Kali Bekasi Tercemar dan Bau Busuk, Air Ditutupi Busa Putih Tebal

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:24 WIB
Kali Bekasi Tercemar dan Bau Busuk, Air Ditutupi Busa Putih Tebal
Kali Bekasi tercemar. (Suara.com/Yacub)

Suara.com - Kali Bekasi tercemar. Air kali Bekasi berbusa setebal 20 sentimeter. Sementara Air Kali Bekasi berbau busuk.

Kali Bekasi jadi sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk jutaan warga Bekasi.

"Busa tebal ini sudah ada sejak kemarin pagi, biasanya busa sudah hilang setelah satu hari. Ini masih tebal banget," kata warga Margahayu, Mulyadi, Kamis (18/10/2018).

Ia mengatakan, Kali Bekasi kerap tercemar limbah industri sejak tahun 2016. Pada tahun 2018 ini, ia mencatat sudah kesekian kalinya Kali Bekasi tercemar.

"Seingat saya, Kali Bekasi hampir setiap bulan dicemari limbah, dalam satu bulan Kali Bekasi bisa dua kali tercemar," ujar dia.

Mulyadi mencurigai ada oknum atau perusahaan yang sengaja membuang limbahnya ke Kali Bekasi. Karena itu, ia mendesak agar pemerintah tegas meinindak perusahaan pembuang limbah sembarangan.

"Kemungkinan disengaja buang limbahnya kesini. Liat saja busanya tambah parah begini. Kasian warga sekitar, sudah kalinya tercemar, udaranya juga ikut tercemar karena bau," kata dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, mengaku telah mengetahui kondisi Kali Bekasi yang memprihatinkan itu.

Bahkan, pihaknya sudah melakukan penyisiran yang hasilnya adalah pencemaran terjadi sejak dari hulu.

"Kondisi air terkontaminasi dari Sungai Cileungsih, Kabupaten Bogor. Ada zat antropogenik dengan indikator perubahan warna, bau, perubahan PH, padatan tersuspensi tinggi," kata dia.

Ia menjelaskan, penyebab air tercemar tersebut ditengarai karena adanya sampah organik, air limbah domestik, peningkatan surfaktan detergent yang masuk ke sungai. Sehingga menyebabkan kekurangan oksigen dalam air yang menyebabkan bau.

Selain itu, lanjutnya, perusahaan industri yang membuang air limbah mengandung logam-logam terlarut dan toksik-toksik organik. Hal itu mengakibatkan Kali Bekasi kekurangan kandungan oksigen dalam air. Tumbuhnya ledakan ganggang, pendangkalan dasar perairan dan perubahan ekologi.

"Air limbah yang masuk ke sungai menyebabkan Kali Bekasi terdekomposisi. Secara anaerob, di mana bahan organik yang terlarut akan diurai atau dibusukkan oleh bakteri anaerob menjadi senyawa CH4 metan, H2S, amonia yang menimbulkan bau busuk, sehingga terjadi pengendapan lumpur," tandasnya.

Ia tak mengira jika Kali Bekasi sebagai penyuplai air baku kepada jutaan masyarakat akan kembali terkontaminasi.

Sebab, lanjut Luthfi, Pemerintah Kota Bekasi telah mendapatkan kabar baik setelah adanya langkah tegas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan menyegel empat perusahaan pembuang limbah ke Kali Bekasi.

Empat perusahaan yang disegel itu yakni, PT AIP dan PT HTI, berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, lalu PT MGP dan PT FOTS, keduanya berlokasi di Desa Kembang Kuning, Klapa Nunggal.

"Sekarang kami masih menyelidiki perusahaan mana lagi yang akan membuang limbah secara sembarang," tegas dia.

Jumhana mengatakan, untuk industri di wilayah Kota Bekasi, sejauh ini pihaknya telah melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku industri di bantaran Kali Bekasi.

"Kalau di Kota Bekasi, pengawasan dan penindakan sudah maksimal. Kita sudah ada surat pernyataan kepada pelaku industri, jika melanggar ketentuan akan disegel dan dibawa ke jalur hukum, itu sudah kita lalukan," tuturnya.

Selama dua tahun ini, kata Jumhana, pihaknya telah menindak industri yang melakukan pencemaran limbah.

"Kita segel Millenium Laundry dan pengolahan plastik. Kita tutup dan dibawa ke ranah hukum," tegasnya.

Jumhana menambahkan, setiap hari pihaknya juga melakukan inspeksi lapangan untuk mengontrol dan memantau Kali Bekasi. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup menempatkan tim katak yang tidak diketahui untuk melakukan pemantauan.

"Tiap hari kita sidak, saya bagi tim untuk kontrol terus. Saya juga ada tim katak yang tidak diketahui, nyamar lah, nggak pakai seragam. Pantau outletnya atau lokasi industri langsung. Jika pembuangan mereka ke Kali Bekasi hitam, bakal kita foto dan divideokan pakai handphone," tandasnya.

Meski Kali Bekasi terkontaminasi, Kasubag Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot, Uci Indrawijaya mengatakan, proses produksi dan distribusi air bersih ke ribuan pelanggan PDAM Tirta Patriot tidak terhenti.

"Produksi aman, masih ketemu air baku mutu untuk produksi. Masih bisa, karena kebantu sama air dari suplesi kalimalang itu," kata Uci.

Uci mengatakan, air baku yang sampai ke PDAM Tirta Patriot sudah melalui uji lab. Namun demikian, Uci mengaku terdapat kesulitan dalam proses netralisir air, sehingga biaya produksi jadi bertambah.

"Kita masih produksi di angka 430 liter perdetik. Jadi kita lakukan distribusi dan suplai air ke pelanggan dengan tekanan 4,1 bar," tandasnya.

Normalnya tekanan air ke pelanggan biasanya dilakukan di angka 4,5 bar dengan produksi 500 liter perdetik.

"Jadi saat ini kita ada sedikit pengurangan produksi, tapi semua tetap berjalan lancar," pungkasnya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Gabungan Buru Buaya Putih di Kali Bekasi dan Cileungsi

Tim Gabungan Buru Buaya Putih di Kali Bekasi dan Cileungsi

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 20:57 WIB

Raih Emas Asian Games 2018, Rindi Diangkat Jadi Karyawan PDAM

Raih Emas Asian Games 2018, Rindi Diangkat Jadi Karyawan PDAM

Sport | Sabtu, 01 September 2018 | 20:14 WIB

Ada Tim Khusus di Balik Pasokan Air untuk Asian Games 2018

Ada Tim Khusus di Balik Pasokan Air untuk Asian Games 2018

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 17:28 WIB

Pasca Gempa Lombok, Mataram Krisis Air Bersih

Pasca Gempa Lombok, Mataram Krisis Air Bersih

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 11:10 WIB

Pasca Gempa Lombok, Air PDAM Keruh Berwarna Coklat

Pasca Gempa Lombok, Air PDAM Keruh Berwarna Coklat

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 10:59 WIB

Terkini

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB