Dijual via Facebook, Gadis ES Nangis Bertemu Orangtuanya

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 13 September 2018 | 16:54 WIB
Dijual via Facebook, Gadis ES Nangis Bertemu Orangtuanya
Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) perempuan dibawah umur ES (16) dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Malaysia. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Gadis asal Kampung Kadupugur, Desa Wangunreja, Sukabumi, Jawa Barat, berinisial ES (16) menjadi korban perdagangan manusia. ES dijual ke Malaysia dengan diiming-imingi pekerjaan melalui jejaring sosial media, Facebook.

Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) perempuan dibawah umur dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Malaysia. Saat ini, ES telah kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat meski masih trauma. ES langsung dibawa ke Kantor Bareskrim, Gedung Mina Bahari II, Jakarta Pusat dan dipertemukan dengan keluarganya.

Momen haru pecah saat ES bertemu dengan orangtuanya. Diketahui ES lima hari berada di negeri Jiran, Malaysia.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadir Tipidum) Kombes Panca Putra mejelaskan, ES dibawa oleh sindikat TPPO melalui jalur laut. Sebelum dibawa ke Malaysia, ES di berangkatkan ke Jakarta untuk kemudian dibawa Batam untuk melengkapi data-data administrasi termasuk paspor.

Diketahui data-data tersebut palsu lantaran ES belum memiliki KTP dan masih dibawah umur.

"Oleh para pelaku data korbam dipalsukan, sehingga korban memiliki paspor, selain itu korban juga tidak mempunyai KTP, korban saat dilakukan pemeriksaan di imigrasi hanya memperlihatkan surat keterangan," kata Panca.

Peran Pelaku

Direktorat Tipidum Bareskrim Polri sudah berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial YL,  karena diduga terlibat dalam kasus perdagangan orang. Selain YL, beberapa pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, yakni AS, I, JS, dan IM juga diamankan.

Panca menjelaskan, para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda dalam melancarkan aksinya.

baca juga

"Lima orang memiliki peran yang berbeda mulai dari perekrut, penampung di Jakarta, yang memberikan modal dan berkoordinasi dengan pihak Malaysia, serta mengurus keberangkatan korban dan mengurus paspor," jelasnya.

Untuk diketahui, ES dipekerjakan selama lima hari di tempat majikannya. Ia diduga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan polisi masih menyelidiki hal tersebut. Akibatnya, ES melarikan diri.

Selain itu, Panca mengatakan IM mendapatkan Rp 5 juta dari setiap satu orang yang dikirim ke Malaysia. Sedangkan pelaku lain mendapatkan Rp 1-5 juta dari tiap orang korban. 

Para pelaku dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 120 juta. 

Polisi juga menjerat kelima pelaku dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bareskrim Bekuk Jaringan Perdagangan Perempuan ke Malaysia

Bareskrim Bekuk Jaringan Perdagangan Perempuan ke Malaysia

News | Kamis, 13 September 2018 | 16:20 WIB

Kemenpora Optimis UNESCO Akui Pencak Silat Milik Indonesia

Kemenpora Optimis UNESCO Akui Pencak Silat Milik Indonesia

Sport | Kamis, 13 September 2018 | 16:12 WIB

Nursaka, Bocah Lintasi 2 Negara Demi Sekolah Dapat Sepeda Jokowi

Nursaka, Bocah Lintasi 2 Negara Demi Sekolah Dapat Sepeda Jokowi

News | Kamis, 13 September 2018 | 13:19 WIB

Terkini

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

×