Kemenpar Dorong Wisata Berkelanjutan Lewat ISTA 2018

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 20 Juli 2018 | 15:00 WIB
Kemenpar Dorong Wisata Berkelanjutan Lewat ISTA 2018
Peluncuran ISTA 2018 di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Kementerian Pariwisata mendorong kehadiran destinasi berkelanjutan kelas dunia. Salah satu caranya melalui penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2018.

Tahun ini, tema yang diangkat "Local Wisdom for Sustainable Development (Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan)". ISTA 2018 diluncurkan di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

“Cara yang paling cepat dan tepat adalah dengan dilombakan. ISTA kembali digelar untuk mempercepat penerapan pariwisata berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Ia menyebut, berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di peringkat 42 pada 2017, dan kini diproyeksikan naik peringkat ke-30 dunia pada 2019.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)

Cara yang dapat dilakukan untuk mengejar peringkat 30 dunia, diantaranya dengan meningkatkan penilaian untuk pilar keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability). Saat ini, environmental sustainability Indonesia masih rendah, yaitu di peringkat 131.

“Kita mengajak publik, swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan environmental sustainability melalui ISTA. Acara ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada destinasi-destinasi di Indonesia yang sudah berproses dan menunjukkan adanya hasil dari penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan," ujarnya.

Menpar, yang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, menjelaskan, ISTA 2018 bukan hanya ajang untuk memberikan penghargaan, tapi juga mengukur implementasi pariwisata berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan destinasi wisata di Indonesia. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata (Permen) Nomor 14/2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

“Permen ini mengadopsi standar internasional Global Sustainable Tourism Council (GSTC), yang mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk saat ini dan masa depan,” katanya.

Untuk pengembangan sustainable tourism, ada tiga poin utama yang harus menjadi perhatian. Pertama, lingkungan. Pengembangan sustainable tourism harus memperhatikan aspek pelestarian alam bebas, kualitas dan keamanan air, konservasi energi, dan lainnya.

Kedua, komunitas. Pariwisata berkelanjutan wajib mempertahankan atraksi, memiliki manajemen untuk pengunjung, memperhatikan kebiasaan pengunjung, menjaga warisan budaya dan lainnya.

Aspek ketiga, ekonomi. Sustainable tourism harus memantau perekonomian, ada peluang kerja bagi warga setempat, ada keterlibatan publik, ada penghargaan dan pemahaman bagi para turis, ada local access dan masih banyak lagi.

Pada kesempatan itu, Dadang menambahkan, sustainable tourism sudah menjadi isu global. Indonesia juga sangat peduli terhadap pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan.

“Pariwisata merupakan sektor yang paling kecil menimbulkan kerusakan, karena prinsip pembangunan pariwisata adalah sustainable atau berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga merupakan aset pariwisata untuk mendatangkan wisatawan,” katanya.

Peluncuran ISTA 2018 di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (Dok: Kemenpar)
Peluncuran ISTA 2018 di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (Dok: Kemenpar)

Sementara itu, tenaga ahli Menteri Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Valerina Daniel, mengatakan, Permen Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan menjadi acuan. Hal ini berlaku khususnya bagi pemerintah, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Tujuannya untuk pembangunan destinasi pariwisata berkelanjutan. Pedoman ini diselaraskan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Global (SDGs).

“Prinsipnya adalah 3P, yakni People, Planet, Prosperity, atau pemberdayaan masyarakat, kelestarian alam, dan peningkatan kesejahteraan. Prinsip inilah yang menjadi tema ISTA 2018 ‘Local Wisdom for Sustainable Development atau Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan',” katanya.

Juri kehormatan ISTA 2018, Mari Elka Pangestu, menilai kegiatan ini sangat positif.

“Saya berterima kasih kepada Pak Arief Yahya, sebab program ini sudah dimulai 2013, saat saya menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan dilanjutkan Pak Arief,” katanya.

Juri kehormatan ISTA 2018, Mari Elka Pangestu. (Dok: Kemenpar)
Juri kehormatan ISTA 2018, Mari Elka Pangestu. (Dok: Kemenpar)

Pembukaan pendaftaran ISTA 2018 sendiri telah dimulai sejak 1 Mei dan akan berakhir 20 Agustus 2018. Formulir keikutsertaan dan persyaratan ISTA 2018 dapat diunduh di www.kemenpar.go.id.

Setelah masa pendataran ditutup, tim juri akan melakukan seleksi persyaratan administrasi para peserta pada 1 - 24 Agustus 2018 mendatang.

Seleksi persyaratan administrasi  akan dilanjutkan dengan tahap desk evaluation pada 24 -31 Agustus 2018. Tahap selanjutnya adalah pengumuman nominator, pada 5 - 6 September 2018.

Tahapan dilanjutkan dengan visitasi lapangan atau pengamatan lapangan, yang disertai tanya jawab pada 10 September - 14 Oktober 2018. Akhir dari ajang ISTA 2018 adalah pemberian penghargaan yang akan berlangsung di Bali pada 8 November 2018.

Peluncuran ISTA 2018 di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (Dok: Kemenpar)
Peluncuran ISTA 2018 di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (Dok: Kemenpar)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekowisata dan Komitmen Destinasi Berkelanjutan, Sejauh Mana?

Ekowisata dan Komitmen Destinasi Berkelanjutan, Sejauh Mana?

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 17:20 WIB

Menelusuri Mawatu, Wisata Berkelanjutan Berbasis Pesisir di Timur Indonesia

Menelusuri Mawatu, Wisata Berkelanjutan Berbasis Pesisir di Timur Indonesia

Lifestyle | Rabu, 17 Desember 2025 | 14:47 WIB

Hadirkan Musik Kelas Dunia Melalui Konser Babyface dengan Penawaran Eksklusif BRImo Diskon 25%

Hadirkan Musik Kelas Dunia Melalui Konser Babyface dengan Penawaran Eksklusif BRImo Diskon 25%

Bisnis | Minggu, 12 Oktober 2025 | 13:15 WIB

Saingi Singapura dan Dubai? Jakarta Kini Punya Venue MICE Kelas Dunia!

Saingi Singapura dan Dubai? Jakarta Kini Punya Venue MICE Kelas Dunia!

Lifestyle | Selasa, 02 September 2025 | 17:23 WIB

AdMedika Raih 2 Gold Winner di Contact Center World Awards Asia Pacific 2025: Prestasi Kelas Dunia

AdMedika Raih 2 Gold Winner di Contact Center World Awards Asia Pacific 2025: Prestasi Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 07 Agustus 2025 | 12:25 WIB

Ajang Internasional iF Design Award 2025 Anugerahkan Penghargaan untuk Desain Unik wondr by BNI

Ajang Internasional iF Design Award 2025 Anugerahkan Penghargaan untuk Desain Unik wondr by BNI

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 19:54 WIB

Ikut dalam Berlin Marathon 2024, Menparekraf: Indonesia Mampu Hadirkan Event Olahraga Kelas Dunia

Ikut dalam Berlin Marathon 2024, Menparekraf: Indonesia Mampu Hadirkan Event Olahraga Kelas Dunia

Sport | Senin, 30 September 2024 | 20:26 WIB

Video Malam Tahun Baru di Bundaran HI Viral di TikTok, Pertunjukkan Kelas Dunia Bikin Vibes-nya Kayak di New York!

Video Malam Tahun Baru di Bundaran HI Viral di TikTok, Pertunjukkan Kelas Dunia Bikin Vibes-nya Kayak di New York!

Lifestyle | Selasa, 02 Januari 2024 | 08:06 WIB

Sibuk Bulan Ini, Ivan Gunawan Go International Pamer Karya di Ajang Mode Kelas Dunia

Sibuk Bulan Ini, Ivan Gunawan Go International Pamer Karya di Ajang Mode Kelas Dunia

Entertainment | Selasa, 05 September 2023 | 16:30 WIB

Gelar Kontes ITGP 2023, Yamaha Cetak Teknisi Kelas Dunia yang Mewakili Indonesia ke Kejuaraan Global di Jepang

Gelar Kontes ITGP 2023, Yamaha Cetak Teknisi Kelas Dunia yang Mewakili Indonesia ke Kejuaraan Global di Jepang

Otomotif | Kamis, 13 Juli 2023 | 18:50 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×