3 Bulan Kampanye Pilpres 2019, Publik Disuguhi Kampanye Nyinyir

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 21 November 2018 | 16:52 WIB
3 Bulan Kampanye Pilpres 2019, Publik Disuguhi Kampanye Nyinyir
Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Dalam kampanye Pemilihan Presiden 2019 3 bulan terakhir masyarakat lebih banyak diberikan makanan emosi dibanding makanan otak. Sementara masyarakat calon pemilih memerlukan penjelasan visi misi kedua calon presiden dan wakil presiden.

Hal ini dikatakan Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti dalam diskusi Kampanye Nyinyir dan Gugat-Menggugat di Tahun Politik di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

"Masuk bulan ketiga pelaksanaan kampanye belum terdapat makanan otak pemilih kita dari diksusi atau dari kampanye yang terjadi sepanjang tiga bulan terakhir. Makanan emosi sudah banyak, makanan emosi pemilih banyak , makanan otak amat jauh dari harapran," ujar Ray.

Sebab kata Ray, kampanye yang terjadi di bulan ketiga ini diisi dengan kampanye berbalas nyinyir dari dua kubu pasangan calon presiden atau calon wakil presiden yakni pasangan Joko Widodo - Maruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Ia pun mencontohkan Jokowi ikut terlibat dalam kampanye nyinyir. Pasalnya, belum lama ini, Jokowi melontarkan pernyataan politik yakni politikus sontoloyo dan politik genderuwo.

"Nah masuk ke bulan kedua makin parah karena ujung-ujungnya orang seperti Jokowi mulai terlibat dalam urusan ledek meledek yang kita sebut nyinyir berbalas nyinyir. Awalnya keliatan Sandiaga yang memancing dengan ungkapan-ungkapan yang berkesan bombastis. Setidak dua minggu terakhir kita lihat pak Jokowi membalas sindiran yang juga menimbulkan kehebohan ditengah masyarakat," kata dia.

Karena itu, ia berharap, kedepan pasangan capres -cawapres kembali berkampanye dengan politik adu gagasan dalam lima tahun kedepan. Adapun isu-isu yang harus didiskusikan yakni isu kemiskinan, kesehatan lapangan kerja dan lainnya

"Oleh karena itu, ini suatu himbauan agar para stakeholder pelaksana kampanye inilah khususnya pasangan capres mulai kembali ke politik gagasan lima taun kedepan apa yang harus dilakukan, bagaimana harus dilakukan. Sehingga kita mengerti paham ke arah selama lima tahun yang akan datang. Saya pikir bukan nggak ada isu mestinya banyak isu yang bisa didiskusikan oleh kedua belah pihak tapi sayangnya tidak terlalu terelaborasi misalnya isu kemiskianan lapangan kerja kesehatan, pendidikan, pluralisme," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Subianto Perkenalkan Susu dalam Bentuk Tablet

Prabowo Subianto Perkenalkan Susu dalam Bentuk Tablet

News | Rabu, 21 November 2018 | 16:33 WIB

Jokowi Sarankan Baiq Nuril Grasi, Fadli Zon: Bikin Bangsa Malu

Jokowi Sarankan Baiq Nuril Grasi, Fadli Zon: Bikin Bangsa Malu

News | Rabu, 21 November 2018 | 15:32 WIB

Prabowo Bingung dengan Isi Rilis Kebijakan Ekonomi Jokowi

Prabowo Bingung dengan Isi Rilis Kebijakan Ekonomi Jokowi

Bisnis | Rabu, 21 November 2018 | 14:46 WIB

Prabowo Subianto: Saya Mau Berteman dengan Cina

Prabowo Subianto: Saya Mau Berteman dengan Cina

News | Rabu, 21 November 2018 | 14:30 WIB

Prabowo Sebut Pengelolaan Pajak Era Soeharto Lebih Baik

Prabowo Sebut Pengelolaan Pajak Era Soeharto Lebih Baik

Bisnis | Rabu, 21 November 2018 | 13:41 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×