Menteri Susi: Laut Indonesia Paling Menakutkan Bagi Pencuri Ikan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 Agustus 2018 | 06:00 WIB
Menteri Susi: Laut Indonesia Paling Menakutkan Bagi Pencuri Ikan
Susi Pudjiastuti. (@ susipudjiastuti115/instagram)

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyebutkan sejak ditenggelamkannya 363 unit kapal asing pencuri ikan, lautan Indonesia menjadi yang paling menakutkan bagi pencuri ikan di dunia.

"Alhamdulillah, Pak Kiai, setelah kita tenggelamkan 363 kapal (pencuri ikan), Indonesia sekarang dianggap sebagai lautan samudera yang paling menakutkan untuk semua pencuri ikan di dunia," kata Menteri Susi saat berceramah tentang wawasan kelautan dan perikanan ketika melakukan kunjungan silaturahmi di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (31/7/2018).

Pada awal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengawali menenggelamkan kapal asing yang melakukan pencurian ikan di Indonesia, banyak orang di jajaran KKP merasa takut.

"Saat memulai pekerjaan penenggelaman kapal asing pencuri ikan itu, di KKP pada awalnya semua takut. Semua situasinya ngeri-ngeri. Sehingga saya bilang, 'kalau ada yang teror, kamu laporkan saya'," ungkap dia.

Penenggelaman ratusan kapal asing pencuri ikan tersebut, menurut Susi, terbukti mampu menjadi efek jera.

"Akibat dari 'deterrent effeck' (efek jera), sekarang tidak ada lagi pencuri ikan. Sehingga stok ikan di Indonesia naik dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton (per tahun). Kalau itu dinilai satu dollar (AS) per kilogram, berarti nilainya 6 miliar dolar AS," ujarnya.

Tanpa menyebut angka, Susi mengatakan, ekspor ikan mengalami kenaikan.

"Ekspor kita juga terus naik, pelan tapi pasti. Dan Pak Presiden (Joko Widodo) berkomitmen untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Jadi asing tidak boleh lagi masuk di perikanan tangkap," jelasnya.

Hal tersebut, kata dia, merupakan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 44/2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

baca juga

"Dibuatlah Perpres Nomor 44 Tahun 2016, dimana industri perikanan tangkap masuk dalam 'illegal fishing' bagi investor asing," tegasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Susi Tegaskan Tak Pernah Bahas Cawapres dengan Jokowi

Menteri Susi Tegaskan Tak Pernah Bahas Cawapres dengan Jokowi

News | Rabu, 18 Juli 2018 | 20:39 WIB

Kantongi Ijazah SMA, Menteri Susi Tampik Jadi Cawapres Jokowi

Kantongi Ijazah SMA, Menteri Susi Tampik Jadi Cawapres Jokowi

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 21:48 WIB

Bahas Tubuh Kecil, Menteri Susi Ledek Melissa Karim

Bahas Tubuh Kecil, Menteri Susi Ledek Melissa Karim

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 11:53 WIB

Begini Kesan Menteri Susi Ingat Pesan Jokowi Soal Laut

Begini Kesan Menteri Susi Ingat Pesan Jokowi Soal Laut

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 10:15 WIB

Susi Dapat Ijazah SMA, Anies Klaim Itu Berkat Sarannya

Susi Dapat Ijazah SMA, Anies Klaim Itu Berkat Sarannya

News | Sabtu, 14 Juli 2018 | 17:41 WIB

Terkini

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 07:45 WIB

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 07:30 WIB

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 07:24 WIB

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:20 WIB

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:31 WIB

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:21 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 06:00 WIB

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

×