhir. Bisa disebut, inilah runtuhnya Golkar di Sulsel.

Partai Beringin telah mengakar di Sulsel sejak Orde Baru. Di ajang pemilihan legislatif maupun pemilu, Sulsel menjadi lumbung suara partai ini. Dua gubernur yang menjabat dua dekade terakhir merupakan kader Golkar, yaitu Amin Syam, lalu Syahrul Yasin Limpo. Tetapi dengan kejadian ini, maka terjadi runtuhnya Golkar di Sulsel.

Pada pilkada serentak 2018, Golkar tumbang. Mengusung kader sekaligus ketua DPD I Sulsel, Nurdin Halid yang berpasangan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH - Aziz), Golkar hanya mampu meraih 26,61 persen berdasarkan quick count LSI.  NA - ASS yang diusung PDIP, PAN dan PKS unggul dengan perolehan 42,92 persen.

Diduga konsolidasi kader tingkat kabupaten-kota tak lagi kuat. Bahkan tercatat di enam daerah yang dipimpin ketua DPD II, suara NH - Aziz tidak memuaskan.

Seperti di Pilwalkot Parepare, Taufan Pawe menang Pilwali versi rekap KPU, namun suara NH - Aziz tidak memuaskan, selanjutnya di Pilbup Enrekang, ketua DPD II Golkar Muslimin Bando menang melawan kotak kosong namun NH - Aziz tumbang. Lalu di Kabupaten Jeneponto yang dipimpin kader sekaligus Ketua DPD II Iksan Iskandar, perolehan NH - Aziz juga jatuh.

Di Kabupaten Pangkep yang dipimpin Syamsuddin Hamid sekaligus Ketua DPD II Golkar, perolehan NH - Aziz juga turun. Begitu juga di Kabupaten Soppeng dan Wajo yang masing-masing dipimpin Ketua DPD II Kaswadi Razak dan Burhanuddin Unru.

Salah satu alasan menciutnya suara Golkar di Sulsel menurut pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, adalah sosok Syahrul Yasin Limpo. Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu menjadi sosok penting pada kejayaan partai selama satu dekade.

Syahrul hengkang dari partai berlogo beringin menjelang pilkada dan bergabung di partai besutan Surya Paloh, Nasdem. Selain itu, sejumlah kader penting di daerah pun berpindah haluan.

"Pengaruh Pak Syahrul keluar dari Partai Golkar membawa gerbong-gerbongnya. Kita melihat persoalan kaderisasi, karena banyak kader pindah partai. Kita lihat Pak Syahrul pindah Partai ke Nasdem, RMS (Rusdi Masse) pindah ke Nasdem, dan kader lain," jelas dosen Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar itu.

Baca Juga: Partisipasi Pemilih Pilkada Jabar di Bawah Target Nasional

Tinggal menunggu ketuk palu KPU, Sulsel segera mendapatkan gubernur baru dengan status tanpa partai. NA yang mengawali karir sebagai akademisi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin lalu menjabat Bupati Bantaeng dua periode cukup membuatnya meraih dukungan.

Popularitas NA menjadi magnet bagi sejumlah partai. Namun menurut Firdaus, NA lebih baik fokus menata pemerintahan dan mulai mencanangkan fondasi pembangunan.

"Mungkin melihat kondisinya sekarang, NA dalam posisi non partai. Karena kalau NA tiba-tiba masuk salah satu jaringan partai, Maka energinya bisa lebih terkuras dalam pragmatisme politik," jelas Firdaus.

Meski demikian, Firdaus menyarankan NA bisa menjadi pembina seluruh partai, tanpa mengistimewakan partai pengusung. Langkah itu untuk memberi kekuatan politik bagi dirinya sebagai non kader partai.

NA mendapat dukungan bukan semata-mata karena dukungan partai. Melainkan ketokohan yang dibangun selama menjabat Bupati Bantaeng.

Begitulah yang terjadi dengan runtuhnya Golkar di Sulsel. Firdaus menyebutkan agar, "wait and see saja, jangan tiba-tiba NA masuk area politik praktis, masuk ke partai kemudian konsentrasinya terganggu. Karena figurnya, NA diharapkan masyarakat bisa melanjutkan pembangunan-pembangunan yang diwariskan Syahrul."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI