Diteror Bom Molotov, Ada yang Tak Suka Kapitra Jadi Caleg PDIP?

Bangun Santoso | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:35 WIB
Diteror Bom Molotov, Ada yang Tak Suka Kapitra Jadi Caleg PDIP?
Bakal caleg PDIP Kapitra Ampera jadi korban teror bom molotov. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Polisi menduga aksi pelemparan bom molotov di kediaman eks pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera ditujukan sebagai bentuk ketidakpuasan pihak-pihak tertentu dengan kegiatan yang dijalani Kapitra. Saat ini ia tercatat sebagai salah satu bakal caleg PDIP.

Hal itu diketahui polisi berdasarkan keterangan Kapitra yang sudah menjalani pemeriksaan dalam kasus tersebut.

"Menurut beliau (Kapitra), (teror pelemparan bom molotov) bentuk mereka menunjukan ada ketidakpuasan oknum lah, tidak puas dengan yang dilakukan beliau," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Polda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018)

Namun, Indra belum bisa memastikan apakah motif teror pelemparan bom molotov itu berkaitan dengan langkah Kapitra maju menjadi bakal caleg PDIP atau tidak. Menurutnya, motif tindak pidana itu baru bisa disimpulkan apabila polisi telah menangkap pelakunya.

"Saya belum mengaitkan sampai ke sana (pencalegan Kapitra), nanti akan bisa terbukti manakala kita sudah mengungkap, kita tahu motifnya latar berlakangnya dan siapa dia mungkin akan ada kesimpulan di situ," tuturnya.

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi masih menyelidiki bentuk ancaman yang disampaikan pelaku misterius melalui pesan singkat dan sambungan telepon di nomor telepon milik Kapitra.

"Mungkin beliau memberikan (soal ancaman teror via telepon itu mungkin ada keterkaitannya (aksi pelemparan bom molotov), bisa jadi kan seperti itu. Tapi kan kita dalami dulu sampai kita ketemu pelakunya siapa baru kita bisa mengaitkan," kata Indra.

Sebelumnya, kediaman Kapitra di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, Nomor 16, RT 2, RW 9, Tebet, Jakarta Selatan menjadi sasaran teror bom molotov pada Senin (6/8/2018) malam.

Aksi pelemparan bom molotov itu terjadi saat Kapitra tak berada di rumah. Saat itu ia sedang melaksanakan salat Isya di masjid Al Ittihad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rumah Kapitra Ampera Diteror Bom, PKS: Kriminal Biasa

Rumah Kapitra Ampera Diteror Bom, PKS: Kriminal Biasa

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 19:44 WIB

Terdengar 2 Kali Ledakan di Rumah Mantan Pengacara Rizieq Shihab

Terdengar 2 Kali Ledakan di Rumah Mantan Pengacara Rizieq Shihab

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 17:15 WIB

Jadi Kandidat Ketua Tim Pemenangan Jokowi, Puan Pilih Fokus Kerja

Jadi Kandidat Ketua Tim Pemenangan Jokowi, Puan Pilih Fokus Kerja

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 15:35 WIB

Jokowi Mau Daftar Capres, 9 Sekjen Duluan Kumpul di KPU

Jokowi Mau Daftar Capres, 9 Sekjen Duluan Kumpul di KPU

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 15:14 WIB

Rumah Dilempar Bom Molotov, Kapitra Sering Dapat Teror Telepon

Rumah Dilempar Bom Molotov, Kapitra Sering Dapat Teror Telepon

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 14:47 WIB

Terkini

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB