KPK Kaji Liputan IndonesiaLeaks soal Perusakan Buku Merah

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 10 Oktober 2018 | 14:53 WIB
KPK Kaji Liputan IndonesiaLeaks soal Perusakan Buku Merah
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mengkaji kembali sejumlah temuan yang terdapat dalam hasil liputan investigatif IndonesiaLeaks.

Tim IndonesiaLeaks, menelisik dugaan perusakan barang bukti kasus suap pengusaha Basuki Hariman, yang diduga dilakukan Roland Ronaldy dan Harun—dua penyidik KPK dari unsur Polri dan kekinian sudah dikembalikan ke ke institusi tersebut.

Dalam buku bersampul berwarna merah berisi catatan keuangan Basuki yang termaktub dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Kumala Dewi Sumartono, disebutkan dugaanaliran dana ke sejumlah pejabat, termasuk Kapolri Tito karnavian.

"Jadi hari ini Pak Herry [Muryanto] sebagai deputi baru di PIPM (Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat) akan melakukan eksaminasi terhadap itu (hasil peliputan investigasi IndonesiaLeaks)," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di DPR RI, Rabu (10/10/2018).

Ia menjelaskan, KPK sempat mengecek dugaan perobekan lembaran buku merah yang disebut terdapat daftar nama-nama pejabat negara.

Namun, melalui pengecekan kamera pengintai atau cctv, perobekan itu tidak masuk dalam tangkapan lensa.

"Pengawas internal sudah memeriksa kamera, kamera memang terekam , tapi secara... ada penyobekan tidak terlihat dikamera itu," kata Agus.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap hasil investigasi IndonesiaLeaks.

Agus mengatakan, hal tersebut sulit dibuktikan kalau bukti-bukti yang tersedia dinilai kurang kuat. Dirinya membandingkan dengan kasus Nazaruddin dan Yulianis yang memiliki catatan dugaan aliran dana ke sejumlah pihak, namun terbantahkan ketika dikonfrontasi.

"Ini siapa yang menerima ini, itu kan pembuktiannya, susah begitu orangnya, ngomong saya tidak menerima, tidak ada bukti yang lain, apa yang mau kami pakai? " keluhnya.

Selain itu, Agus menyatakan bahwa tidak ada aliran dana kepada Tito Karnavian dari Basuki Hariman dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Basuki Hariman.

"Dari keterangan tidak ada, oleh karena itu adanya tulisan, tulisan itu juga perlu diklarifikasi," ujarnya.

Kekinian, Agus meminta semua pihak untuk menunggu pihak internal KPK melakukan pengecekan terhadap temuan-temuan yang dilakukan IndonesiaLeaks.

"Oleh karena itu kita tunggu saja eksaminasi yang dilakukan PI," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayar Cicilan Ketiga, Eni Setor Uang PLTU Riau-1 Rp 1,25 Miliar

Bayar Cicilan Ketiga, Eni Setor Uang PLTU Riau-1 Rp 1,25 Miliar

News | Rabu, 10 Oktober 2018 | 14:20 WIB

KPK Kembali Undang Amien Rais Datang ke KPK

KPK Kembali Undang Amien Rais Datang ke KPK

News | Rabu, 10 Oktober 2018 | 13:02 WIB

Dugaan Tito Karnavian Terima Uang, Jokowi: Saya Tak Ikut Campur

Dugaan Tito Karnavian Terima Uang, Jokowi: Saya Tak Ikut Campur

News | Rabu, 10 Oktober 2018 | 12:43 WIB

Diperiksa KPK, Eni Ngaku Kembalikan Lagi Uang Proyek PLTU Riau-1

Diperiksa KPK, Eni Ngaku Kembalikan Lagi Uang Proyek PLTU Riau-1

News | Rabu, 10 Oktober 2018 | 12:34 WIB

Terkini

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:55 WIB

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB