Dituduh Makar, eks Jubir HTI: Apa yang Salah Ganti Sistem?

Dwi Bowo Raharjo, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 13 September 2018 | 19:16 WIB
Dituduh Makar, eks Jubir HTI: Apa yang Salah Ganti Sistem?
Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto. (Suara.com/ Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menganggap isi materi ceramahnya yang menyebut ingin ganti sistem hanyalah hal biasa. Ia kemudian mempertanyakan apa yang mendasari ucapan itu menjadi dugaan akan melakukan makar.

Hingga saat ini Ismail mengaku belum mengetahui soal pelaporan tersebut di polisi atas tuduhan makar. Menurutnya, apa yang diucapkannya mengenai ganti sistem tidak bisa dijadikan sebagai sebuah pertanda akan melakukan makar.

"Saya tidak tahu laporan itu, kalau betul dilaporkan atas masalah apa? Sebenarnya soal ganti sistem itu kan sesuatu yang biasa," kata Ismail saat ditemui di Gedung Joang 45, Menteng  Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Ismail menjelaskan maksud ganti sistem dalam ceramahnya adalah ganti sistem dalam artian yang general atau umum. Ia pun mempertanyakan dimana letak kesalahannya lantaran tidak ada arah pembicaraan akan melakukan makar.

Lanjut Ismail, jika suatu sistem memang dirasa sudah buruk, sudah seharusnya untuk diganti. Pergantian sistem pun sudah sering terjadi di Indonesia, seperti pergantian sistem pemilihan preside sebelumnya melalui MPR kini melalui Pemilu hingga pergantian sistem kepartaian yang dulunya hanya diizinkan tiga partai kini ada banyak partai.

"Ganti sistem itu general. Mestinya harus dipahami bersifat umum. Jadi apa masalahnya? Dimana letak salahnya? Saya cuma ngomong ganti sistem kok kenapa kemudian langsung dianggap makar?," ungkap Ismail.

Ismail pun menilai laporan dugaan makar ke kepolisian adalah laporan yang mengada-ada. Pasalnya, tidak ada indikasi menuju makar sebagaimana yang terkandung dalam KUHP, yakni mengandung unsur penyerangan terhadap pribadi presiden maupun wakil presiden dan penyerangan terhadap keutuhan serta kedaulatan negara.

"Swruan ganti presiden, ganti sistem dimana letak penyerangannya itu? Jadi jelas ini laporan yang mengada-ada," tutupnya.

Sebelumnya, inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera, bersama eks juru bicara organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan makar. Dalam sebuah video keduanya menyatakan ingin mengganti presiden dan mengganti sistem pemerintahan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituduh Makar, Mardani Ali Sera Tegur eks Jubir HTI

Dituduh Makar, Mardani Ali Sera Tegur eks Jubir HTI

News | Kamis, 13 September 2018 | 12:53 WIB

Ini Bukti Mardani Ali Sera dan Eks Jubir HTI Mau Makar

Ini Bukti Mardani Ali Sera dan Eks Jubir HTI Mau Makar

News | Rabu, 12 September 2018 | 17:03 WIB

HTI Bantah Jadi Aktor Utama #2019GantiPresiden

HTI Bantah Jadi Aktor Utama #2019GantiPresiden

News | Selasa, 28 Agustus 2018 | 09:09 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×