Menteri Agama: Jangan Kucilkan dan Hina Kaum LGBT!

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 17 Oktober 2018 | 19:17 WIB
Menteri Agama: Jangan Kucilkan dan Hina Kaum LGBT!
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat untuk tidak menghakimi seseorang yang berorientasi seksual lesbian, gay, biseksual maupun transgender (LGBT).

Menurutnya, apabila masyarakat tidak menyetujui orientasi seksual seseorang, mereka juga harus berempati agar kembali tersadar.

Lukman memahami masih ada masyarakat Indonesia yang menolak kaum LGBT. Namun, Lukman mengajak masyarakat mendampingi para pelaku tersebut sampai kembali sadar.

"Bila kita tak bersetuju dengan perilaku LGBT, mari dampingi pelakunya secara empatik agar tak lagi melakukannya," kata Lukman dalam akun Twitter pribadinya @lukmanfaifuddin pada Rabu (17/10/2018).

Lukman meminta kepada masyarakat mengambil andil dalam proses mengubah pelaku LGBT kembali ke jalan yang benar, bukan malah menghakimi.

"Malah menghina, mencerca, mengucilkannya, apalagi sampai meniadakan eksistensi kemanusiaan mereka," sambungnya.

Perkataannya tersebut sebagai bentuk klarifikasi atas beredarnya sebuah video yang telah diedit sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah video yang menunjukkan bahwa Lukman mendukung kegiatan LGBT.

Potongan Video

Pernyataan Lukman tersebut sebagai respons atas disinformasi bahwa dirinya mendukung kelompok LGBT yang terdapat dalam video, yang diunggah serta viral di Facebook oleh akun AKSI Mahasiswa.

Akun itu juga menuliskan keterangan video yang menggiring opini publik, "Mentri Agama?Nangis2 di Acara di mana LGBT di beri penghargaan !"

Penelusuran Suara.com, video tersebut mencatut rekaman saat Lukman menghadiri acara Hari Ulang Tahun ke22 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada Agustus 2016.

Dalam acara bertema "Media Ekspresi dan Keberagaman", AJI menyerahkan tiga penghargaan bertajuk Tasrif Award, Udin Award, dan SK Trimurti Award.

Tasrif Award diberikan kepada sosok yang dianggap memperjuangkan kebebasan berekspresi dan menegakkan keadilan.

Pada acara itu, Tasrif Award diberikan kepada Forum LGBTIQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Interseksual, dan Queer).

Tasrif Award juga diberikan kepada inisiator International People Tribunal (IPT) 1965, yakni acara untuk memperjuangkan nasib korban tragedi tahun 1965.

Menteri Lukman Hakim hanya undangan dalam acara tersebut, dan didaulat menyampaikan orasi kebudayaan.

Ia sama sekali tak mengetahui Tasrif Award juga diberikan kepada kelompok LGBTIQ, karena hal tersebut merupakan kewenangan mutlak para juri serta dirahasiakan sampai diumumkan dalam acara itu.

Lukman juga bukan satu-satunya tokoh yang diundang dalam acara itu.  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga hadir dalam acara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkominfo Akan Panggil Facebook dan WhatsApp soal Konten LGBT

Kemenkominfo Akan Panggil Facebook dan WhatsApp soal Konten LGBT

Tekno | Rabu, 10 Oktober 2018 | 20:45 WIB

Kemenkominfo Sedang Analisis Konten Diduga LGBT di Facebook

Kemenkominfo Sedang Analisis Konten Diduga LGBT di Facebook

Tekno | Rabu, 10 Oktober 2018 | 20:15 WIB

UU LGBT Diubah, Sutradara Kuch Kuch Hota Hai Girang

UU LGBT Diubah, Sutradara Kuch Kuch Hota Hai Girang

Entertainment | Kamis, 06 September 2018 | 16:46 WIB

Menteri Agama Mau Jadi Saksi Meringankan Meiliana soal Suara Azan

Menteri Agama Mau Jadi Saksi Meringankan Meiliana soal Suara Azan

News | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 16:02 WIB

Buntut Vonis Meiliana, Menag Bongkar Aturan Pengeras Suara Masjid

Buntut Vonis Meiliana, Menag Bongkar Aturan Pengeras Suara Masjid

News | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 10:30 WIB

Terkini

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran

Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:14 WIB

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:12 WIB

Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau

Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:12 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:56 WIB

Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!

Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:38 WIB

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:26 WIB

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

Pasar Saham Asia Langsung Gacor Usai AS dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:22 WIB

Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun

Kejagung Serahkan Uang Hasil Lelang Ke Kementerian Keuangan Sebesar Rp 1,02 Triliun

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:08 WIB

Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim

Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim

News | Senin, 15 Juni 2026 | 09:55 WIB