Korban Gempa Lombok Mengungsi di Masjid, Bayi sampai Lansia

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 06 Agustus 2018 | 01:04 WIB
Korban Gempa Lombok Mengungsi di Masjid, Bayi sampai Lansia
Dampak gempa Lombok. (Antara)

Suara.com - Warga di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat memadati masjid-masjid untuk mengungsi pasca gempa bumi  (gempa Lombok) 7 Skala Richter(SR) yang kembali mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (6/8/2018) malam.

Di sejumlah masjid, seperti di masjid Hubbul Wathan Islamic Center Kota Mataram, masjid Jempong di kota Mataram, masjid Desa Labuapi, masjid Jereneng dan masjid Darud Dakwah Desa Mesanggok di Kabupaten Lombok Barat dipenuhi ratusan warga yang mengungsi.

Para warga ini, terlihat memenuhi halaman masjid. Mulai orang dewasa, lansia, anak-anak hingga bayi. Di halaman masjid mereka tidur hanya beralaskan tikar dan terpal serta selimut agar tidak kedinginan.

Dari penuturan warga, mereka takut kembali ke rumah, karena khawatir terjadi gempa susulan pascagempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang Pulau Lombok, NTB. "Kita masih takut kalau kembali ke rumah," ujar Ibu Sumarni.

Dampak gempa Lombok. (Antara)
Dampak gempa Lombok. (Antara)

Menurut Sumarni, dirinya bersama warga lainnya baru akan kembali ke rumah jika benar-benar situasi sudah dalam keadaan aman.

"Untuk sementara kita tidur di masjid dulu. Nanti kalau sudah aman, baru kita kembali ke rumah," ujarnya.

Hal senada juga diutarakan warga lainnya, Inak Yuli. Dirinya bersama keluarga harus terpaksa mengungsi sementara waktu dari rumahnya. Sebab, ia dan keluarga masih khawatir gempa susulan.

Dampak gempa Lombok. (Antara)
Dampak gempa Lombok. (Antara)

Terlebih lagi, saat gempa terjadi peringatan tsunami sempat menyala. Sehingga, ia dan keluarganya mengungsi dari rumah.

"Kita belum mau kembali ke rumah. Karena masih trauma," katanya.

Gempa terjadi berkekukatan 7 skala ricter, Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 18.46 WIB pada kedalaman 15 km. Pusat gempa 18 km Barat Laut Lombok Timur. Peringatan dini tsunami telah diaktivasi. Potensi tsunami terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dengan status waspada dan pantai Lombok Timur bagian Utara dengan status Waspada. Waktu kedatangan tsunami pukul 18.48.35 WIB tadi.

Dampak gempa Lombok. (Antara)
Dampak gempa Lombok. (Antara)

BPBD telah memerintahkan masyarakat untuk menjauh dari pantai. Gempa dirasakan di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian Timur. Guncangan sangat keras dirasakan di Kota Mataram. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Masyarakat berlalu lalang di jalan dengn kondisi gelap karena listrik padam. Selain guncangan gempa susulan dirasakan. Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan.

Berdasarkan laporan BMKG telah ada tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk kedaratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter. Waktu peringatan dini hingga BMKG menyampaikan pengakhiran peringatan tsunami.

Dampak gempa Lombok. (Antara)
Dampak gempa Lombok. (Antara)

Berdasarkan analisis peta guncangan gempa dirasakan. Intensitas gempa di Kota Mataram VIII MMI, Karangasem VI MMI, Ubud V MMI, Denpasar IV MMI, Kuta IV MMI, Tabanan V MMI, Singaraja III MMI, Negara IV MMI, Banyuwangi III MMI, Jember III MMI, dan Malang II MMI.

Dengan melihat kondisi tersebut diperkirakan kerusakan bangunan banyak terjadi terjadi di Kota Mataram. Umumnya bangunan-bangunan yang dibangun dengan kurang memperhatikan kontruksi tahan gempa akan mengalami kerusakan jika terkena guncangan gempa dengan intensitas di atas VI MMI Apalagi saat ini di Kota Mataram intensitas gempa VIII MMI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tewas Gempa Lombok Sebanyak 31 Orang

Korban Tewas Gempa Lombok Sebanyak 31 Orang

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 00:51 WIB

Bandara Lombok Kembali Beroperasi Usai Gempa 7 SR

Bandara Lombok Kembali Beroperasi Usai Gempa 7 SR

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 00:10 WIB

Gempa Lombok, TGB Instruksikan Sekolah Diliburkan

Gempa Lombok, TGB Instruksikan Sekolah Diliburkan

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 00:04 WIB

Jamuan Makan Malam Wiranto di Mataram Diganggu Gempa Lombok

Jamuan Makan Malam Wiranto di Mataram Diganggu Gempa Lombok

News | Minggu, 05 Agustus 2018 | 22:36 WIB

Gempa Lombok, Ratusan Pasien RSUD Mataram Dievakuasi

Gempa Lombok, Ratusan Pasien RSUD Mataram Dievakuasi

News | Minggu, 05 Agustus 2018 | 22:15 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB