Dikira Setan, Nining Dengar Jeritan Keluarga Gaban saat Dibantai

Reza Gunadha | Walda Marison | Suara.com

Jum'at, 16 November 2018 | 14:35 WIB
Dikira Setan, Nining Dengar Jeritan Keluarga Gaban saat Dibantai
Penampakan ruang tamu di rumah Diperum Nainggolan alias Gabn (Suara.com/Walda)

Suara.com - Kawasan Jalan Bojong Nangka II RT2/RW7, Pondok Melati, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, termasuk daerah padat penduduk. Namun, pada Selasa (13/11) dini hari, tak ada satu pun warga yang mengetahui adanya pembantaian Diperum Nainggolan, istri, dan kedua anaknya.

Diperum alias Gaban Nainggolan tewas dibunuh bersama sang Istri, Maya boru Ambarita. Keduanya ditemukan bersimbah darah di depan televisi dalam rumahnya.

Sementara kedua anak mereka, Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7), ikut dibunuh. Keduanya dibekap hingga tewas kehabisan oksigen di atas kasur bergambar Hello Kitty dalam kamar rumah tersebut.

Belakangan diketahui, pembunuhan sadis tersebut dilakukan oleh Haris Simamora, pemuda yang masih berkerabat dengan mereka.

Pada tengah malam yang nahas tersebut, seorang tetangga bernama Nining mengakui sempat mendengar suara jeritan dari dalam rumah Gaban.

Ia mendengar suara jeritan perempuan. Tak hanya Nining, sang suami pun mendengar hal yang sama.

"Saya dan bapak mendengar jeritan perempuan. Cuma jeritan, bukan perkataan, seperti orang yang kesakitan,” kata Nining, Jumat (16/1/2018).

Kala itu, Nining mengakui merinding ketakutan mendengar suara jeritan tersebut.  Ia dan suaminya nyaris tak bisa tidur semalaman setelah mendengar jeritan tersebut.

Namun, Nining mengakui tak keluar rumah untuk memeriksa sumber jeritan tersebut. Ia memilih diam di dalam rumah kontrakannya.

Selasa pagi, Nining baru mengetahui, suara jeritan tersebut berasal dari Maya Ambarita yang tewas dibunuh bersama suami serta kedua anaknya.

"Awalnya, saya mengira jeritan itu suara setan gentayangan. Siapa yang tidak merinding mendengar jeritan seperti itu tengah malam. Saya sampai tak bisa lagi tidur malam itu. Ya saya tak tahu ketika itu, pikirannya mungkin itu setan," bebernya.

Kamis (15/11), jenazah Gaban, Maya, Sarah, dan Arya telah dikebumikan di kampung halaman mereka, Samosir, Sumatera Utara.

Selang dua hari sejak tragedi itu terjadi, polisi akhirnya bisa mengungkap pelaku pembunuhan. Satu keluarga itu ternyata dibunuh Haris Simamora. Polisi telah menetapkan Haris sebagai tersangka dan resmi menahannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banyak Bercak Darah, Tak Ada Warga Berani Masuk Rumah Gaban

Banyak Bercak Darah, Tak Ada Warga Berani Masuk Rumah Gaban

News | Jum'at, 16 November 2018 | 14:31 WIB

2 Hari Sebelum Membunuh, Haris Dandan Perlente ke Rumah Gaban

2 Hari Sebelum Membunuh, Haris Dandan Perlente ke Rumah Gaban

News | Jum'at, 16 November 2018 | 11:58 WIB

Dengar Jeritan Keluarga Gaban, Nining: Merinding, Tak Bisa Tidur

Dengar Jeritan Keluarga Gaban, Nining: Merinding, Tak Bisa Tidur

News | Jum'at, 16 November 2018 | 11:16 WIB

Gaban Tak Pernah Marah Bila Penghuni Kontrakan Menunggak Sewa

Gaban Tak Pernah Marah Bila Penghuni Kontrakan Menunggak Sewa

News | Jum'at, 16 November 2018 | 10:53 WIB

Terkini

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:54 WIB

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:39 WIB

Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:38 WIB

Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?

Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:33 WIB

Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex

Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:27 WIB

Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose

Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:24 WIB

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:23 WIB

15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak

15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:18 WIB

Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos

Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:15 WIB