Cegah 3.500 Imigran, Trump Kerahkan 15 Ribu Serdadu ke Perbatasan

Reza Gunadha | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 01 November 2018 | 16:24 WIB
Cegah 3.500 Imigran, Trump Kerahkan 15 Ribu Serdadu ke Perbatasan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [AFP/Mandel Ngan]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan, bakal mengirim 15.000 pasukan ke perbatasan negara dengan Meksiko.

Pengerahan pasukan itu untuk menghentikan kedatangan migran ilegal yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di Amerika Tengah, Rabu (31/10/2018) waktu setempat.

Jumlah pasukan yang disebut Trump bahkan lebih banyak dari yang disampaikan pejabat pertahanan AS. Senin (29/10), Pentagon mengatakan telah mengerahkan lebih dari 5.200 pasukan ke perbatasan.

Kemudian dua hari berikutnya, dikatakan lebih dari 7.000 tentara akan mendukung Departemen Keamanan Dalam Negeri di sepanjang perbatasan.

Sejumlah kelompok, termasuk American Civil Liberties Union, menuduh Trump memolitisasi militer menjelang pemilihan kongres pekan depan.

"Kami akan kirim antara 10.000 sampai 15.000 personil militer untuk berpatroli semua orang di perbatasan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters.

Trump tidak menjelaskan berapa dari 15.000 pasukan yang akan menjadi Garda Nasional. Saat ini sudah ada 2.100 pasukan Garda Nasional AS di perbatasan yang dikirim setelah permintaan Trump sebelumnya pada bulan April, dan bertambah menjadi 4.000 orang.

Jika 15.000 tentara AS dikerahkan ke perbatasan dengan Meksiko, jumlah itu lebih besar ketimbang serdadu negeri Pakde Sam di Afghanistan—yang menjadi konflik terpanjang bagi AS.

Trump berusaha menggunakan isu imigrasi sebagai persoalan untuk memotivasi publik untuk mendukung Partai Republik menjelang pemilihan 6 November.

Dalam pemilu itu, Partai Republik berusaha mempertahankan kendali mereka terhadap kedua kamar kongres.

Saat masa kampanye pemilihan presiden tahun 2016, Trump pernah berjanji memperkeras undang-undang keimigrasian dan membangun dinding di sepanjang perbatasan selatan AS dengan Meksiko.

Sementara sekelompok kafilah migran Amerika Tengah diperkirakan berjumlah sedikitnya 3.500 orang, dikabarkan meninggalkan Honduras pada pertengahan Oktober 2018, dan kekinian berada di Meksiko selatan dalam perjalanan ke perbatasan AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kubu Jokowi Sebut Prabowo - Sandi Gunakan Strategi Donald Trump

Kubu Jokowi Sebut Prabowo - Sandi Gunakan Strategi Donald Trump

News | Rabu, 31 Oktober 2018 | 20:11 WIB

Trump Bersiap Serang Cina Bila Kesepakatan Dagang Gagal

Trump Bersiap Serang Cina Bila Kesepakatan Dagang Gagal

Bisnis | Rabu, 31 Oktober 2018 | 06:32 WIB

Berkicau di Twitter, Trump Ngaku Cuma Punya Satu Ponsel

Berkicau di Twitter, Trump Ngaku Cuma Punya Satu Ponsel

Tekno | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 20:30 WIB

Bantah Sadap iPhone Presiden AS, Cina Sarankan Trump Pakai Huawei

Bantah Sadap iPhone Presiden AS, Cina Sarankan Trump Pakai Huawei

Tekno | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 08:51 WIB

Terkini

7 Fakta Mengerikan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi: Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor

7 Fakta Mengerikan Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi: Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:43 WIB

Amsal Sitepu Akhirnya Bebas, DPR: Hakim Gali Rasa Keadilan Masyarakat Terhadap Kerja Kreatif

Amsal Sitepu Akhirnya Bebas, DPR: Hakim Gali Rasa Keadilan Masyarakat Terhadap Kerja Kreatif

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:40 WIB

Amsal Sitepu Akhirnya Divonis Bebas, DPR Ingatkan Kejaksaan: Jangan Mudah Mengkriminalisasi

Amsal Sitepu Akhirnya Divonis Bebas, DPR Ingatkan Kejaksaan: Jangan Mudah Mengkriminalisasi

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:35 WIB

Kunjungan Perdana ke Korea, Prabowo Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Korsel

Kunjungan Perdana ke Korea, Prabowo Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Korsel

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:14 WIB

Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI DPR Sebut Presiden Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global

Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI DPR Sebut Presiden Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:11 WIB

Amsal Sitepu Divonis Bebas dari Dakwaan Korupsi, Sahroni Ingatkan Penegak Hukum: Harus Buka Hati

Amsal Sitepu Divonis Bebas dari Dakwaan Korupsi, Sahroni Ingatkan Penegak Hukum: Harus Buka Hati

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:09 WIB

Parkir Ganda dan Jukir Liar di Blok M Square: Pengelola Akui Sudah Ditertibkan, Tapi Kerap Kembali

Parkir Ganda dan Jukir Liar di Blok M Square: Pengelola Akui Sudah Ditertibkan, Tapi Kerap Kembali

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:03 WIB

Andre Rosiade Ungkap Strategi Rahasia Prabowo sehingga Harga BBM Tak Naik

Andre Rosiade Ungkap Strategi Rahasia Prabowo sehingga Harga BBM Tak Naik

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:57 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:54 WIB

Menlu Iran Tantang AS, Sebut Serangan Darat Tak Akan Terjadi

Menlu Iran Tantang AS, Sebut Serangan Darat Tak Akan Terjadi

News | Rabu, 01 April 2026 | 13:49 WIB