Calo Tiket Berkeliaran Saat Antrean Loket KRL Membludak

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 23 Juli 2018 | 14:11 WIB
Calo Tiket Berkeliaran Saat Antrean Loket KRL Membludak
Petugas station mengecek tiket penumpang di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan transaksi tiket KRL di 79 stasiun mulai Senin (23/7) untuk sementara menggunakan tiket kertas seharga Rp3.000, sebagai bentuk mitigasi untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL selama proses pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Suara.com - Proses pembaharuan sistem tiket Kereta Rel Listrik (KRL) berimbas pada membludaknya pembelian tiket kertas di setiap stasiun KRL pada Senin (23/7/2018) pagi tadi.

Tidak itu saja, membludaknya antrean pembelian tiket itu juga dimanfaatkan oleh para calo tiket. Selama antrean berlangsung, sejumlah calo berkeliaran, khususnya di Stasiun Depok Baru dan Depok Lama.

Petugas yang berjaga di stasiun bahkan sempat memergoki dan mengamankan calo tersebut.

"Calo tersebut ditarik petugas dan ada disaksikan juga oleh para penumpang dan petugas, dia itu pedagang koran," kata Humas PT KCI, Eva Chairunisa saat dikonfirmasi, Senin (23/72018) 2018.

Menurut Eva, dari pengakuan penjual koran itu, ia mendapatkan tiket kertas tersebut dari pelanggannya yang biasa membeli koran.

"Jadi pelanggannya mau naik kereta nggak jadi terus dikasih ke dia (calo). Dari situ dia sempat beli lagi tuh, karena mungkin menguntungkan dia beli lagi ke loket, dijual lagi sama dia," ungkap Eva.

Eva pun memastikan tidak ada petugas yang bermain. Dari dua orang yg sempat diamankan karena diduga menjadi calo tiket, diperoleh keterangan bahwa mereka mendapatkan tiket setelah mengantri untuk kemudian dijual kembali.

"Tentu kita akan ada punishmentnya kalau terbukti melakukan pelanggaran," katanya.

Menurut Eva, orang yang diduga melakukan praktik percaloan tersebut akhirnya di lepas karena tidak terbukti melakukan pelanggaran.

"Karena kan sama aja seperti saya, mau beli ayam saya suruh OB saya kasih ongkos Rp 5 ribu. kan gak bisa dipenjara juga, kecuali bila ternyata ada orang dalem, nah ini nggak ada kan, kalau memang terlibat tentu harus ada sanksi," Eva menjelaskan. (Supriyadi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KCI: Tiket Kartu Elektronik KRL Sudah Bisa Digunakan

KCI: Tiket Kartu Elektronik KRL Sudah Bisa Digunakan

News | Senin, 23 Juli 2018 | 11:57 WIB

Hore! Sistem Tiket Elektronik Commuter Line Akan Pulih Siang Ini

Hore! Sistem Tiket Elektronik Commuter Line Akan Pulih Siang Ini

News | Senin, 23 Juli 2018 | 11:56 WIB

Ricuh Antre Tiket Kertas KRL, Kaca Loket Stasiun Pecah

Ricuh Antre Tiket Kertas KRL, Kaca Loket Stasiun Pecah

News | Senin, 23 Juli 2018 | 11:12 WIB

Lama Antre Tiket KRL, Tunjangan Kinerja Amal Terancam Dipotong

Lama Antre Tiket KRL, Tunjangan Kinerja Amal Terancam Dipotong

News | Senin, 23 Juli 2018 | 09:20 WIB

Penumpang Kaget Disuruh Beli Tiket Kertas Commuter Line

Penumpang Kaget Disuruh Beli Tiket Kertas Commuter Line

News | Senin, 23 Juli 2018 | 09:15 WIB

Terkini

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15 WIB

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:04 WIB

Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:52 WIB

12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas

12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:23 WIB