Ratusan Anak Gagal Masuk Sekolah, Sistem PPDB Online Bermasalah?

Bangun Santoso, Lili Handayani

Rabu, 18 Juli 2018 | 17:17 WIB
Ratusan Anak Gagal Masuk Sekolah, Sistem PPDB Online Bermasalah?
Ilustrasi posko pelayanan dan pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di SMK Negeri 1 Jakarta Pusat, Selasa (26/6).

Suara.com - Penerapan sistem zonasi sekolah di tahun ajaran baru masih memicu polemik. Efek buruknya disebut menimpa beberapa orang anak yang gagal masuk sekolah karena tidak kebagian jatah kursi.

Anggota Ombudsman Ahmad Su'aji mengaku telah menerima sejumlah laporan. Salah satunya di daerah Bandung terdapat 150 anak belum mendapat sekolah hingga hari ketiga tahun ajaran baru ini.

"Kami juga dapat laporan, kami belum sempat membicarakan secara detail, di Bandung ada sekitar 150 siswa yang belum dapat sekolah," kata Su'aji di Gedung Kemenkoinfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).

Nasib 150 anak kini terkatung-katung dan terancam gagal melanjutkan pendidikan. Mereka ditolak hampir di seluruh sekolah baik yang berlatar belakang negeri maupun swasta.

"Dia (150 anak itu) tidak bisa ditampung di (sekolah) negeri, di swasta bahkan di sekolah agama. Jadi ini belum menemukan kelas, itu (mereka) dari berbagai zonasi," kata dia.

Menurut Su'aji, ratusan anak yang tidak dapat masuk sekolah diprediksi karena beberapa hal. Di mana Ombudsman pernah menemukan ada praktik jual beli kursi sekolah. Bahkan di beberapa kasus, praktik itu melibatkan kepala daerah atau pejabat daerah.

"Nah ini juga tambahan bahwa ada mahar politik di mana kepala daerah atau politisi daerah ikut campur," terangnya.

Dengan demikian Su'aji menilai jika penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui jalur online seperti sekarang masih memiliki sejumlah kekurangan. Sebab, panitia kerap kali tidak memiliki rencana cadangan jika sistem online bermasalah.

Tidak adanya rencana cadangan itu membuat tes masuk siswa baru dilakukan manual dengan mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Pada momen seperti ini lah berpotensi terjadinya kecurangan seperti jual beli kursi.

Menanggapi tudingan Ombudsman itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendi tak banyak komentar.

"Oh itu tanya Ombudsman dong, jangan ke saya," kata Muhadjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemendikbud Evaluasi PPDB 2018

Kemendikbud Evaluasi PPDB 2018

News | Rabu, 18 Juli 2018 | 16:07 WIB

Anies di depan Murid SD : Perkenalkan, Saya Gubernur DKI Jakarta

Anies di depan Murid SD : Perkenalkan, Saya Gubernur DKI Jakarta

News | Senin, 16 Juli 2018 | 09:47 WIB

Daging Ayam dan Telur Mahal, Ridwan Kamil Gelar Operasi Pasar

Daging Ayam dan Telur Mahal, Ridwan Kamil Gelar Operasi Pasar

News | Sabtu, 14 Juli 2018 | 05:55 WIB

Sidak PPDB Online, Ganjar Batalkan 78.065 SKTM Palsu

Sidak PPDB Online, Ganjar Batalkan 78.065 SKTM Palsu

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 13:52 WIB

Ombudsman DIY Curiga Banyak Siswa Baru Berbekal Surat Miskin

Ombudsman DIY Curiga Banyak Siswa Baru Berbekal Surat Miskin

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 09:05 WIB

Terkini

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Kantor Digembok dan Rp120 Miliar Terancam Menguap: Menhaj Sidak Travel Umrah Bermasalah di Jombang

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

PAN Terbelah Soal Parliamentary Threshold 5 Persen, Zulhas: Kalau Sepakat Kami Ikut

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:40 WIB

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Punya Potensi Cepat Kaya, Cek Apakah Zodiak Kamu Masuk dalam Daftar Ini!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:35 WIB

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

Wamen Diktisaintek: Kita Jangan Bermimpi Kalahkan AS dan China!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Ulasan The Invisible Man: Ketika Ilmu Pengetahuan Kehilangan Kendali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 07:30 WIB

Bisnis Emas Harga Miring Berujung Petaka, Rp6,8 Miliar Raib

Bisnis Emas Harga Miring Berujung Petaka, Rp6,8 Miliar Raib

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 07:20 WIB

Novo Nordisk Umumkan Ubah Nama Jadi Novo, Siapkan Jurus Baru Hadapi Persaingan

Novo Nordisk Umumkan Ubah Nama Jadi Novo, Siapkan Jurus Baru Hadapi Persaingan

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 07:13 WIB

Perbedaan Shio Macan Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air, Tidak Semua Macan Punya Karakter Sama

Perbedaan Shio Macan Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air, Tidak Semua Macan Punya Karakter Sama

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:10 WIB

Drama Korea Love Your Enemy: Ditakdirkan untuk Saling Bertemu dan Bersaing

Drama Korea Love Your Enemy: Ditakdirkan untuk Saling Bertemu dan Bersaing

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 07:00 WIB

×