Prabowo Ramal Jakarta Tenggelam di 2025, Ilmuwan : Betul Itu

Iwan Supriyatna, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 26 November 2018 | 15:23 WIB
Prabowo Ramal Jakarta Tenggelam di 2025, Ilmuwan : Betul Itu
Calon Prabowo Subianto sempat kebablasan berkampanye pada acara Deklarasi Gerakan Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu (Gerakan Emas), di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Ilmuwan Prof Wayan Suparta membenarkan pernyataan paslon capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang menyebut Jakarta akan tenggelam pada 2025.

Menurut Wayan, dengan kondisi Jakarta yang terus mengalami penurunan tanah maka dapat dipastikan Jakarta akan tenggelam pada 2025.

Wayan mengatakan, jika kecepatan penurunan permukaan tanah di Jakarta mencapai 20 hingga 25 sentimeter per tahun ditambah dengan faktor eksternal seperti perubahan iklim, maka dapat dipastikan Jakarta akan tenggelam. Pasalnya, permukaan tanah di Jakarta akan lebih rendah dari permukaan air laut.

"Jadi dengan adanya perubahan iklim dan penggalian tanah, memang betul kemungkinan 2025 Jakarta akan tenggelam digenangi air," kata Wayan kepada Suara.com, Senin (26/11/2018).

Meski demikian, Wayan menegaskan tidak seluruh wilayah Jakarta yang akan tenggelam pada 2025. Wayan memprediksi hanya wilayah Jakarta Utara saja yang akan digenangi air.

Pasalnya, wilayah utara Jakarta yang berada di tepi pantai sangat memungkinkan terjadi intrusi air laut. Terlebih perubahan iklim yang terjadi cukup ekstrem menyebabkan permukaan air laut meningkat sementara permukaan tanah di wilayah utara terus mengalami penurunan.

"Bukan seluruhnya, tapi hanya di bagian utara. Tapi itu belum sampai lah ke keseluruhan Jakarta. Bukan tenggelam seperti Monas hanya kelihatan pucuknya saja, bukan," tegas Wayan.

Ilmuwan lulusan doktoral bidang elektronika di Universiti Kebangsaan Malaysia yang telah berhasil meraih gelar profesor ini menjelaskan, dari hasil penelitian diketahui jenis tanah di Jakarta merupakan tanah aluvial atau tanah endapan. Jenis tanah ini memiliki karakteristik yang sulit untuk menyerap air.

Belum lagi, saat ini warga Jakarta gencar melakukan penggalian tanah guna menyedot air tanah dalam. Sehingga, cadangan air di dalam habis dan menyebabkan permukaan tanah amblas.

Kondisi penurunan tanah yang berakibat pada tenggelamnya Jakarta pun akan diperparah jika pemerintah setempat tidak segera melakukan tindakan. Bukan tidak mungkin, pernyataan Prabowo yang menyebutkan Jakarta tenggelam akan benar-benar menjadi kenyataan.

"Kalau tidak ada usaha sama sekali dari pemerintah kemudian penggalian sumur terus menerus dilakukan, betul itu wilayah Jakarta Utara akan tenggelam," pungkas Wayan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terhina, Tukang Ojek Laporkan Prabowo ke Bawaslu Lewat Petisi

Terhina, Tukang Ojek Laporkan Prabowo ke Bawaslu Lewat Petisi

News | Senin, 26 November 2018 | 14:39 WIB

Polisi Bubarkan Paksa Demo Ojek Online yang Merasa Dihina Prabowo

Polisi Bubarkan Paksa Demo Ojek Online yang Merasa Dihina Prabowo

News | Senin, 26 November 2018 | 14:14 WIB

JK Sebut Kader Muhammadiyah Tak Harus Ikut Mendukung Prabowo

JK Sebut Kader Muhammadiyah Tak Harus Ikut Mendukung Prabowo

News | Senin, 26 November 2018 | 12:40 WIB

Terkini

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB