KPU Minta Massa Capres-Cawapres Tak Rusuh saat Pendaftaran

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 04 Agustus 2018 | 16:01 WIB
KPU Minta Massa Capres-Cawapres Tak Rusuh saat Pendaftaran
KPU resmi membuka pendaftaran bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden, sejak Sabtu (4/8/2018) sampai Jumat (10/8) pekan depan. Hari pertama, belum ada capres dan cawapres yang mendaftar. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden resmi dibuka di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018). KPU meminta kepada massa pendukung yang hadir untuk mendampingi tetap tertib.

Ketua KPU RI Arief Budiman menjelaskan,  tak hanya pendukung paslon yang kemungkinan akan datang, Banyak kalangan masyarakat yang tertarik untuk menyaksikan bakal capres dan cawapres yang mendaftar.

"Kami persilakan saja, tetapi begitu masuk area kantor KPU, maka sejak saat itu peraturan KPU berlaku," kata Arief saat meninjau pendaftaran hari pertama.

Ia mengatakan, KPU membatasi jumlah pendukung yang boleh masuk ke area gedung, yakni 170 orang. Dari jumlah itu juga tak semua bisa memasuki ruang pendaftaran.

"Nanti dari 170 pendukung, 120 akan berhenti di halaman parkir bawah, sisanya silakan naik ke lantai 2. Kemudian, proses pendaftaran dilakukan di lantai 2," katanya.

Selain itu, Arief mengimbau kepada seluruh pendukung paslon yang akan datang mendampingi untuk tetap menjaga ketertiban selama proses pendaftaran.

Ia tegas meminta para pendukung yang datang untuk tidak membuat aksi-aksi provokasi yang dapat memicu keributan.

"Kami cuma mengingatkan, pertama jangan bersikap provokatif dan membangun sentimen negatif, yang membangun semangat orang melakukan kekerasan. Mohon tidak melakukan itu," ujarnya.

Arief juga meminta kepada massa pendukung untuk tidak membawa alat-alat peraga yang dapat membahayakan orang lain,  serta tidak merusak lingkungan di sekitar KPU.

baca juga

"Jangan sampai mengganggu ketertiban umum. Santun dan juga penting saya ingatkan harus ramah lingkungan, jangan sembaramgan, kemudian jangan mengganggu, jangan merusak taman-taman di depan KPU," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Capres - Cawapres yang Datang

Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Capres - Cawapres yang Datang

News | Sabtu, 04 Agustus 2018 | 14:57 WIB

Tak Didukung PA 212 Jadi Cawapres Prabowo, AHY Santai

Tak Didukung PA 212 Jadi Cawapres Prabowo, AHY Santai

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 21:48 WIB

KPK: Capres  Cawapres Harus Serahkan LHKPN Sebelum 10 Agustus

KPK: Capres Cawapres Harus Serahkan LHKPN Sebelum 10 Agustus

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 21:06 WIB

Besok Pendaftaran Capres, Rumah Prabowo Didatangi Amien Rais

Besok Pendaftaran Capres, Rumah Prabowo Didatangi Amien Rais

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 20:51 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×