Eksploitasi Anak, Kubu Jokowi: Pelajar Teriak Ganti Presiden

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 09 November 2018 | 20:51 WIB
Eksploitasi Anak, Kubu Jokowi: Pelajar Teriak Ganti Presiden
TKN Jokowi laporkan kasus eksploitasi anak di Bareskrim (Suara/Ummi)

Suara.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin telah melaporkan adanya eksploitasi anak dalam kegiatan politik ke Bareskrim Polri.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan mengatakan laporan tersebut karena adanya temuan beberapa anak yang tengah memakai seragam pramuka dimobilisasi untuk meneriakkan yel ataupun slogan 2019 ganti presiden.

"Kami melaporkan adanya eksploitasi atau memanfaatkan anak untuk kepentingan politik. Di mana pada peristiwa itu adalah sekelompok anak dimobilisasi yang memakai baju seragam pramuka untuk meneriakan yel-yel atau slogan 2019 ganti presiden," ujar Irfan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Terkait laporan di kepolisian itu, Irfan menduga adanya mobilisasi terhadap keterlibatan anak-anak tersebut. Ia juga berharap pelibatan anak-anak tidak terjadi lagi kedepan.

"Kami menduga ini tidak mungkin spontanitas dilakukan oleh seorang anak, pasti ada yang mengarahkan dan mobilisasi. nah hal-hal seperti itu yang kita harapkan tidak terjadi karena anak itu kan merupakan generasi penerus bangsa. Jangan dibuat, jangan diberikan doktrin atau pemikiran yang negatif kepada dia karena mempengaruhi kepada psikologisnya kemudian juga kita dapatkan tentang sekelompok anak di sosmed itu mereka berpantun tetapi narasinya adalah negatif terhadap pemerintah akhir-akhir ini," kata dia.

TKN kata Irfan menilai sekelompok anak yang dimobilisasi dalam kegiatan tersebut telah melanggar undang-undang perlindungan anak. Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 15a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Jangan dijadikan sebagai alat atau media untuk kampanye yang sifatnya negatif, karena mereka sendiri belum memahami tentang apa yang terjadi dan mereka juga bukan pada saat usia pemilih. Jadi anak-anak itu pada masih usia sekolah, kami berharap tidak dilibatkan dalam hal-hal yang sifatnya negatif, ataupun keterlibatan pada ada masalah," kata dia.

Irfan menuturkan berdasarkan catatan TKN, beberapa masalah keterlibatan anak terjadi pada masa kampanye di Pilpres 2019. Permasalahan tersebut telah dilaporkan pada Kamis (8/11/2018).

Pertama kata Irfan ditemukan adanya intimidasi atau doktrin kepada anak sekolah di SMA 87 Jakarta. Adapun kedua yakni mobilisasi anak sekolah berseragam Pramuka.

"Yang ketiga, kami juga menemukan viral di sosial media sekelompok anak dimobilisasi untuk menyampaikan sebuah pantun pantun yang isinya semacam ujaran kebencian kepada Pak Jokowi atau kepada pemerintah," tutur Irfan.

Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan foto-foto ataupun gambar-gambar yang terkesan negatif yang melecehkan simbol-simbol negara.

"Kemarin juga aksi demo, Jumat kemarin kita mendapati juga ada seorang anak melakukan orasi atau bersuara di atas mobil pemandu meneriakan yel-yel 2019 ganti presiden dan meminta kepada publik yang pada saat itu hadir untuk memilih pasangan memilih pasangan 02 dan tidak memilih pasangan 01. Hal itu tidak perlu terjadi jika kita semua yang terlibat dalam kontestasi pemilu ini bisa patuh taat pada aturan main yang ada," kata dia

"Ini seperti ini yang saya sampaikan ada foto, ini ini seorang anak viral dengan foto Presiden Jokowi, dituliskan atau dilukis ada kumis Ada jenggot, ada jambang dan ada parang disitu ini kan luar biasa, sebuah penghinaan," Irfan menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yusril Gerah Kader PBB Disebut Banyak Dukung Prabowo-Sandiaga

Yusril Gerah Kader PBB Disebut Banyak Dukung Prabowo-Sandiaga

News | Jum'at, 09 November 2018 | 09:24 WIB

Jika Terpilih, Maruf Amin Mau Ubah Ekonomi Indonesia Seperti Ini

Jika Terpilih, Maruf Amin Mau Ubah Ekonomi Indonesia Seperti Ini

News | Kamis, 08 November 2018 | 18:25 WIB

Bertemu Gus Solah, Sandiaga Bantah Bahas Politik

Bertemu Gus Solah, Sandiaga Bantah Bahas Politik

News | Rabu, 07 November 2018 | 21:54 WIB

Jokowi: Rakyat Tak Butuh Pemimpin yang Suka Marah-marah

Jokowi: Rakyat Tak Butuh Pemimpin yang Suka Marah-marah

News | Rabu, 07 November 2018 | 21:30 WIB

Bawaslu Setop Kasus Iklan Jokowi-Maruf di Koran MI

Bawaslu Setop Kasus Iklan Jokowi-Maruf di Koran MI

News | Rabu, 07 November 2018 | 16:40 WIB

Terkini

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:46 WIB

Kolaborasi Memperluas  Akses Air Bersih di Wilayah 3T

Kolaborasi Memperluas Akses Air Bersih di Wilayah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:45 WIB

Kolaborasi Perluas Akses Air Bersih di Kawasi, Dukung Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah 3T

Kolaborasi Perluas Akses Air Bersih di Kawasi, Dukung Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:45 WIB

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:13 WIB

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:09 WIB

Rp 1,9 Triliun Digelontorkan, Tapi Jakarta Masih Punya 211 RW Kumuh

Rp 1,9 Triliun Digelontorkan, Tapi Jakarta Masih Punya 211 RW Kumuh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:58 WIB

Auditorium Binus Anggrek Terbakar! 70 Personel Damkar Diterjunkan, Penyebab Masih Misteri

Auditorium Binus Anggrek Terbakar! 70 Personel Damkar Diterjunkan, Penyebab Masih Misteri

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:51 WIB

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:46 WIB

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:39 WIB

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:36 WIB