Gempa Lombok Bukan di Dasar Laut, Kenapa Ada Peringatan Tsunami?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 06 Agustus 2018 | 01:10 WIB
Gempa Lombok Bukan di Dasar Laut, Kenapa Ada Peringatan Tsunami?
Dampak gempa Lombok. (Antara)

Suara.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan epicenter atau pusat gempa Lombok berkekuatan 7 Skala Richter(SR) yang menimbulkan tsunami di Lombok dan sebagian wilayah Bali, bukan terletak di dasar laut. Tapi BMKG memberikan peringatan tsunami.

Pusat gempa Lombok adalah lereng utara timur laut Gunung Rinjani pada jarak 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur pada kedalaman 15 kilometer.

"Biasanya tsunami apabila epicenter di laut, kenyatannya epicenter ini bukan titik tetapi bidang patahan atau zona yang mengalami robekan memanjang hingga masuk di bawah dasar laut sehingga kami tetap perlu memberikan peringatan dini tsunami dengan level paling rendah yaitu waspada," kata Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/8/2018) malam.

Dampak gempa Lombok. (Antara)
Dampak gempa Lombok. (Antara)

Dari hasil pengamatan tinggi muka air laut di pantai, tsunami terjadi di empat lokasi yaitu Desa Carik, Lombok Utara dengan ketinggian tsunami 13,5 cm pada pukul 18.48 WIB dan Desa Badas pantai Sumba Utara dengan ketinggian tsunami 10 cm pukul 18.54 WIB.

Sepanjutnya Desa Lembar di pantai Lombok Barat Daya dengan ketinggian tsunami 9 cm pukul 19.27 WIB, serta Desa Benoa dengan ketinggian tsunami 2 cm pukul 19.58 WIB. Ketinggian tsunami diukur dari rata-rata muka air laut, dan diperkirakan hanya akan mencapai tinggi maksimal 50 cm.

"Meskipun kurang dari setengah meter tetapi harus diberikan peringatan dini karena dampak tsunami tergantung pada topograsi pantai, amplifikasi bisa saja terjadi," ujar Dwikorita.

Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pasca gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, (5/8). (ANTARA)
Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pasca gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, (5/8). (ANTARA)

Sejak gempa Lombok utama terjadi pukul 18.46 WIB, BMKG terus memantau perkembangan dan mencatat pola aktivitas gempa bumi susulan yang semakin melemah hingga pukul 20.20 WIB BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami.

BMKG mencatat sedikitnya 28 kali gempa telah terjadi dengan intensitas yang semakin berkurang.

Warga yang kondisi rumahnya sama sekali tidak mengalami kerusakan sudah diimbau kembali ke rumah, meskipun harus terus waspada dan tidak terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Gempa Lombok Mengungsi di Masjid, Bayi sampai Lansia

Korban Gempa Lombok Mengungsi di Masjid, Bayi sampai Lansia

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 01:04 WIB

Korban Tewas Gempa Lombok Sebanyak 31 Orang

Korban Tewas Gempa Lombok Sebanyak 31 Orang

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 00:51 WIB

Bandara Lombok Kembali Beroperasi Usai Gempa 7 SR

Bandara Lombok Kembali Beroperasi Usai Gempa 7 SR

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 00:10 WIB

Gempa Lombok, TGB Instruksikan Sekolah Diliburkan

Gempa Lombok, TGB Instruksikan Sekolah Diliburkan

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 00:04 WIB

Jamuan Makan Malam Wiranto di Mataram Diganggu Gempa Lombok

Jamuan Makan Malam Wiranto di Mataram Diganggu Gempa Lombok

News | Minggu, 05 Agustus 2018 | 22:36 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×