Hanya 2 Nama, PKS Tolak Kirim 4 Kandidat Wagub Pengganti Sandiaga

Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 21 November 2018 | 16:13 WIB
Hanya 2 Nama, PKS Tolak Kirim 4 Kandidat Wagub Pengganti Sandiaga
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menolak untuk mengirimkan 4 kandidat untuk menduduki kursi wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta. Suhaimi bersikeras untuk tetap mengirimkan 2 nama menjadi kandidat wagub DKI Jakarta gantikan Sandiaga Uno.

Syarat mengajukan 4 kandidat sekaligus dalam wagub merupakan permintaan dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Namun, Suhaimi dengan tegas menolak permintaan dari Gerindra itu.

"Iya, kita menolak. Jadi kita akan tetap mengajukan 2 kandidat saja," kata Suhaimi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).

Suhaimi menjelaskan, dua nama kandidat yang akan diusulkan adalah mantan Wakil Wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPW PKS DKI. Suhaimi mengakui, jika harus menambah nama untuk maju dalam wagub DKI akan butuh waktu lama.

Ada serangkaian tahapan yang harua dilalui oleh PKS untuk menentukan 2 nama lagi. Menurut Suhaimi, hal itu tidak akan efektif dan hanya membuang waktu.

"Di kita ada mekanisme, dari nama-nama yang banyak kemudian ditentukan 2 orang dari hasil musyawarah. Diajukan dulu 2 nama itu saja," ungkap Suhaimi.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif meminta PKS untuk dapat mengajukan 4 kandidat sekaligus untuk memperebutkan kursi wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta. Pasalnya, jumlah kandidat itu merupakan permintaan dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik.

Menurut Syarif, jika kandidat yang diajukan hanya 2 maka akan menyulitkan bagi para tim penilai fit & proper test untuk menilai kandidat tersebut. Hal itu lantaran akan ada 2 orang yang diajukan ke DPRD sebelum dipilih menggantikan Sandiaga.

"Lebih cepat lebih lama kan tergantung PKS. Masa fit and proper test cuma dua dan keduanya akan diajukan. Kan harus ada pembanding," ujar Syarif beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesan Amien Rais Ke Muhammadiyah, Pilih Capres Patuh Pada Ulama

Pesan Amien Rais Ke Muhammadiyah, Pilih Capres Patuh Pada Ulama

News | Selasa, 20 November 2018 | 17:15 WIB

Bisa Nyoblos, Tim Prabowo Waspada Orang Gangguan Jiwa Didoktrin

Bisa Nyoblos, Tim Prabowo Waspada Orang Gangguan Jiwa Didoktrin

News | Selasa, 20 November 2018 | 14:08 WIB

Ziarah ke Makam Korban Tsunami Aceh, Sandiaga Kampanye Janji Ini

Ziarah ke Makam Korban Tsunami Aceh, Sandiaga Kampanye Janji Ini

News | Selasa, 20 November 2018 | 13:48 WIB

Rebut Suara di 'Kandang Banteng' Jateng, Sandiaga: Kerja Keras!

Rebut Suara di 'Kandang Banteng' Jateng, Sandiaga: Kerja Keras!

News | Selasa, 20 November 2018 | 11:18 WIB

Tim Prabowo: Nggak Ada Orang yang Mau Kembali ke Orde Baru

Tim Prabowo: Nggak Ada Orang yang Mau Kembali ke Orde Baru

News | Selasa, 20 November 2018 | 10:09 WIB

Terkini

Penuhi Panggilan KPK, Ustaz Khalid Basalamah: Saya Tidak Kenal Pihak yang Terlibat Korupsi Haji

Penuhi Panggilan KPK, Ustaz Khalid Basalamah: Saya Tidak Kenal Pihak yang Terlibat Korupsi Haji

News | Kamis, 23 April 2026 | 16:37 WIB

Kepergok Hendak Bobol Warung Sembako, Pencuri Dihajar Warga hingga Cium Aspal

Kepergok Hendak Bobol Warung Sembako, Pencuri Dihajar Warga hingga Cium Aspal

News | Kamis, 23 April 2026 | 16:15 WIB

Menangis di Sidang Chromebook, Ibrahim Arief Merasa Dikriminalisasi: Apa Dosa Saya?

Menangis di Sidang Chromebook, Ibrahim Arief Merasa Dikriminalisasi: Apa Dosa Saya?

News | Kamis, 23 April 2026 | 16:13 WIB

Terjun dari Lantai 4: Satu PRT di Benhil Tewas, Dugaan Dikurung Majikan Masih Diselidiki Polisi

Terjun dari Lantai 4: Satu PRT di Benhil Tewas, Dugaan Dikurung Majikan Masih Diselidiki Polisi

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:57 WIB

Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini

Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:53 WIB

Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur

Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:39 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja

Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:26 WIB

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:21 WIB

Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar

Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:10 WIB