Partai Baru, PSI Diklaim Punya Tren Elektabilitas Positif

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Senin, 03 September 2018 | 20:49 WIB
Partai Baru, PSI Diklaim Punya Tren Elektabilitas Positif
Ketua Umum PSI Grace Natalie memperkenalkan dua caleg mantan dubes senior. (Suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Partai pendatang baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan tren positif dengan elektabilitasnya yang semakin meningkat. Pada bulan Mei 2018, elektabilitas PSI masih bercokol pada angka 1,3 persen, 0,2 persen lebih rendah dari saat ini yang mencapai 1,5 persen.

"Terobosan PSI untuk mencitrakan diri sebagai partai anti-korupsi dibuktikan dengan menjadi satu-satunya kontestan pemilu yang mengajukan daftar caleg tidak ada mantan narapidana koruptor tampak mencuri perhatian publik," kata Direktur Eksekutif Y-Publica di Bakoel Koffe, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).

Menurut Rudi, PSI diuntungkan dengan sikap masyarakat yang menolak keras pengajuan caleg yang pernah terlibat kasus-kasus korupsi. Dia mengatakan sebanyak 30,4 persen responden menganggap partai yang mengajukan caleg koruptor sebagai tindakantidak etis dan 23,7 persen tidak mendidik.

"Bahkan 28,1persen menuding partai tersebut tidak mempunyai komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Dan hanya 6,3 persen yang bisa menerima caleg koruptor, dengan catatan bahwa mereka sudah jera atau insyaf dan telah berubah," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan faktor bersih atau anti-korupsi menjadi pertimbangan utama dalam memilih partai politik. Prosentase faktor tersebut adalah 30 persen, lebih tinggi dari faktor figur atau tokoh partai yang hanya 23,4 persen.

"Lalu keberpihakan kepada rakyat 20,1 persen, dan rekam jejak 15,7 persen," lanjut Rudi.

Namun, kehadiran PSI tidak bisa mengalahkan partai-partai lama. Hal itu terbukti dengan keberadaan PDIP masih memimpin elektabilitas partai politik dengan 27,6 persen disusul oleh Gerindra 12,4 persen dan Golkar 9,7 persen.

Namun, kalau merujuk pada survei sebelumnya, terdapat tiga partai yang mengalami kenaikan cukup signifikan, yaitu PDIP, Gerindra, dan PKB.

"Ketiga partai ini paling menikmati coat-tail effects (efek menarik ekor jas), di mana Jokowi adalah kader PDIP, Ma’ruf Amin cenderung dekat dengan PKB, dan Gerindra yang memborong paket capres dan cawapres Prabowo-Sandi," katanya.

Semenntara, partai lain yang elektabilitasnya naik tipis adalah Nasdem dan PPP, meskipun tidak terwakili dalam komposisi capres-cawapres tetapi tampak sangat agresif dalam mendukung figur capres Jokowi. Sebaliknya, tiga partai besar (Golkar, Demokrat, dan juga PKS) mengalami penurunan elektabilitas setelah kegagalan dalam negosiasi politik untuk menjadikan kadernya sebagai cawapres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kubu Jokowi: Keputusan Bawaslu Soal Mahar Politik Sandiaga Aneh

Kubu Jokowi: Keputusan Bawaslu Soal Mahar Politik Sandiaga Aneh

News | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 16:16 WIB

Bikin Malu, Jemaah Haji Bawa Spanduk 2019 Ganti Presiden

Bikin Malu, Jemaah Haji Bawa Spanduk 2019 Ganti Presiden

News | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 20:21 WIB

Survei Alvara: Jokowi Unggul di Jakarta, Jabar dan Banten

Survei Alvara: Jokowi Unggul di Jakarta, Jabar dan Banten

News | Kamis, 23 Agustus 2018 | 12:54 WIB

2 Mantan Dubes Senior Diperkenalkan Jadi Caleg PSI

2 Mantan Dubes Senior Diperkenalkan Jadi Caleg PSI

News | Selasa, 21 Agustus 2018 | 16:33 WIB

PSI: Sri Mulyani Batal Jadi Jurkam Jokowi - Ma'ruf Sudah Tepat

PSI: Sri Mulyani Batal Jadi Jurkam Jokowi - Ma'ruf Sudah Tepat

News | Selasa, 21 Agustus 2018 | 13:49 WIB

Terkini

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 22:11 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:25 WIB

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:05 WIB

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:02 WIB

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:58 WIB

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:51 WIB

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:37 WIB