Demokrat Desak Polisi Investigasi Kasus Peluru Nyasar di DPR

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:47 WIB
Demokrat Desak Polisi Investigasi Kasus Peluru Nyasar di DPR
Kaca yang pecah akibat peluru nyasar di lantai 16 Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyayangkan adanya peristiwa peluru nyasar ke sejumlah ruangan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen. Terkini, ditemukan peluru nyasar di ruang kerja anggota fraksi Demokrat, Vivi Sumantri.

Ibas mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut. Ia juga menyayangkan kurangnya keamanan yang diberikan untuk anggota DPR.

"Fraksi PD prihatin dan mengecam tembakan liar apapun itu bentuk dan tujuannya, kami juga menyayangkan bahwa ruangan dan kompleks parlemen semestinya dijaga keamanannya," kata Ibas di ruangan Vivi lantai 10, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Rabu (17/10/2018).

Ibas mengetahui peluru nyasar ini bukan peluru yang ditemukan pertama kali. Seperti diketahui, peluru nyasar pertama kali terjadi di lantai 13 dan 16 dalam gedung yang sama pada Senin (15/10/2018). Ibas meminta kepada seluruh pihak keamanan kompleks parlemen untuk lebih mengawasi keadaan sekitar.

"Karena ini tidak main-main, ini peluru tajam, yang ketiga, kami menyerukan kepada siapapun yang ada di sekitar kompleks parlemen untuk dilakukan pengecekan secara berkala agar keamanan dalam terus berpatroli, mungkin juga CCTV, ada pos luar dan pos dalam yang terus mewaspadai," ujarnya.

Ibas mengkhawatirkan apabila peluru nyasar tersebut bukan berasal dari Lapangan Tembak Perbakin Senayan yang lokasinya tak jauh dari gedung DPR.

"Bisa saja kejadian ini bukan hanya sekedar latihan, bagaimana kalau terjadi kegiatan terorisme, atau kejahatan lain yang ingin menciderai anggota dewan atau seluruh penghuni kompleks parlemen," kata dia.

Karenanya Ibas berharap kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut sejelas-jelasnya. Ia pun meminta ada invesitasi menyeluruh atas kasus tersebut.

"Kami berharap kepada kepolisian dan pihak-pihak terkait untuk mengungkapkan apa yang sesungguhnya terjadi, investigasi menyeluruh, investigasi baik di dalam dan juga di luar," pungkasnya.

Untuk diketahui, dua peluru nyasar kembali ditemukan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (17/10/2018). Dua buah peluru nyasar ditemukan di ruangan anggota DPR. Peluru tersebut menyasar anggota fraksi Partai Demokrat Vivi Sumantri dan Fraksi PAN Totok Daryanto.

Politisi Demokrat Didik Mukrianto menjelaskan bahwa peluru nyasar tersebut tidak terjadi pada Rabu (17/10/2018). Peluru tersebut ditemukan oleh staf anggota pada Selasa (16/10/2018).

"Perlu saya sampaikan hari ini kita baru dapat laporan dari staf anggota kita bahwa di ruangan bu Vivi ini ada peluru nyasar tapi diketahui baru kemarin," kata Didik di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Rabu (17/10/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Nyatakan Tidak Ada Penembakan Baru di DPR Hari Ini

Polisi Nyatakan Tidak Ada Penembakan Baru di DPR Hari Ini

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:29 WIB

Anies akan Kaji Usulan Pemindahan Lapangan Tembak Senayan

Anies akan Kaji Usulan Pemindahan Lapangan Tembak Senayan

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 09:22 WIB

Senjata Penembak Gedung DPR Ternyata Milik Anggota Perbakin

Senjata Penembak Gedung DPR Ternyata Milik Anggota Perbakin

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:49 WIB

Penembakan Gedung DPR, PNS Kemenhub Gugup saat Latihan Menembak

Penembakan Gedung DPR, PNS Kemenhub Gugup saat Latihan Menembak

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:44 WIB

Andi Arief Sebut Prabowo Tak Serius, Demokrat: Itu Cuma Pengingat

Andi Arief Sebut Prabowo Tak Serius, Demokrat: Itu Cuma Pengingat

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 15:25 WIB

Terkini

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB