Sikap SBY Disebut Banci, Begini Reaksi Partai Demokrat

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Senin, 12 November 2018 | 12:34 WIB
Sikap SBY Disebut Banci, Begini Reaksi Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan pers terkait pencatutan namanya dalam skandal korupsi e-KTP di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2).

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menanggapi pernyataan politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana yang menilai sikap politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) banci. Eggi menilai sikap politik SBY banci karena kerap mengaku netral dan tidak berani menentukan arah politik secara tegas.

Menanggai hal itu, Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_ yang diunggah pada Senin (12/11/2018) menilai bahwa Eggi salah menafsirkan sikap Ketum Partai Demokrat tersebut. Adapun Andi Arief menilai sikap politk partai Demokrat tersbut untuk menghindari politik bipolar.

"@AndiArief_ Setelah Pilkada DKI 2017 terjadi pengentalan. Kekuatan kiri, sebagian tengah dan minoritas di satu kubu. Kubu lain kanan, sebagian tengah. Demokrat berupaya tarik sebagian kiri/kanan dan minoritas menyatu di kekuatan tengah agar tidak bipolar yg bahaya. Egi Sudjana salah tafsir," tulis Andi Arief lewat akun Twitternya @AndiArief_ Senin (12/11/2018).

Lebih lanjut, Andi Arief mengingatkan kembali ketika masa pemerintahan presiden keenam RI SBY. Menurutnya ketika SBY menjabat presiden selama dua periode 2004-2014 situasi politik stabil.

"@AndiArief_ Politik stabil 2004-2014 adalah persatuan nasional antara mayoritas tengah, sebagian kiri dan sebagian kanan serta kelompok minortas dalam Indonesia bersatu. Itulah mengapa terjadi kedamaian dalam multi partai dan menopang ekonomi tumbuh."

Kendati begitu, kata Andi Arief setelah Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, PDIP menjadi seperti fusi (penggabungan partai politik) tahun 1973. Sedangkan dua kelompok fusi lain Islam dan Nasionalis tengah pecah akibat Pilpres.

"@AndiArief_ Setelah Pilkada DKI 2017, PDIP menjadi seperti fusi 1973. Sementara dua kelompok fusi lain Islam dan Nasionalis tengah pecah akibat Pilpres. Gerindra menjadi kekuatan nasionalis kanan. Islam moderat PKB dan Golkar/Demokrat tetap jadi Tengah yang sedang ditarik2 dalam 2 kubu."

Untuk itu, Andi Arief mengatakan bahwasannya partai Demokrat kini belajar dari pemimpin terdahulu bangsa ini dalam berupaya menghindari politik bipolar.

"@AndiArief_ Partai Demokrat belajar dari pendahulu yang Presidennya berupaya hindari politik bipolar dg cara demokrats. Soekarno dg Nasakom, Soeharto dengan Fusi. Sayangnya mereka lakukan dengan Paksaan dan akali UU seperti Jokowi yg ngakali Parlemen dan UU serta MK utk politik bipolar."

baca juga

Terkait hal itu, Andi Arief menilai Eggi yang telah menyebut SBY banci karena tidak berani menentukan sikap politiknya itu salah. Andi Arief pun mengatakan bahwasannya Eggi merupakan korban atas upaya bipolarisasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

"@AndiArief_ Egi Sudjana adalah salah satu dari sekian tokoh politik yang menjadi korban tidak berdosa atas upaya bipolarisasi Jokowi yang mengakali Parlemen, UU dan MK. Egi terjerumus dalam nikmatnya benturan islam dan Nasionalis seakan jadi laki2 sejati dengan keislamannya." ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY : Isu Hambalang Fitnah Belaka

SBY : Isu Hambalang Fitnah Belaka

News | Senin, 12 November 2018 | 05:00 WIB

Sikap Politik SBY Dikritik, Ini Respons Partai Demokrat

Sikap Politik SBY Dikritik, Ini Respons Partai Demokrat

News | Minggu, 11 November 2018 | 22:29 WIB

Skandal Bank Century, SBY: 10 Tahun Saya Menahan Emosi

Skandal Bank Century, SBY: 10 Tahun Saya Menahan Emosi

News | Minggu, 11 November 2018 | 20:53 WIB

SBY: Tak Punya Capres, Tuhan Sayangi Hambanya yang Tegar

SBY: Tak Punya Capres, Tuhan Sayangi Hambanya yang Tegar

News | Minggu, 11 November 2018 | 19:15 WIB

SBY Disebut Gelisah Takut Demokrat Tak Punya Suara di Pemilu 2019

SBY Disebut Gelisah Takut Demokrat Tak Punya Suara di Pemilu 2019

News | Minggu, 11 November 2018 | 10:46 WIB

Terkini

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:52 WIB

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:41 WIB

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:30 WIB

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB