Ma'ruf Amin: Yusril Mahendra Mungkin Sudah Tak Sejalan dengan HTI

Reza Gunadha | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 06 November 2018 | 17:03 WIB
Ma'ruf Amin: Yusril Mahendra Mungkin Sudah Tak Sejalan dengan HTI
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra bersama dengan Prof Zain Badjeber memenuhi undangan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/7).

Suara.com - Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang, mengagetkan banyak pihak setelah mengakui menjadi pengacara Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin.

Keterkejutan tersebut didasarkan oleh rekam jejak Yusril yang selama ini dikenal sebagai oposan terhadap pemerintah, terutama saat mengeluarkan kebijakan pelarangan terhadap organisasi massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Bahkan, Yusril adalah sosok pengacara HTI, saat mengajukan uji materi Perppu 2/2017 Perubahan UU Nomor 17/2013 tentang Ormas ke Mahkamah Konstitusi. Lewat Perppu ini, pemerintah membubarkan HTI.

Ia mendampingi eks juru bicara HTI Ismail Yusanto saat mengajukan gugatan ke MK pada Selasa 18 Juli 2018 lalu.

HTI saat itu meminta MK membatalkan Perppu Ormas karena dinilai bertentangan dengan Pasal 22 ayat 1 UUD 1945.

Tak hanya itu, ia sebelumnya juga dekat dengan kelompok politik Ijtimak Ulama yang mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Maruf Amin mengatakan, perpindahan haluan politik Yusril Ihza Mahendra bukan suatu yang luar biasa.

Maruf menuturkan, kemungkinan, Yusril sudah tak sejalan dengan HTI.

"Artinya dia (Yusril Ihza Mahendra) sudah tidak sejalan lagi dengan mereka (Hizbut Tahri Indonesia)," jelas Ma'ruf Amin, di rumah Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Terlepas dari itu, mantan Rais Aam PBNU ini mengakui, bahwa Yusril sejak lama memutuskan untuk jadi penasihat hukum pasangan duet Jokowi – Maruf di Pilpres 2019.

"Alhamdulillah memang sudah lama pernah bertemu saya bahwa dia akan bergabung," imbuhnya.

Bergabungnya pakar hukum tata negara tersebut diyakini bakal menambah kans kemenangan bagi pasangan duet Jokowi – Maruf Amin.

"Apalagi dia bersedia sebagai lawyer Capres Jokowi dan Cawapres saya," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Habib Novel: Yusril Ihza Mahendra Bohongi Kader dan Ijtimak Ulama

Habib Novel: Yusril Ihza Mahendra Bohongi Kader dan Ijtimak Ulama

News | Selasa, 06 November 2018 | 16:54 WIB

Kubu Prabowo Tak Pernah Tawarkan Yusril Ihza Mahendra Gabung

Kubu Prabowo Tak Pernah Tawarkan Yusril Ihza Mahendra Gabung

News | Selasa, 06 November 2018 | 13:48 WIB

Kekhawatiran Tim Prabowo Usai Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf

Kekhawatiran Tim Prabowo Usai Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf

News | Selasa, 06 November 2018 | 13:04 WIB

Sempat Diajak Bergabung, Yusril PHP-in Tim Prabowo-Sandiaga

Sempat Diajak Bergabung, Yusril PHP-in Tim Prabowo-Sandiaga

News | Selasa, 06 November 2018 | 12:44 WIB

Terkini

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:44 WIB

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB