Suara.com - Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan inisial cawapres Jokowi untuk Pilpres 2019. Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Haryadi memprediksi cawapres Jokowi dari kalangan luar partai politik.
Nama calon wakil presiden yang akan mendampingi bakal calon presiden Joko Widodo masih menjadi teka-teki bagi publik. Romahurmuziy memberikan bocoran inisial cawapres Jokowi berinisial M.
inisial cawapres Jokowi itu mengarah kepada nama tokoh yang berasal dari parpol yakni Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Sedangkan dari non parpol ada nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Ketua MUI Maaruf Amin.
Melihat daftar nama tersebut, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Haryadi menilai Jokowi akan memilih cawapresnya dari non parpol. Hal itu disebabkan untuk menghindari kekisruhan antar partai koalisi yang saling berebut kursi cawapres.
"Besar kemungkinan pendamping Jokowi berasal dari figur di luar partai koalisi untuk menghindari pertentangan di antara partai pendukung yang sama-sama mengincar kekuasaan post Jokowi," kata Ade kepada Suara.com, Rabu (8/8/2018).
Menurut Ade, bentuk koalisi Pilpres 2019 kali ini terfokus kepada empat isu strategis. Yang pertama ialah sosok pasangan cawapres harus bisa menaikkan elektabilitas dari sang calon presiden. Kedua, bertemunya kesepakatan antar parpol koalisi perihal program strategis pemerintahan.
Sedangkan yang ketiga dan keempat adalah bagi-bagi kursi dalam kabinet serta proyeksi sinergi dalam Pemilihan Presiden 2024.
Dari keempat isu strategis tersebut, kata Ade, Jokowi akan sulit memenuhi kesepakatan dalam koalisi dikarenakan adanya perebutan kekuasaan post Jokowi. Oleh sebab itu, besar kemungkinan jika Jokowi memilih cawapresnya dari luar partai agar mempertahankan kesolidan koalisi pendukung Jokowi.