Soal Tagline Donald Trump, Demokrat: Spiritnya Kita Ambil

Bangun Santoso | Muhammad Yasir | Suara.com

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:40 WIB
Soal Tagline Donald Trump, Demokrat: Spiritnya Kita Ambil
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean angkat bicara terkait pernyataan Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto soal tagline atau slogan 'Indonesia First, Make Indonesia Great Again'. Hal itu menurutnya bukan meniru melainkan hanya mengambil semangat yang sama dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ferdinand mengklaim kalau Prabowo tidak meniru kemenangan Trump dengan memakai tagline 'Indonesia First, Make Indonesia Great Again' yang diadopsi dari tagline 'Amerika First, Make America Great Again'. Menurutnya hal itu hanya untuk memgambil semangat yang terkandung di dalam tagline tersebut.

"Tidak ingin meniru Trump apalagi meniru, apa yang dilakukan oleh Trump, sama sekali tidak. Spirit yang terkandung dalam kalimat itu yang ingin kita ambil," kata Ferdinand di Rumah Makan Mbok Berek, Jalan Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Kepala Divisi Bidang Hukum DPP Partai Demokrat itu mengatakan, apa yang disampaikan Prabowo terkait 'Make Indonesia Great Again' itu karena memang dahulu Indonesia menurutnya pernah disegani di Asia dan Internasional. Kendati begitu, saat ini hal itu dinilai telah hilang.

Saat ini Indonesia seperti telah kehilangan peran di kancah Internasional. Hal itu dinilai karena keterbatasan kapasitas dan kapabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi pak prabowo menyampaikan itu ingin kembali. Bayangkan zaman Soeharto itu Indonesia di Asia ditakuti, di dunia ditakuti. Zaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga kita di dunia Internasional tak pernah ketinggalan di isu global," pungkasnya.

Untuk diketahui, Prabowo sempat menyebut pemimpin Indonesia harus berani meneriakan ‘Indonesia First. Make Indonesia Great Again’. Hal itu disampaian Prabowo saat menghadiri Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Tagline 'Indonesia First, Make Indonesia Great Again' itu sendiri diadopsi dari tagline 'Amerika First, Make America Great Again' yang sebelumnya digunakan Donald Trump kala dirinya menang di Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pernyataan Andi Arief Soal Prabowo Bikin Kubu Jokowi Keheranan

Pernyataan Andi Arief Soal Prabowo Bikin Kubu Jokowi Keheranan

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:30 WIB

Disebut Tiru Slogan Presiden AS, Prabowo: Saya Mau Indonesia Kuat

Disebut Tiru Slogan Presiden AS, Prabowo: Saya Mau Indonesia Kuat

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:15 WIB

Urung Bertemu Prabowo Subianto, Jokowi Sampaikan Salam Hormat

Urung Bertemu Prabowo Subianto, Jokowi Sampaikan Salam Hormat

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:12 WIB

Hasto: 'Game of Throners' Bikin Jokowi Semakin di Depan

Hasto: 'Game of Throners' Bikin Jokowi Semakin di Depan

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:02 WIB

Prabowo Subianto: Pemimpin Tidak Boleh Bohongi Rakyat

Prabowo Subianto: Pemimpin Tidak Boleh Bohongi Rakyat

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 05:56 WIB

Terkini

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:39 WIB

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:38 WIB

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:37 WIB

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:34 WIB

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:31 WIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:29 WIB

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:21 WIB

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:19 WIB

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07 WIB

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB