GNPF Gelar Ijtimak Ulama Jilid II, Undang Prabowo - Sandiaga Uno

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 13 September 2018 | 22:10 WIB
GNPF Gelar Ijtimak Ulama Jilid II, Undang Prabowo - Sandiaga Uno
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyatakan menginginkan bakal calon presiden Prabowo Subianto memilih cawapresnya berasal dari kalangan ulama. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, organisasinya bakal menggelar ijtimak ulama jilid II pada hari Minggu, 16 September pekan depan, di Jakarta.

Musyawarah tersebut digelar untuk memastikan apakah GNPF—organisasi eks demonstran anti-Ahok pada Pilkada 2017—akan mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Pada ijtimak ulama pertama, GNPF Ulama merekomendasikan Ustaz Abdul Somad, dan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri. Namun, nama-nama tersebut tak dipilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cawapres. Ia lebih memilih Sandiaga Uno.

"Ijtimak Ulama II digelar pada 16 September 2018, dimulai sejak pagi hari hingga sore dan Insyaallah akan dihadiri oleh pasangan bakal capres dan cawapres Pak Prabowo Subianto dan Sandiaga  serta partai-partai yang mendukung," kata Yusuf saat jumpa pers di kawasan Tebet,  Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Panitia penyelenggara musyawarah politik ulama tersebut bersepakat untuk tidak memberitahu lokasi ijtimak.

"Kami nanti akan membahas masalah pasangan calon yang sudah ditetapkan dan sudah didaftarkan. Dan yang perlu dicatat, ijtimak kedua diadakan yaitu semangat pergantian presiden. Jadi klir, jangan ada pertanyaan apakah nanti akan bergeser (dukungan ke pasangan Jokowi - Maruf Amin)," tegas Yusuf.

Nantinya, para ulama akan membahas sejauh mana peran mereka untuk memenangkan pasangan ini serta komitmen dari Prabowo dan Sandiaga Uno.

Jika kedua pihak sudah setuju, maka akan diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas oleh pasangan calon Presiden.

Martak menuturkan, ijtimak jilid II ini akan mengundang 1.000 peserta dari kalangan ulama.

"Peserta jumlahnya lebih besar dari ijtimak pertama. Kalau tidak salah 1.000 orang dari berbagai daerah. Ijtimak pertama hanya 500 orang peserta," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Baru Bergabung, Kwik Kian Gie Sudah Dapat Tugas dari Prabowo

Baru Bergabung, Kwik Kian Gie Sudah Dapat Tugas dari Prabowo

News | Kamis, 13 September 2018 | 21:33 WIB

Sandiaga Sampaikan Curhatan Masyarakat Soal Lapangan Pekerjaan

Sandiaga Sampaikan Curhatan Masyarakat Soal Lapangan Pekerjaan

News | Kamis, 13 September 2018 | 21:19 WIB

Sandiaga Dikasih Tempe, Istri Gus Dur Beri Prabowo Buku Agama

Sandiaga Dikasih Tempe, Istri Gus Dur Beri Prabowo Buku Agama

News | Kamis, 13 September 2018 | 20:16 WIB

Dirayu Jokowi dan Prabowo, Yenny Tunggu Silatnas Barikade Gus Dur

Dirayu Jokowi dan Prabowo, Yenny Tunggu Silatnas Barikade Gus Dur

News | Kamis, 13 September 2018 | 19:44 WIB

Di Rumah Gus Dur, Prabowo Tegaskan Tak Dukung Khilafah

Di Rumah Gus Dur, Prabowo Tegaskan Tak Dukung Khilafah

News | Kamis, 13 September 2018 | 17:50 WIB

Terkini

Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka-luka

Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka-luka

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:22 WIB

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:12 WIB

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:01 WIB

Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz

Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:42 WIB

Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri

Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:36 WIB

Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota

Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:24 WIB

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:46 WIB

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:17 WIB

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:01 WIB

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:59 WIB